Antonio Conte Kritik Jorge Jesus soal Perlakuan terhadap Cristiano Ronaldo
- account_circle Azkatia
- calendar_month 15 jam yang lalu

Antonio Conte melontarkan kritik tajam kepada pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, terkait perlakuannya terhadap Cristiano Ronaldo. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta — Antonio Conte melontarkan kritik tajam kepada pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, terkait perlakuannya terhadap Cristiano Ronaldo. Conte menilai keputusan memanggil Ronaldo ke skuad Portugal tetapi kemudian menempatkannya di bangku cadangan harus didasari pertimbangan yang jelas dan disampaikan dengan penuh rasa hormat.
Menurut Conte, Ronaldo bukan pemain biasa. Meski telah berusia 41 tahun, kapten Portugal tersebut tetap memiliki pengalaman, kualitas, serta pengaruh besar terhadap tim.
“Lihat, menurut saya, ini sangat sederhana. Ini soal rasa hormat, dan yang terutama, soal kejujuran tatap muka yang jelas,” kata Conte.
Conte menilai Jorge Jesus seharusnya sudah memahami kondisi fisik Ronaldo sebelum memasukkannya ke dalam daftar pemain Timnas Portugal. Jika sang pelatih memang tidak memasukkan Ronaldo dalam rencana taktisnya, Conte menilai lebih baik pemain tersebut tidak dipanggil sejak awal.
“Anda memanggil pemain top, seorang juara mutlak seperti Cristiano, ke tim nasional. Anda membawanya ke lapangan latihan, Anda membawanya ke stadion, lalu Anda mendudukkannya di bangku cadangan seperti dia pemain biasa? Tidak,” ujar Conte.
“Jika dia tidak ada dalam pikiran Anda, jika dia tidak ada dalam ide taktis Anda, Anda biarkan dia di rumah. Anda tidak main-main dengan permainan media seperti ini.”
Conte Soroti Usia Cristiano Ronaldo
Conte juga menyinggung usia Cristiano Ronaldo yang kini telah mencapai 41 tahun. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sesuatu yang baru diketahui oleh Jorge Jesus ketika menentukan komposisi skuad Portugal.
“Jorge Jesus sudah tahu Cristiano berusia 41 tahun sebelum dia menyusun daftar skuad. Tidak ada yang bodoh! Anda tahu dia tidak bisa berlari selama 90 menit seperti kuda muda,” tutur Conte.
Namun, Conte menegaskan bahwa pemanggilan Ronaldo seharusnya memiliki alasan yang kuat. Ia menilai pengalaman, kepemimpinan, mentalitas, dan kualitas Ronaldo tetap dapat memberikan kontribusi besar bagi Portugal.
“Tapi jika Anda memanggilnya, itu karena Anda butuh kepribadiannya, kualitasnya, mentalitasnya,” lanjutnya.
Conte bahkan mempertanyakan apakah Ronaldo dipanggil hanya untuk kepentingan sorotan media. Menurutnya, perlakuan terhadap seorang pemain dengan status seperti Ronaldo harus dilakukan secara serius dan profesional.
Tuduh Jorge Jesus Memanfaatkan Nama Ronaldo
Kritik Conte kemudian semakin tajam ketika membahas perjalanan Jorge Jesus hingga dipercaya menangani Timnas Portugal. Ia menilai sang pelatih telah mendapatkan keuntungan dari popularitas Ronaldo.
“Dan kita harus bicara jujur soal bagaimana Jorge sampai di sini. Dia memanfaatkan Cristiano. Dia memanfaatkan nama Ronaldo, kehadirannya, sorotan globalnya untuk membuat dirinya terkenal di panggung internasional dan mendapatkan pekerjaan di tim Portugal!” kata Conte.
Conte menilai tidak pantas jika seorang pelatih memanfaatkan sosok Ronaldo ketika membutuhkan sorotan, tetapi kemudian memperlakukannya secara berbeda setelah mendapatkan posisi yang diinginkan.
“Anda ambil manfaat dari seorang raksasa, lalu ketika Anda dapat kekuasaan, Anda ludahi dia? Tidak. Ini yang tidak saya hormati,” tegasnya.
Conte Kritik Rencana Pertemuan dengan Ronaldo
Conte juga menyoroti kabar mengenai rencana pertemuan kembali antara Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo. Menurutnya, situasi tersebut justru dapat menjadi tidak serius apabila berujung pada pola yang sama.
“Dan sekarang saya baca mereka mau rapat lagi? Mereka duduk di meja bundar lagi, memohon, ‘Tolong, Cristiano, jangan pensiun, tetap bersama kami,’ membuat janji yang sama, hanya untuk mengulang sirkus memalukan ini dua bulan kemudian?” ujar Conte.
Ia menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang konyol dan tidak menunjukkan keseriusan dalam mengelola pemain sekaliber Ronaldo.
Conte kemudian mengingatkan Jorge Jesus bahwa hubungan antara pelatih dan pemain tidak hanya berkaitan dengan keputusan taktik, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan rasa hormat di ruang ganti.
“Jorge harus paham satu hal dengan sangat baik: Anda bisa menang perang ego kecil hari ini, tapi Anda kehilangan rasa hormat seluruh ruang ganti besok,” kata Conte.
“Cristiano sudah curahkan darah dan hidupnya untuk Portugal. Anda kelola dia dengan kata-kata jelas dan rasa hormat maksimal—atau Anda jangan panggil dia sama sekali.”
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus sebagai salah satu isu yang menarik perhatian dalam persiapan Timnas Portugal. Bagi Conte, status Ronaldo sebagai legenda sepak bola Portugal membuat setiap keputusan terkait dirinya harus dikomunikasikan secara terbuka, profesional, dan penuh penghormatan.
- Penulis: Azkatia

