Emas atau Saham? Menimbang Pilihan Investasi Anak Muda di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu

Ilustrasi - (Foto: Pinteres).
Lens IDN, Kolom – Minat generasi muda terhadap investasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan akses informasi dan platform digital membuat investasi tidak lagi identik dengan kelompok tertentu, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup finansial anak muda, termasuk mahasiswa. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, perdebatan mengenai pilihan investasi antara emas atau saham kembali mengemuka.
Emas selama ini dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif aman. Nilainya cenderung stabil dan sering dijadikan aset lindung nilai ketika terjadi inflasi atau ketidakpastian ekonomi global. Dalam situasi seperti saat ini, emas menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengutamakan keamanan aset dibandingkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Bagi anak muda yang baru mulai berinvestasi, emas menawarkan rasa aman karena risikonya lebih rendah dan pergerakan harganya tidak terlalu fluktuatif.
Di sisi lain, saham menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi. Investasi saham memungkinkan investor memperoleh imbal hasil dari kenaikan harga saham dan pembagian dividen perusahaan. Ketika perekonomian membaik dan kinerja perusahaan meningkat, saham dapat memberikan keuntungan yang signifikan. Namun, potensi tersebut tidak terlepas dari risiko yang besar. Pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, sentimen global, serta kebijakan ekonomi, sehingga fluktuasinya sulit diprediksi.
Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, memilih antara emas atau saham seharusnya tidak semata-mata didasarkan pada tren atau janji keuntungan. Pemahaman terhadap tujuan investasi dan kemampuan mengelola risiko menjadi hal yang jauh lebih penting. Investasi bukan hanya soal mencari keuntungan jangka pendek, tetapi juga tentang membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Alih-alih mempertentangkan emas dan saham, pendekatan yang lebih rasional adalah memahami karakter masing-masing instrumen dan menyesuaikannya dengan kondisi finansial pribadi. Strategi diversifikasi dengan mengombinasikan emas dan saham dapat menjadi pilihan yang bijak untuk menyeimbangkan keamanan aset dan peluang pertumbuhan nilai investasi.
Pada akhirnya, meningkatnya minat investasi di kalangan anak muda perlu diiringi dengan literasi keuangan yang memadai. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda tidak hanya menjadi investor yang ikut-ikutan, tetapi mampu mengambil keputusan finansial yang cerdas dan berkelanjutan.
*) Penulis adalah Meviliyana Reza Juwita Mahanani, Mahasiswa Pascasarjana Manajemen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Referensi:
CNN Indonesia. (2026). Pilih Emas atau Saham: Mana yang Lebih Cuan Tahun Ini.
- Penulis: Tim Redaksi
