Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sampah Kabupaten Malang Capai 1.094 Ton per Hari, Pesantren Didorong Terapkan Konsep Hijau

Sampah Kabupaten Malang Capai 1.094 Ton per Hari, Pesantren Didorong Terapkan Konsep Hijau

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sab, 3 Okt 2026

Lens IDN, Malang — Timbulan sampah di Kabupaten Malang mencapai sekitar 1.094 ton per hari pada 2026. Data tersebut disampaikan Dr. Nuning Nur Laila dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dalam Seminar dan Lokakarya I Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026.

Seminar bertajuk “Pesantren, Santri, dan Ekoteologi (Fiqhul Bi’ah) dalam Perspektif Fiqh Industri” itu berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, pada 2 Oktober 2026.

Dalam paparannya bertajuk “Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan: Dari Kabupaten Malang menuju Tanggung Jawab Ekologis”, Nuning menjelaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki luas wilayah sekitar 3.531 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa.

Dari timbulan sampah sekitar 1.094 ton per hari tersebut, sekitar 77 persen merupakan sampah organik. Sementara itu, sebanyak 75,82 persen sampah disebut telah terkelola.

Adapun sekitar 24,18 persen atau kurang lebih 265 ton sampah per hari masih belum terkelola.

Tantangan Lingkungan Semakin Kompleks

Nuning menjelaskan, persoalan sampah tidak dapat dilepaskan dari tantangan lingkungan yang lebih luas. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran menjadi sejumlah persoalan ekologis yang membutuhkan perhatian bersama.

Ia juga mengutip data United Nations Environment Programme (UNEP) 2024 yang menyebut timbulan sampah perkotaan dunia mencapai sekitar 2,1 miliar ton pada 2023. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 3,8 miliar ton pada 2050 apabila pola pengelolaan sampah tidak mengalami perubahan.

Dalam perspektif Islam, Nuning menguraikan tiga landasan utama dalam membangun tanggung jawab ekologis, yakni manusia sebagai khalifah, alam sebagai amanah, dan pentingnya menjaga kemaslahatan.

Manusia, menurut pemaparan tersebut, memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan bumi sekaligus mencegah kerusakan. Pemanfaatan sumber daya alam juga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dan kepentingan generasi mendatang.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan QS. Al-A’raf ayat 56 yang memuat larangan melakukan kerusakan di muka bumi.

Aktivitas Pesantren Juga Memiliki Jejak Lingkungan

Dalam perspektif fiqh industri, Nuning mengingatkan bahwa berbagai kegiatan di lingkungan pesantren juga menghasilkan dampak lingkungan.

Aktivitas dapur, kantin, laundry, koperasi, peternakan, hingga unit usaha pesantren dapat menghasilkan air limbah, sisa makanan, minyak jelantah, dan kemasan plastik.

Karena itu, pengelolaan kegiatan usaha di pesantren perlu memperhatikan kewajiban terkait dokumen dan persetujuan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut materi yang disampaikan Nuning, konsep produksi yang baik tidak cukup hanya memenuhi aspek halal dan tayyib, tetapi juga perlu memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Lima Langkah Menuju Pesantren Hijau

Untuk memperkuat budaya ramah lingkungan, Nuning menawarkan lima langkah yang dapat diterapkan pesantren.

Pertama, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, pemborosan makanan, serta penggunaan air dan energi. Kedua, melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Ketiga, sampah yang masih dapat dimanfaatkan dapat diolah melalui kompos, biopori, bank sampah, maupun kegiatan daur ulang. Keempat, air limbah, minyak jelantah, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) perlu dikelola sesuai ketentuan.

Kelima, pesantren perlu mengukur hasil pengurangan sampah dan penggunaan sumber daya. Pengukuran diperlukan agar upaya perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui Seminar dan Lokakarya I PPSN VI 2026, para santri diharapkan tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di pesantren, keluarga, dan masyarakat.

Semangat tersebut dirangkum melalui pesan “Pesantren Hijau, Masa Depan Bersama”, yang menempatkan pesantren dan santri sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian ekologis secara berkelanjutan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026-06-05 at 20.02.58 (1)

    Demo Serentak di Kejagung, Mabes Polri, dan KPK, Mahasiswa Tuntut Pengusutan Dana Reses Agung Bagus Pratiksa Linggih

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta –  Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Bali melakukan aksi unjuk rasa di tiga instansi sekaligus yakni Kejaksaan Agung RI, Mabes Polri, dan KPK (5/6/2026). aksi ini menuntut agar dilakukannya penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dana reses yang dilakukan oleh ketua komisi II DPRD Provinsi Bali, yakni Agung Bagus Pratiksa Linggih. Aksi ini dilakukan atas […]

  • Taman Bendera Pusaka

    APKLI Perjuangan Dukung Penuh Pembangunan Taman Bendera Pusaka, Ikon Sejarah dan Ekonomi Baru Jakarta

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Pembangunan Taman Bendera Pusaka Jakarta resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Pramono Anung Wibowo di Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Agustus 2025. Proyek prestisius ini dirancang tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau yang mempercantik kota, tetapi juga menjadi ikon sejarah nasional dan destinasi wisata edukasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan […]

  • Giant-Seawall-Tak-Hanya-Lindungi-Pesisir-Pemerintah-Dorong-Pertumbuhan-Ekonomi-Daerah-1024x683

    Presiden Prabowo Matangkan Giant Seawall Pantura, Siapkan Kawasan Ekonomi Baru untuk Lindungi Jutaan Warga

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026), untuk membahas percepatan pembangunan giant seawall atau tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura). Proyek strategis nasional ini dirancang tidak hanya untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah, tetapi juga […]

  • IMG-20260424-WA0008

    Andalan Dental Aesthetic Berkontribusi untuk Masa Depan Anak Bangsa Lewat Edukasi Kesehatan Gigi di Pekanbaru

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Pekanbaru — Andalan Dental Aesthetic terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas. Tidak hanya sebagai pelopor klinik gigi estetik dengan teknologi modern di Pekanbaru, Andalan Dental Aesthetic juga berperan aktif dalam mempersiapkan masa depan anak bangsa melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial […]

  • 40b142cd-1d9d-4bbf-85fe-864829c8c949

    Luis Nani Soroti Rafael Leão Pakai Nomor 7 Cristiano Ronaldo

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Keputusan Rafael Leão mengenakan nomor punggung 7 bersama Timnas Portugal setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan skuad menjadi perhatian. Mantan winger Portugal, Luis Nani, disebut menyoroti waktu pemberian nomor ikonik tersebut kepada Leão. Leão mengenakan nomor 7 ketika Portugal menghadapi Denmark dalam pertandingan UEFA Nations League. Sebelumnya, nomor tersebut identik dengan Cristiano Ronaldo […]

  • WhatsApp Image 2025-12-28 at 19.51.36

    Bencana Aceh-Sumatera, Kordinator Lingkungan Uwais Thoriq: Kombinasi Kelumpuhan Ekologi, Negara yang Gagap, dan Kerusakan Sistemik

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Gelombang banjir bandang dan longsor hebat yang mengguncang Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang Desember 2025 kini telah memakan korban jiwa lebih dari 1.137 orang, dengan 163 masih hilang, (data BNPB hingga 27 Desember 2025). Jumlah tersebut belum termasuk ribuan penduduk yang luka, terluka, dan hampir setengah juta jiwa […]

expand_less