Tekan Angka Perundungan, Mahasiswa KKN Untidar Adakan Sosialisasi Anti-Bullying di MI Ma’arif Qomarul Huda Banaran
- account_circle Azkatia
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026

Mahasiswa KKN Untidar selenggarakan sosialisasi bertema "Mencegah Bullying melalui Penguatan Pendidikan Karakter". (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Temanggung – Bullying merupakan perilaku menyimpang yang dapat terjadi sejak anak berada di sekolah dasar, baik dalam bentuk verbal seperti ejekan, penghinaan, dan ancaman, maupun tindakan fisik. Perilaku ini tidak hanya menyakiti perasaan korban, tetapi juga dapat berdampak serius, seperti menurunnya rasa percaya diri, stres berkepanjangan, hingga cedera fisik. Kasus bullying di sekolah masih menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan. Menyadari urgensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Mencegah Bullying melalui Penguatan Pendidikan Karakter”.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4-6 MI Ma’arif Qomarul Huda di Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung.
Sosialisasi berlangsung di aula Balai Desa Banaran dengan antusias dari para siswa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman awal bagi siswa tentang dampak negatif bullying, baik secara fisik maupun verbal.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini dirancang dengan metode penyampaian yang komunikatif dan interaktif agar pesan edukasi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN Universitas Tidar memaparkan materi secara sistematis, mulai dari definisi perundungan, pengenalan berbagai jenis bullying (fisik, verbal, sosial, hingga cyber), dampak negatif bagi korban, hingga langkah konkret bagi siswa untuk berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua.
Salah satu mahasiswa KKN mengatakan, “Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak SD. Dengan memahami nilai-nilai kebaikan dan toleransi, kami ingin adik-adik di MI Ma’arif Qomarul Huda memahami bahwa setiap orang berhak merasa aman di sekolah. Dengan memperkuat karakter seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan tanpa rasa takut.”
Atribut berupa bingkai foto bertuliskan “KKN UNTIDAR – STOP BULLYING” menjadi daya tarik bagi siswa.
Harapan dari aksi ini adalah pesan yang disampaikan tidak hanya menjadi teori, tetapi juga menjadi komitmen pribadi agar siswa tidak melakukan bullying di sekolah maupun di rumah.
Pihak MI Ma’arif Qomarul Huda menyambut positif kegiatan ini. Kegiatan dianggap relevan dalam membentuk kepribadian siswa yang berakhlak, sesuai dengan nilai-nilai pendidikan yang diamalkan di madrasah. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan Desa Banaran, khususnya lingkungan MI Ma’arif Qomarul Huda, dapat menjadi zona bebas bullying sehingga setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan percaya diri serta saling mendukung satu sama lain.
- Penulis: Azkatia
