Komisi IX DPR Ingatkan Aksi Buruh Harus Damai, Jangan Anarkis
- account_circle Azkatia
- calendar_month 23 jam yang lalu

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta – Puluhan ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi serentak pada Kamis, 28 Agustus 2025. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional buruh, namun pelaksanaannya harus tetap damai dan tidak anarkis.
“Demonstrasi itu sah menurut undang-undang, bahkan menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pemerintah maupun parlemen. Namun, pelaksanaannya jangan sampai anarkis atau merusak fasilitas umum yang justru merugikan masyarakat,” ujar Irma, Rabu (27/8/2025).
Politikus Partai NasDem itu menyebutkan, tuntutan yang akan disuarakan buruh pada aksi besok bersifat normatif dan sudah banyak diketahui publik. Beberapa di antaranya terkait sistem outsourcing, reformasi pajak, revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai amanat Mahkamah Konstitusi (MK), hingga kenaikan upah.
Lebih lanjut, Irma yang juga anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ini menegaskan bahwa pihaknya bersama Komisi IX sudah mulai membahas draft revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. DPR juga berencana mengundang perwakilan serikat buruh untuk berdialog serta memberikan masukan langsung dalam proses pembahasan.
“Tentu kami berharap ada komunikasi yang konstruktif antara buruh, DPR, dan pemerintah. Dengan begitu, bisa tercapai win-win solution tanpa harus menimbulkan kerugian di salah satu pihak,” kata Irma.
Namun, ia juga mengingatkan agar buruh mewaspadai adanya pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi tersebut demi kepentingan politik maupun agenda lain di luar isu perburuhan.
“Jangan sampai aksi damai ini disusupi oleh kepentingan oknum yang tidak bertanggung jawab. Justru buruh sendiri yang akan dirugikan bila terjadi kericuhan,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa aksi akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan Jakarta. Tidak kurang dari 10 ribu buruh dari kawasan industri Jabodetabek, Karawang, dan Tangerang akan bergerak menuju pusat ibu kota.
Selain di Jakarta, aksi serentak juga akan digelar di sejumlah provinsi dan kota besar, antara lain Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar, hingga Gorontalo.
Dengan skala aksi yang meluas, legislator mengingatkan semua pihak untuk mengedepankan dialog dan menjaga ketertiban, agar aspirasi buruh bisa tersampaikan tanpa harus menimbulkan kericuhan.
- Penulis: Azkatia