Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen, Bank Emas Jadi Penopang Baru Hilirisasi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen, Bank Emas Jadi Penopang Baru Hilirisasi

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 3 jam yang lalu

Lens IDN, Jakarta Pemerintah terus memperkuat ekosistem emas nasional sebagai salah satu strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat perekonomian Indonesia.

Pengembangan bank emas atau bullion bank menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada 14 Agustus 2026 bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026.

Pertumbuhan tersebut disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Di tengah capaian tersebut, pemerintah melihat masih terdapat potensi besar dari sektor emas nasional yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem keuangan dan kegiatan ekonomi domestik.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut pengembangan kegiatan usaha bullion telah memasuki fase penting. Setelah satu tahun berjalan, ekosistem yang melibatkan lembaga jasa keuangan dan pelaku industri emas terus berkembang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberadaan bullion bank di Indonesia diharapkan mampu mengubah emas yang selama ini disimpan masyarakat menjadi bagian dari instrumen ekonomi dan keuangan yang lebih produktif.

Menurut Airlangga, terdapat sekitar 1.800 ton emas yang disebut masih berada dalam penyimpanan masyarakat atau sering dianalogikan sebagai emas yang disimpan “di bawah bantal”. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar USD252 miliar.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong masyarakat untuk mengalihkan sebagian kepemilikan emas ke dalam ekosistem keuangan formal.

Airlangga menilai apabila sebagian dari potensi tersebut dapat masuk ke dalam sistem keuangan melalui bank syariah maupun Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

“Kalau 20 persen saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan, ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau bisa kita lakukan,” ujar Airlangga dalam peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pengembangan bullion bank juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat hilirisasi. Selama ini, emas tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas pertambangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk manufaktur, perhiasan, instrumen investasi, hingga produk keuangan.

Kemenko Perekonomian menilai Indonesia telah memiliki rantai ekosistem emas yang relatif lengkap, mulai dari pertambangan, pemurnian atau refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, perdagangan, industri perhiasan hingga infrastruktur pasar.

Karena itu, pengembangan bullion tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan emas, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Pemerintah kini mendorong agar seluruh rantai tersebut semakin terintegrasi sehingga emas yang diproduksi di Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

Selain bullion bank, pemerintah juga menyiapkan penguatan infrastruktur pasar melalui bursa komoditas, perdagangan fisik emas, ETF emas, kliring hingga mekanisme settlement.

Airlangga menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi bagian penting agar pasar emas Indonesia dapat berkembang secara kredibel dan memiliki daya saing internasional.

Dengan semakin kuatnya ekosistem tersebut, emas diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai aset untuk disimpan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas akses investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG_4276.JPG

    Buku Mulai Aja Dulu Karya Ilham Febryan Hadir, Dorong Anak Muda Berhenti Menunda dan Mulai Bertindak

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta — Banyak anak muda memiliki mimpi besar, tetapi hanya sedikit yang benar-benar berani mengambil langkah pertama. Rasa takut gagal, takut tidak sempurna, hingga terlalu banyak berpikir sering kali membuat impian hanya berhenti sebagai angan. Berangkat dari fenomena tersebut, Ilham Febryan menghadirkan buku “Mulai Aja Dulu“, sebuah buku pengembangan diri yang mengajak generasi […]

  • WhatsApp Image 2025-11-28 at 10.09.56

    Habib Aboe Apresiasi Korlantas Polri, Tekankan Pendekatan Humanis Jelang Nataru 2025–2026

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, memberikan apresiasi terhadap kinerja Direktorat Lalu Lintas Polri dalam menghadapi tantangan pelayanan publik, khususnya menjelang arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan lalu lintas harus diukur dari implementasi nyata di lapangan, bukan semata paparan konsep di forum […]

  • Caessaria Comeback dengan Formasi Baru, Bertajuk “Dystopia” Tentang Dibalik Gelap Selalu Ada Cahaya

    Caessaria Comeback dengan Formasi Baru, Bertajuk “Dystopia” Tentang Dibalik Gelap Selalu Ada Cahaya

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Setelah hampir dua tahun sunyi, Caessaria kembali dengan album penuh berjudul “Dystopia.” Album ini lahir dari proses kreatif tiga personilnya yang kini menjadi pilar utama band setelah melewati banyak pergantian formasi. Arin Caessaria membawa vokal dengan karakter emosional sekaligus merancang konsep visual yang menjadi wajah album ini. Sementara Supernova menghadirkan eksplorasi […]

  • Kekuasaan Bukan untuk Menindas, Tapi Menjaga Martabat Rakyat

    Kekuasaan Bukan untuk Menindas, Tapi Menjaga Martabat Rakyat

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Dalam negara demokratis, kekuasaan idealnya digunakan untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Fungsi utama kekuasaan adalah menjamin keadilan, melindungi hak-hak dasar warga negara, serta menjaga martabat kemanusiaan. Namun dalam praktiknya, kekuasaan sering kali menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut. terutama ketika kritik rakyat dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas negara. Tragedi demonstrasi yang terjadi pada […]

  • 02c77ffc-25ca-49a1-a442-de96f1bac239

    Membangun Loyalitas di Tengah Persaingan Bisnis dan Era Digital

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Dunia pemasaran telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika dahulu pemasaran hanya berfokus pada bagaimana menjual produk sebanyak-banyaknya, saat ini orientasi tersebut telah bergeser menjadi bagaimana membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Perusahaan yang hanya mengejar transaksi sesaat akan sulit bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat […]

  • IMG-20260528-WA0010

    UPGRADING HMPS PMI 2026: Mengasah Kreativitas dan Membangun Karier Berkualitas

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) 2026 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Upgrading Internal pada Minggu, 25 Mei 2026, bertempat di Teater Lantai 6 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas internal organisasi, khususnya dalam […]

expand_less