Kans Indonesia dan UNS Dorong Pertanian Organik di Glagahwangi Melalui Penyuluhan PHT
- account_circle Azkatia
- calendar_month Ming, 26 Apr 2026

CV Kans Indonesia bersama Tim Hibah Jarpak Membangun Desa Universitas Sebelas Maret menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian organik. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Glagah Wangi — CV Kans Indonesia bersama Tim Hibah Jarpak Membangun Desa Universitas Sebelas Maret menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian organik serta pengendalian hama terpadu (PHT) bagi petani di Desa Glagahwangi, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas budidaya padi sekaligus menjawab persoalan degradasi lahan dan serangan hama yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut diikuti 27 petani terpilih, para ketua kelompok tani, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta perwakilan pemerintah desa. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian penyuluhan yang membahas pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, narasumber dari CV Kans Indonesia, Muhammad Aji Pamungkas, S.P., menjelaskan pentingnya pemulihan kondisi tanah yang selama ini terpapar penggunaan bahan kimia sintetis secara berlebihan.
“Perbaikan struktur tanah perlu dilakukan melalui penambahan bahan organik dan kompos secara bertahap agar kesuburan tanah kembali meningkat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan nutrisi organik dapat membantu meningkatkan kesehatan tanaman serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
Selain materi pertanian organik, peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai strategi pengendalian hama terpadu (PHT). Dalam sesi tersebut dijelaskan pentingnya sanitasi lahan, pemupukan berimbang, serta langkah penanganan tanaman setelah terserang hama.
Ketua Gapoktan Glagahwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu petani dalam memahami cara mengatasi berbagai jenis hama dan penyakit tanaman padi yang sering muncul di wilayah mereka.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara petani dan narasumber. Sebagai bentuk dukungan nyata, panitia juga menyerahkan bantuan berupa Pupuk Organik Cair (POC) kepada para peserta untuk mendukung penerapan pertanian organik di lahan mereka.
Melalui kolaborasi ini, CV Kans Indonesia dan UNS berharap dapat membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terpadu yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di berbagai daerah sebagai upaya mendukung ketahanan pangan lokal.
- Penulis: Azkatia

