Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Komitmen Melawan Kekerasan, DEMA FDIKOM UIN Jakarta Siap Kawal Kebijakan hingga Bangun Ruang Aman di Kampus

Komitmen Melawan Kekerasan, DEMA FDIKOM UIN Jakarta Siap Kawal Kebijakan hingga Bangun Ruang Aman di Kampus

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 10 jam yang lalu

Lens IDN, Jakarta — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif melalui penyelenggaraan Seminar Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Mahasiswa secara daring. Kegiatan ini mengusung tema “Melawan Kekerasan Seksual, Membangun Ruang Aman melalui Kebijakan dan Kesadaran Kolektif” sebagai bentuk respons atas meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan dari kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Seminar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran para peserta mencerminkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap isu kekerasan seksual yang masih menjadi tantangan serius di ruang-ruang akademik. Melalui forum ini, DEMA FDIKOM berupaya menghadirkan ruang diskusi yang edukatif sekaligus mendorong lahirnya gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang lebih aman.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, menegaskan bahwa kekerasan seksual bukan hanya persoalan individu, melainkan persoalan struktural yang membutuhkan perhatian bersama. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mengawal kebijakan serta membangun budaya kampus yang berpihak pada korban.

“Komitmen melawan kekerasan seksual harus dimulai dari kesadaran kolektif kita sebagai mahasiswa. Seminar ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong aksi nyata. DEMA FDIKOM siap untuk terus mengawal kebijakan kampus agar berpihak pada korban serta memastikan terciptanya ruang aman bagi seluruh mahasiswa. Kita tidak boleh diam, karena keberanian untuk bersuara adalah kunci dari perubahan,” tegas Zidan.

Sebagai keynote speaker, Intan Alawiyah, S.Sos., selaku Duta Genre Kota Tangerang Selatan, menekankan pentingnya edukasi yang komprehensif terkait kekerasan seksual dan kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus kekerasan terjadi akibat kurangnya pemahaman serta minimnya keberanian untuk melaporkan.

“Pencegahan kekerasan seksual harus dimulai dari edukasi. Mahasiswa perlu memahami batasan, consent, serta hak-hak individu agar dapat melindungi diri dan lingkungan sekitarnya. Kesadaran ini menjadi fondasi utama dalam membangun ruang yang aman,” ungkapnya.

Materi pertama disampaikan oleh Indah Allawiyah, seorang aktivis perempuan sekaligus Koordinator Isu Pusat BEM se-Kalimantan. Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku perubahan dalam mengadvokasi kebijakan kampus. Ia menyoroti pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam mendorong regulasi yang jelas serta sistem perlindungan yang berpihak pada korban.

“Mahasiswa memiliki kekuatan kolektif yang besar. Kita harus berani mengawal kebijakan, memastikan implementasinya berjalan, serta menciptakan budaya kampus yang tidak mentolerir kekerasan seksual. Solidaritas menjadi kunci dalam mendukung korban dan melawan stigma yang masih ada,” jelas Indah.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Khofifah Aqsha Rosyadi, Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya 2023. Ia membagikan pengalaman dalam mengawal kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampusnya. Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan ruang aman tidak terlepas dari sinergi antara mahasiswa dan pihak kampus.

“Kebijakan yang kuat harus diiringi dengan implementasi yang konsisten. Selain itu, penting untuk memastikan adanya mekanisme pelaporan yang aman dan ramah bagi korban. Kampus harus menjadi tempat yang melindungi, bukan justru membuat korban merasa takut atau terintimidasi,” paparnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan, mulai dari tantangan dalam pelaporan kasus hingga strategi membangun kesadaran di lingkungan kampus masing-masing. Hal ini menjadi indikasi bahwa mahasiswa semakin kritis dan peduli terhadap isu kekerasan seksual.

Melalui kegiatan ini, DEMA FDIKOM UIN Jakarta berharap dapat mendorong terbentuknya gerakan mahasiswa yang berkelanjutan dalam melawan kekerasan seksual. Tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata seperti kampanye edukatif, advokasi kebijakan, serta penguatan sistem perlindungan di kampus.

Sebagai penutup, seminar ini menegaskan bahwa menciptakan ruang aman adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran kolektif dan komitmen yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kampus yang bebas dari kekerasan, inklusif, dan berkeadilan. DEMA FDIKOM UIN Jakarta pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan akademik yang aman dan bermartabat bagi seluruh mahasiswa.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • CTO Digital Edu Indonesia

    CTO Digital Edu Indonesia Resmi Nikahi Tenaga Medis Banyuwangi, Kisah Cinta Berawal dari Aplikasi Bumble

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Banyuwangi – Cinta yang tumbuh di era digital kini berujung manis di pelaminan. Aditya Roman Asyhari, Chief Technology Officer (CTO) PT Digital Edu Indonesia, resmi mempersunting Faridatul Khasanah, tenaga medis Rumah Sakit Graha Medika Banyuwangi, dalam prosesi pernikahan yang hangat dan penuh makna. Menariknya, kisah cinta pasangan ini tidak berawal dari kampus atau […]

  • 593995155_702882912901613_7502538932466847876_n

    Scott McTominay Bantah Mitos Pemain Bersinar Usai Tinggalkan Manchester United

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Gelandang internasional Skotlandia, Scott McTominay, angkat bicara mengenai anggapan yang kerap muncul bahwa sejumlah pemain justru tampil lebih baik setelah meninggalkan Manchester United. Menurut McTominay, narasi tersebut terlalu disederhanakan dan tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang terjadi di dalam klub. Dalam pernyataannya, McTominay menegaskan bahwa performa seorang pemain tidak bisa dinilai semata-mata […]

  • Mahfud MD Minta Polemik Ijazah Jokowi Segera Diakhiri, Ingatkan Jangan Hina Sesama

    Mahfud MD Minta Polemik Ijazah Jokowi Segera Diakhiri, Ingatkan Jangan Hina Sesama

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sebaiknya segera dituntaskan melalui jalur hukum tanpa perlu disertai narasi yang bersifat merendahkan. “Serahkan prosesnya pada hukum, apapun hasilnya. Tidak perlu ribut-ribut lagi menurut […]

  • 1437WhatsApp_Image_2025-12-01_at_12.03.56_PM

    Presiden Prabowo Prioritaskan Percepatan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera Utara

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Tapanuli Tengah – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan percepatan pengiriman bantuan bagi warga terdampak bencana, khususnya di wilayah yang masih terisolasi di Sumatera Utara. Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai meninjau langsung posko pengungsian di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, sekaligus berdialog dengan para pengungsi. Dalam keterangannya kepada […]

  • IMG_20251205_135914

    Polemik “Taubat” Cak Imin dan Bahlil Warnai Hiruk Pikuk Politik di Tengah Bencana

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta— Di saat pemerintah dan masyarakat tengah fokus pada penanganan berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, jagat politik nasional justru diwarnai polemik antara dua tokoh penting partai politik, yakni Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Polemik tersebut […]

  • Transisi Energi Harus Adil: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton

    Transisi Energi Harus Adil: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Transisi energi kerap dibicarakan dalam forum internasional, konferensi iklim, atau seminar akademis. Namun, sering kali pembicaraan itu berhenti pada ruang elite, tanpa menjelaskan bagaimana rakyat akan terlibat secara nyata. Padahal, energi bukan sekadar komoditas bisnis; energi adalah hak dasar warga negara. Akses terhadap energi bersih dan terjangkau adalah bagian dari keadilan […]

expand_less