Bambang Pacul Tegaskan Presiden Prabowo Bukan Orang Korea saat Bahas Abolisi dan Amnesti
- account_circle Azkatia
- calendar_month Sen, 25 Agu 2025

Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul. (Foto: Detik).
Lens IDN, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul, memberikan pernyataan menarik dalam Seminar Konstitusi yang digelar MPR RI pada Kamis (21/8/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyinggung isu abolisi dan amnesti, namun sempat muncul intermezzo ringan ketika moderator melontarkan pertanyaan mengenai asal-usul Presiden RI, Prabowo Subianto.
Moderator bertanya secara jenaka apakah Presiden Prabowo merupakan seorang “Korea.” Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi olehnya dengan penuh humor.
“Bukan (Korea) Pak Prabowo itu. Pak Prabowo lahir sebagai orang kaya raya, bapaknya profesor doktor,” ujar Bambang Pacul sambil tersenyum, yang disambut gelak tawa para peserta seminar.
Pernyataan itu menjadi bumbu segar di tengah diskusi serius mengenai kewenangan presiden dalam memberikan abolisi dan amnesti. Bambang Pacul sendiri menekankan bahwa pembahasan abolisi dan amnesti harus dipahami secara konstitusional, bukan hanya sebagai isu politik praktis. Menurutnya, MPR RI memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan kepada publik agar pemahaman mengenai hukum tata negara semakin kuat.
Seminar Konstitusi tersebut dihadiri berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga tokoh politik. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka terkait pemahaman hukum, demokrasi, serta tantangan pelaksanaan konstitusi di Indonesia.
Pernyataan Bambang Pacul yang menyinggung asal-usul Presiden Prabowo sekaligus menjadi sorotan warganet karena nuansa humor yang jarang ditemui dalam diskusi konstitusi. Meski demikian, inti pembahasan tetap berfokus pada isu abolisi dan amnesti yang belakangan ramai diperbincangkan di ranah publik.
Dengan gaya khasnya yang blak-blakan dan penuh humor, Bambang Pacul kembali menunjukkan kemampuannya menghidupkan suasana diskusi serius menjadi lebih cair, tanpa mengurangi bobot substansi pembahasan.
- Penulis: Azkatia