Omar Berrada dan Jason Wilcox Terancam Dipecat Manchester United, Edwin van der Sar Disebut Jadi Kandidat Pengganti
- account_circle Azkatia
- calendar_month 49 menit yang lalu
- print Cetak

Jason Wilcox serta kemungkinan kembalinya Van der Sar masih menjadi bahan spekulasi. (Foto: Dok/Ist).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lens IDN, Jakarta– Manchester United kembali menjadi sorotan menyusul kabar kemungkinan perombakan di jajaran manajemen klub. CEO Omar Berrada dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox disebut-sebut berada dalam tekanan di tengah evaluasi terhadap kinerja tim dan struktur kepemimpinan di bawah kendali INEOS.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan besar di Old Trafford, terutama menjelang jeda internasional mendatang. Bahkan, nama legenda Manchester United, Edwin van der Sar, ikut dikaitkan dengan kemungkinan mengisi posisi CEO apabila klub benar-benar melakukan pergantian kepemimpinan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Manchester United mengenai pemecatan Berrada maupun Wilcox. Kabar mengenai Van der Sar sebagai calon pengganti juga belum mendapat konfirmasi resmi.
Omar Berrada dan Jason Wilcox Jadi Sorotan
Tekanan terhadap jajaran manajemen Manchester United tidak terlepas dari persoalan performa tim dan keputusan strategis klub.
Berrada menjabat sebagai CEO Manchester United, sedangkan Wilcox memegang peran penting dalam pengelolaan sepak bola, termasuk arah pembangunan skuad dan kebijakan olahraga klub.
Keduanya merupakan bagian dari struktur yang diharapkan mampu membawa perubahan setelah INEOS mengambil peran besar dalam pengelolaan operasional sepak bola Manchester United.
Namun, perjalanan klub masih diwarnai berbagai persoalan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari pendukung mengenai efektivitas strategi yang diterapkan oleh jajaran petinggi klub.
Laporan sejumlah media Inggris pada akhir Oktober menyebut Berrada dan Wilcox terlibat dalam pembicaraan mengenai masa depan pelatih Michael Carrick setelah Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth. Situasi ini turut membuat posisi sejumlah petinggi klub menjadi perhatian.
Edwin van der Sar Muncul dalam Spekulasi Pengganti CEO
Nama Edwin van der Sar menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian dalam spekulasi perubahan manajemen Manchester United.
Mantan penjaga gawang asal Belanda tersebut memiliki sejarah panjang bersama Setan Merah. Van der Sar memperkuat Manchester United pada 2005 hingga 2011 dan menjadi bagian penting dari kesuksesan klub, termasuk saat menjuarai Liga Champions 2008.
Setelah pensiun sebagai pemain, Van der Sar melanjutkan karier di dunia manajemen sepak bola. Ia pernah menjabat sebagai CEO Ajax Amsterdam dan terlibat dalam pengelolaan serta pengembangan klub Belanda tersebut.
Pengalaman sebagai mantan pemain sekaligus eksekutif sepak bola membuat namanya dianggap memiliki kedekatan dengan dunia olahraga dan manajemen klub.
Namun, kemungkinan Van der Sar kembali ke Old Trafford sebagai CEO masih sebatas spekulasi. Belum ada pernyataan resmi dari Manchester United maupun Van der Sar yang memastikan adanya pembicaraan mengenai posisi tersebut.
INEOS Dihadapkan pada Evaluasi Strategi
Sejak mengambil alih kendali operasional sepak bola Manchester United, INEOS membawa agenda perubahan dengan fokus pada profesionalisasi manajemen, pembenahan rekrutmen, dan pembangunan struktur olahraga yang lebih terarah.
Kehadiran Berrada dan Wilcox menjadi bagian dari upaya tersebut. Karena itu, apabila keduanya benar-benar diberhentikan, keputusan tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan strategi yang sebelumnya dibangun oleh INEOS.
Pergantian pejabat di level eksekutif bukan perkara sederhana. Klub perlu memastikan setiap perubahan memiliki tujuan yang jelas agar tidak mengganggu proses pembangunan tim dalam jangka panjang.
Di sisi lain, mempertahankan struktur yang ada juga membutuhkan evaluasi objektif terhadap hasil kerja, kebijakan transfer, serta kemampuan manajemen dalam menjalankan visi klub.
Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kondisi Manchester United?
Spekulasi mengenai masa depan Berrada dan Wilcox memunculkan kembali perdebatan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas kondisi Manchester United.
Sebagian pendukung mungkin menilai manajer dan pemain menjadi pihak yang paling terlihat ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Namun, ada pula pandangan bahwa tanggung jawab harus mencakup jajaran eksekutif yang menentukan arah kebijakan sepak bola klub.
Dalam sepak bola modern, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh pelatih dan pemain. Strategi perekrutan, perencanaan skuad, pengelolaan keuangan, serta stabilitas manajemen turut memengaruhi daya saing klub.
Karena itu, evaluasi terhadap Berrada dan Wilcox, jika benar dilakukan, perlu dilihat berdasarkan tanggung jawab dan keputusan yang berada dalam lingkup jabatan masing-masing.
Perombakan Manajemen Bisa Menjadi Babak Baru di Old Trafford
Manchester United membutuhkan stabilitas dan arah pembangunan yang konsisten untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris dan Eropa.
Jika kabar mengenai perubahan jajaran eksekutif benar-benar berkembang menjadi keputusan resmi, klub harus memastikan sosok pengganti memiliki visi yang sejalan dengan kebutuhan Manchester United.
Nama Edwin van der Sar tentu memiliki nilai historis bagi pendukung Setan Merah. Namun, pengalaman sebagai legenda klub dan mantan CEO Ajax saja belum cukup untuk memastikan bahwa ia akan menjadi pilihan manajemen.
Untuk saat ini, masa depan Omar Berrada dan Jason Wilcox serta kemungkinan kembalinya Van der Sar masih menjadi bahan spekulasi. Keputusan resmi dari Manchester United akan menjadi penentu apakah klub benar-benar memasuki babak baru dalam struktur kepemimpinannya.
Catatan verifikasi untuk redaksi: Laporan The Guardian dan Sky Sports pada 26 Oktober 2026 mengonfirmasi adanya pembicaraan Berrada dan Wilcox terkait masa depan Michael Carrick. Namun, laporan tersebut tidak mengonfirmasi bahwa keduanya akan dipecat atau bahwa Edwin van der Sar menjadi calon pengganti CEO.
- Penulis: Azkatia
