Vibes Jepang Banget, Debby Peony Dibilang The Next Mayumi Itsuwa!
- account_circle Azkatia
- calendar_month 2 jam yang lalu

Potret Penyanyi Debby Peony. (Foto: IG/@debbypeony_24).
Lens IDN, Entertainment – Musisi senior Kohar Kahler kembali meramaikan industri musik Indonesia pada 2026 melalui peluncuran single terbarunya berjudul “Watashi No Subete”. Dalam proyek ini, ia menggandeng penyanyi asal Solo, Debby Peony, yang memberikan warna vokal berbeda pada karya tersebut.
Lagu ini menawarkan konsep yang tidak umum dengan memadukan lirik berbahasa Indonesia dan Jepang. Pendekatan bilingual tersebut menghadirkan nuansa musikal yang segar sekaligus memperluas daya tarik bagi pendengar lintas budaya.
Sejumlah pendengar menilai nuansa musik yang dihadirkan dalam lagu ini memiliki kemiripan dengan karakter musik Jepang populer pada era 1990-an, yang dikenal dengan aransemen lembut dan melodi yang kuat. Hal tersebut turut memunculkan perbandingan Debby Peony dengan Mayumi Itsuwa di kalangan penikmat musik.
Nama Kohar Kahler sendiri bukan sosok baru di industri musik. Sejak dekade 1990-an, ia telah berkiprah sebagai gitaris rock hingga terlibat di balik layar dalam proses produksi berbagai karya musik. Pengalamannya bekerja dengan sejumlah musisi ternama menjadi fondasi kuat dalam kembalinya ia ke industri saat ini.
Kolaborasi dengan Debby Peony disebut terjalin secara cepat, namun tetap menghasilkan keselarasan artistik yang kuat. Keduanya memiliki visi yang sama untuk menghadirkan lagu yang tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga memiliki kedalaman emosional.
Single “Watashi No Subete” resmi dirilis pada Maret 2026 di bawah naungan KD Music Production. Proses produksinya melibatkan tim profesional, termasuk dalam penyusunan lirik berbahasa Jepang serta penggarapan konsep visual video musik yang dirancang secara matang.
Melalui proyek ini, Kohar Kahler dan Debby Peony tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga membuka peluang untuk menjangkau audiens internasional dengan konsep musik yang mengedepankan perpaduan budaya.
- Penulis: Azkatia

