Bagas Yulianto Apresiasi Ketegasan Kapolri, Pemuda Berdampak Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

Bagas Yulianto, Founder Pemuda Berdampak. (Foto: Dok/Ist).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lens IDN, Banten — Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Polri dalam menangani dugaan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta sejumlah pejabat negara dan tokoh publik.
Sebagaimana disampaikan Bareskrim Polri pada 3 November 2026, perkara dugaan penyadapan ilegal (illegal tapping), akses ilegal (illegal access), dan penghapusan data elektronik tersebut telah memasuki tahap penyidikan. Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan. Sementara satu orang lainnya masih berstatus saksi.
Bagas Yulianto menilai langkah pengusutan perkara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan transparansi di tubuh Polri.
“Kami mengapresiasi ketegasan Kapolri dan jajaran Polri dalam mengungkap serta menindaklanjuti perkara ini. Tidak boleh ada siapa pun yang kebal hukum, termasuk pejabat yang memiliki kedudukan di institusi negara. Semua harus diproses secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegas Bagas.
Ia juga menegaskan bahwa Pemuda Berdampak siap bersinergi bersama Polri dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan NKRI.
Menurutnya, dukungan terhadap institusi kepolisian harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan kritik yang konstruktif demi terwujudnya Polri yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.
“Kritik bukan berarti membenci institusi, dan dukungan bukan berarti membenarkan setiap tindakan. Kami ingin Polri semakin kuat, bersih, berintegritas, serta selalu hadir melindungi dan mengayomi rakyat,” tambahnya.
Pemuda Berdampak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses hukum, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
- Penulis: Devina
