Puncak Rangkaian Ramadhan, DEMA FDIKOM UIN Jakarta Gelar Pesantren Kilat di Kampung Pemulung Lebak Bulus
- account_circle Azkatia
- calendar_month 4 jam yang lalu

DEMA FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Pesantren Kilat di kawasan Kampung Pemulung. (Foto: dok/ist).
Lens IDN, Jakarta — Memasuki tahap akhir rangkaian kegiatan Ramadhan, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat di kawasan Kampung Pemulung, Lebak Bulus. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menghadirkan aktivitas Ramadhan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan pesantren kilat tersebut melibatkan para mahasiswa sebagai relawan yang terjun langsung ke tengah masyarakat, khususnya untuk berinteraksi dengan anak-anak yang tinggal di lingkungan Kampung Pemulung. Melalui kegiatan ini, DEMA FDIKOM UIN Jakarta berusaha menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran dasar membaca Al-Qur’an kepada anak-anak di kawasan tersebut. Para relawan mahasiswa mengajarkan Iqro dan Al-Qur’an dengan pendekatan yang sederhana serta metode pembelajaran yang interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selain memberikan pendampingan belajar, mahasiswa juga membagikan buku Iqro sebagai sarana belajar agar anak-anak dapat terus melanjutkan proses belajar membaca Al-Qur’an secara mandiri.
Kegiatan belajar berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap sesi pembelajaran yang diberikan oleh para relawan mahasiswa. Bagi sebagian dari mereka, kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan bimbingan secara langsung.
Ketua Umum Terpilih DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, menjelaskan bahwa kegiatan pesantren kilat ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk menghadirkan program Ramadhan yang memiliki dampak sosial bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari puncak rangkaian program Ramadhan yang kami selenggarakan. Kami ingin menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk berbagi ilmu, mempererat kebersamaan, dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Anak-anak di Kampung Pemulung memiliki semangat belajar yang luar biasa, dan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mempelajari Al-Qur’an,” ujarnya.
Selain kegiatan pembelajaran, para relawan mahasiswa juga mengadakan kegiatan berbagi makanan berbuka puasa kepada masyarakat yang tinggal di Kampung Pemulung. Paket makanan tersebut dibagikan secara langsung dari rumah ke rumah kepada warga sebagai bentuk perhatian serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat setempat.
Kegiatan berbagi ini dilakukan dengan cara menyapa warga secara langsung sambil menyerahkan paket makanan berbuka puasa. Pendekatan tersebut dipilih agar para mahasiswa dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan tersebut.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama antara mahasiswa dan warga Kampung Pemulung. Momen ini menjadi simbol kebersamaan yang sederhana namun sarat makna. Para mahasiswa dan masyarakat duduk bersama tanpa sekat, menikmati hidangan berbuka dalam suasana kekeluargaan.
Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai kesetaraan, di mana semua orang duduk bersama tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi. Suasana hangat yang tercipta dalam kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Wakil Ketua Umum Terpilih DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Kayfin Fathoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memahami realitas sosial yang ada di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa Ramadhan tidak hanya tentang meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat berbagi dan hadir bagi masyarakat. Interaksi langsung dengan anak-anak dan warga di Kampung Pemulung memberikan pelajaran penting tentang empati dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pesantren kilat ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menanamkan nilai kemanusiaan serta mengimplementasikan semangat pengabdian kepada masyarakat secara nyata.
Melalui kegiatan pesantren kilat di Kampung Pemulung Lebak Bulus ini, DEMA FDIKOM UIN Jakarta berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus berkembang di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat setempat, khususnya dalam menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an serta memperkuat nilai kebersamaan selama bulan suci Ramadhan.
Bagi para relawan mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberkahan Ramadhan tidak hanya hadir melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, serta kehadiran untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
- Penulis: Azkatia
