UPI Purwakarta Kembangkan Ekonomi Sirkular di Desa Karoya Lewat Karisma
- account_circle Azkatia
- calendar_month 18 jam yang lalu

Mahasiswa UPI Purwakarta Kembangkan Ekonomi Sirkular di Desa Karoya, Eceng Gondok Jadi Peluang Usaha. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Purwakarta – Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (HIMATRONIKA-AI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta mengembangkan inovasi berbasis ekonomi sirkular melalui program Karoya Inovasi Sirkular Mandiri (Karisma) di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Program pengabdian masyarakat yang berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026 ini dilaksanakan melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Kegiatannya mengintegrasikan pemanfaatan potensi lokal, peningkatan kualitas peternakan, dan penguatan kapasitas usaha masyarakat.
Sebanyak 49 peternak Kelompok Betok Mandiri serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran program tersebut. Melalui pendampingan ini, mahasiswa berupaya membantu masyarakat mengembangkan usaha yang lebih terstruktur sekaligus memanfaatkan sumber daya di sekitar desa.
Ketua Pelaksana Karisma, Dhavin Radithya Dhuha, mengatakan inovasi yang dikembangkan berangkat dari upaya melihat potensi desa sebagai sumber nilai ekonomi.
“Karisma adalah cara kami melihat potensi desa dengan sudut pandang baru. Eceng gondok yang dianggap masalah kami ubah menjadi pakan bernilai ekonomi, sementara peternak dan pelaku UMKM kami dampingi agar usahanya tertata dan mandiri,” ujar Dhavin.
Pemanfaatan Eceng Gondok untuk Mendukung Peternakan
Salah satu kegiatan utama Karisma adalah Karisma Feed, yakni pengembangan pakan ternak alternatif dengan memanfaatkan eceng gondok yang menjadi persoalan lingkungan di kawasan Waduk Cirata.
Dalam program ini, mahasiswa mengembangkan proses pengolahan eceng gondok menggunakan alat pencacah dan alat pencampur atau mixer. Komponen kedua peralatan tersebut disediakan oleh mitra Dtech Innovation, kemudian dirangkai oleh mahasiswa.
Bahan eceng gondok dicacah sebelum dicampur dengan tepung jagung dan tepung ikan sebagai bahan pendukung formulasi pakan. Peralatan tersebut diserahkan kepada ketua Kelompok Betok Mandiri pada 15 September 2026 untuk mendukung kegiatan kelompok.
Inovasi ini menargetkan penurunan biaya pakan sebesar 20–30 persen dari total biaya produksi selama empat bulan pelaksanaan. Namun, angka tersebut masih merupakan target yang perlu dievaluasi melalui penerapan di lapangan dengan mempertimbangkan kualitas pakan, kebutuhan nutrisi ternak, dan biaya pengolahan.
Selain membantu peternak mencari alternatif bahan pakan, program ini juga menargetkan pembentukan unit UMKM pakan ternak. Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan eceng gondok diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya lokal.
Perbaikan Tata Kelola Peternakan dan Kesehatan Unggas
Program Karisma juga mencakup Betok Sehat Mandiri yang berfokus pada peningkatan kualitas pengelolaan peternakan unggas.
Mahasiswa memperkenalkan sistem pencatatan atau recording melalui logbook harian. Pencatatan meliputi kebutuhan pakan, kematian dan kelahiran unggas, serta pendataan anakan agar peternak dapat memantau kondisi ternak secara lebih sistematis.
Selain itu, program ini mendorong penerapan biosekuriti dan sanitasi kandang. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan kandang dilakukan bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta.
Program tersebut menargetkan penurunan tingkat kematian unggas dari 10 persen menjadi 5 persen serta penggunaan logbook secara aktif oleh seluruh peternak sasaran pada akhir pelaksanaan. Pencapaian target ini tetap memerlukan pemantauan dan evaluasi berdasarkan data peternakan.
Salah seorang warga Desa Karoya menyampaikan bahwa penggunaan logbook membantu kelompok mengelola pencatatan kandang secara lebih teratur.
“Dulu pencatatan kandang kami belum jelas. Sekarang ada logbook dan aturan kandang yang bisa diikuti, jadi kami lebih mudah memantau ayam,” katanya.
Pelatihan UMKM untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi
Aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat diperkuat melalui Karisma Bina Usaha. Program ini memberikan pelatihan mengenai branding, manajemen usaha, dan pencatatan keuangan kepada warga Desa Karoya.
Pelatihan dilaksanakan pada 14 dan 29 Juli 2026 di Aula Desa Karoya dengan jumlah peserta sekitar 25 warga. Kegiatan tersebut didukung Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta.
Peserta juga mendapatkan pendampingan agar materi pelatihan dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Salah satu target program adalah menghasilkan sistem pencatatan keuangan digital yang dapat dimanfaatkan peternak dan pelaku UMKM.
Kemampuan mengelola keuangan dan membangun identitas produk menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Melalui pencatatan yang lebih tertib, pelaku UMKM diharapkan mampu memahami kondisi bisnis dan merencanakan pengembangan usaha berdasarkan data.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menjaga Keberlanjutan Program
Pelaksanaan Karisma melibatkan sejumlah mitra, antara lain Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta; Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta; Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Purwakarta; Pemerintah Kabupaten Purwakarta; Dtech Innovation; serta unsur pemberdayaan desa.
Dukungan mitra mencakup pelatihan UMKM, penyusunan SOP peternakan, dukungan perencanaan riset, hingga penyediaan komponen peralatan pengolahan pakan. HIMATRONIKA-AI juga menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) bersama mitra sebagai landasan kolaborasi.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program setelah masa pelaksanaan PPK Ormawa 2026 berakhir. Pendampingan teknis dan dukungan kelembagaan diperlukan agar peralatan, sistem pencatatan, dan keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus digunakan.
Melalui Karisma, mahasiswa UPI Kampus Purwakarta berupaya menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat desa. Pemanfaatan eceng gondok, perbaikan manajemen peternakan, dan penguatan UMKM menjadi tiga pendekatan yang saling melengkapi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Karoya.
Keberhasilan program ini selanjutnya akan bergantung pada penerapan hasil pendampingan secara konsisten, evaluasi manfaat ekonomi, serta kemampuan kelompok masyarakat mengelola inovasi secara mandiri dan berkelanjutan.
- Penulis: Azkatia

