Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pendidikan » Optimalkan Lahan Kosong, CV Kans.Id dan KKN UNS Seloromo Perkuat Ketahanan Pangan Masa Depan

Optimalkan Lahan Kosong, CV Kans.Id dan KKN UNS Seloromo Perkuat Ketahanan Pangan Masa Depan

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Jum, 13 Feb 2026

Lens IDN, SELOROMO – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, CV. Kans Indonesia bersinergi dengan mahasiswa KKN UNS Desa Seloromo menggelar pelatihan intensif mengenai optimasi lahan kosong untuk ketahanan pangan masa depan, 2 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Seloromo ini fokus pada pemanfaatan area tidak produktif di sekitar hunian warga. Mengingat tantangan pangan global yang semakin dinamis, edukasi ini menjadi langkah konkret untuk membangun kedaulatan pangan dari level rumah tangga.

Latar Belakang: Potensi Tanah Andosol Gunung Lawu

Terletak di lereng Gunung Lawu, Desa Seloromo sebenarnya dianugerahi kekayaan alam luar biasa berupa tanah Andosol yang sangat subur akibat aktivitas vulkanik. Namun, potensi emas ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga, sehingga masih banyak ditemukan “tanah mati” atau lahan bera yang terbengkalai. Menanggapi hal tersebut, CV. Kans Indonesia berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UNS Desa Seloromo menggelar pelatihan optimasi lahan kosong untuk mengatasi permasalahan tersebuut.

Memahami Ketahanan Pangan dan Urban Farming

Acara dibuka dengan pemaparan mendalam mengenai urgensi ketahanan pangan. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan stok nasional, melainkan kemampuan setiap keluarga untuk mengakses pangan sehat secara mandiri. Sebagai solusi di lahan terbatas, konsep Urban Farming diperkenalkan sebagai metode pertanian modern yang efisien, mudah dilakukan, dan mampu mengubah estetika lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomis.

Penyampaian Materi Oleh Narasumber

Menghadirkan narasumber Yoga Pratama Setyoyuniyanto, S.P. dari CV. Kans Indonesia, peserta dibekali pemahaman teknis mengenai tata kelola lahan yang efektif dan pemilihan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa kunci dari optimasi lahan kosong terletak pada pemilihan teknik yang tepat dan perawatan yang konsisten. Yoga juga memaparkan mengenai keunggulan metode kebun pekarangan sebagai solusi praktis bagi warga. Beberapa manfaat utama yang ditekankan antara lain:

  • Efisiensi Ekonomi: Menekan pengeluaran belanja dapur harian karena kebutuhan sayuran tersedia di depan rumah.
  • Kualitas Pangan: Menghasilkan pangan yang lebih segar, organik, dan bebas pestisida kimia berbahaya.
  • Kelestarian Lingkungan: Memperbaiki struktur tanah dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di area pemukiman.
  • Pemanfaatan Limbah: Kebun pekarangan memudahkan pengelolaan sampah organik rumah tangga untuk dijadikan kompos langsung di tempat.

“Lahan kosong di sekitar kita memiliki potensi besar jika dikelola dengan ilmu yang tepat. Ini bukan hanya soal menanam, tapi soal investasi masa depan untuk ketersediaan gizi keluarga,” ujar Yoga.

Tindak Lanjut: Distribusi Bibit Cabai dan Terong

Sebagai wujud nyata dari pelatihan ini, penyelenggara melakukan aksi tindak lanjut dengan membagikan bibit tanaman cabai dan terong kepada warga. Pemilihan kedua jenis tanaman ini didasarkan pada tingkat konsumsi yang tinggi serta kemudahan dalam perawatan, sehingga warga dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat di pekarangan masing-masing.

Harapan ke Depan

Melalui sinergi antara CV. Kans Indonesia dan KKN UNS Desa Seloromo, diharapkan warga Desa Seloromo dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang lebih mandiri. Proyek ini diharapkan menjadi pemantik munculnya kawasan rumah pangan lestari yang mampu menginspirasi desa-desa sekitar dalam menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Hari Perumahan Nasional, Saatnya Merdeka Memiliki Rumah

    Di Hari Perumahan Nasional, Saatnya Merdeka Memiliki Rumah

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Setiap tanggal 25 Agustus, Indonesia memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas). Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk mengingatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat akan pentingnya hunian layak, sehat, serta terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejarah Hari Perumahan Nasional Hari Perumahan Nasional memiliki sejarah panjang yang berawal dari Kongres Perumahan […]

  • WhatsApp Image 2025-12-08 at 21.29.49

    Mahkota untuk Mempelai Pria: Tradisi Unik di Pesisir Selatan

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Pernikahan merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan, dan setiap wilayah di Indonesia memiliki cara yang khas dalam melaksanakan prosesi tersebut. Dalam masyarakat Minangkabau pengantin perempuan umumnya menggunakan hiasan kepala bertingkat, terdiri dari susunan ornamen bermotif dan berwarna keemasan yang disebut dengan suntiang. Di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, tepatnya […]

  • Riset Anti-Pembajakan Film Lanjut ke Bandung, Bertepatan Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan

    Riset Anti-Pembajakan Film Lanjut ke Bandung, Bertepatan Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bandung – Bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, riset nasional untuk memerangi pembajakan film kembali digelar, kali ini di Kota Bandung. Kegiatan bertajuk “Literasi Digital Anti Pembajakan” ini berlangsung di CWS BRIN, Komplek LIPI, dipimpin oleh Dr. Daniel Susilo, Associate Professor dan Peneliti Tamu di INTI International University Malaysia, dengan dukungan penuh […]

  • korban-banjir

    Banjir Aceh, Legislator Harap Prabowo Konsisten dalam Pemberantasan Pembalakan Hutan

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti lemahnya kinerja kementerian dan lembaga yang memiliki otoritas di sektor kehutanan. Ia menyatakan, bencana banjir Aceh dan tanah longsor yang terjadi setiap tahun, bahkan setiap saat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan masih belum efektif. Firman juga menyoroti kerusakan hutan yang semakin tidak […]

  • WhatsApp Image 2026-01-28 at 12.07.29

    Tekan Angka Perundungan, Mahasiswa KKN Untidar Adakan Sosialisasi Anti-Bullying di MI Ma’arif Qomarul Huda Banaran

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Temanggung – Bullying merupakan perilaku menyimpang yang dapat terjadi sejak anak berada di sekolah dasar, baik dalam bentuk verbal seperti ejekan, penghinaan, dan ancaman, maupun tindakan fisik. Perilaku ini tidak hanya menyakiti perasaan korban, tetapi juga dapat berdampak serius, seperti menurunnya rasa percaya diri, stres berkepanjangan, hingga cedera fisik. Kasus bullying di sekolah […]

  • 20251018_153942

    Strategi Korea Selatan dalam Pemanfaatan Industri Hiburan dan Kecantikan sebagai Instrumen Soft Power Global

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Di era global saat ini, kekuatan sebuah negara tidak lagi hanya diukur dari seberapa besar militernya atau sekuat apa ekonominya. Ada kekuatan lain yang jauh lebih efektif, yaitu budaya. Melalui budaya, sebuah negara dapat memengaruhi cara dunia memandangnya tanpa harus menekan atau memaksa. Inilah yang disebut soft power, yakni kekuatan untuk […]

expand_less