Indonesia Dorong Kerja Sama Ekonomi dengan Afrika Berbasis Kemitraan Saling Menguntungkan
- account_circle Azkatia
- calendar_month 1 jam yang lalu

Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta— Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Afrika melalui kemitraan yang berorientasi pada manfaat bersama. Upaya tersebut menjadi bagian dari diplomasi Indonesia untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperluas ruang kolaborasi antarnegara berkembang.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pembahasan pembangunan Afrika pada Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sesi ke-81 di New York, Senin (12/10/2026).
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, membawa Semangat Bandung sebagai landasan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan Afrika. Prinsip solidaritas, saling menghormati, dan kesetaraan menjadi bagian penting dalam mendorong kemitraan yang lebih konkret.
Dalam pelaksanaannya, hubungan ekonomi Indonesia-Afrika dapat dikembangkan melalui perdagangan, investasi, penguatan kapasitas industri, dan kerja sama pembangunan. Pendekatan tersebut juga membuka peluang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan negara mitra dengan pengalaman serta kapasitas yang dimiliki Indonesia.
Salah satu forum yang digunakan Indonesia untuk memperkuat hubungan tersebut adalah Indonesia-Africa Forum (IAF). Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas peluang kerja sama serta membangun hubungan ekonomi yang lebih luas.
Pada penyelenggaraan IAF pertama pada 2018, forum tersebut menghasilkan kesepakatan bisnis senilai sekitar 586,56 juta dolar AS. Sementara itu, IAF kedua pada September 2024 mencatat 32 kesepakatan kerja sama dengan nilai lebih dari 3,5 miliar dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan skala kesepakatan yang dicatat dalam kedua forum. Namun, nilai kesepakatan tidak dengan sendirinya menunjukkan seluruh transaksi telah direalisasikan. Pelaksanaan dan manfaat ekonomi tetap bergantung pada tindak lanjut setiap kesepakatan.
IAF kedua di Bali mengusung tema Bandung Spirit for Africa’s Agenda 2063. Forum tersebut juga menyoroti sejumlah sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan mineral.
Agenda 2063 sendiri merupakan kerangka pembangunan jangka panjang Uni Afrika. Karena itu, kerja sama ekonomi dengan Indonesia dapat diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan negara-negara Afrika, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan kebijakan masing-masing negara.
Selain membuka peluang perdagangan dan investasi, kemitraan yang berkelanjutan membutuhkan koordinasi pemerintah, dunia usaha, serta lembaga pembangunan. Kepastian pelaksanaan proyek, penguatan kapasitas lokal, dan keberlanjutan manfaat menjadi aspek penting agar kesepakatan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi nyata.
Dengan menjadikan Semangat Bandung sebagai landasan, Indonesia mendorong hubungan dengan Afrika yang tidak berhenti pada dialog diplomatik. Kemitraan diharapkan berkembang menjadi kolaborasi konkret yang mendukung pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua kawasan.
- Penulis: Azkatia

