Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global, Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Konsumsi Nasional

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global, Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Konsumsi Nasional

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Kam, 16 Apr 2026

Lens IDN, Jakarta — Ketidakpastian global yang dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik serta gangguan rantai pasok masih menjadi tantangan serius bagi perekonomian dunia. Namun di tengah tekanan tersebut, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional berkat kuatnya konsumsi domestik, terutama yang ditopang oleh peran strategis kelas menengah.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 54–55 persen. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran kelas menengah dalam menjaga roda perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum IDE Katadata Future Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (15/04). Dalam kesempatan itu, ia mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dalam paparannya, Susiwijono menjelaskan bahwa dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada sektor energi dan logistik, berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global. Meski demikian, struktur ekonomi Indonesia dinilai relatif tangguh karena tidak terlalu bergantung pada perdagangan internasional dibandingkan sejumlah negara lain.

Sejumlah indikator makroekonomi nasional turut menunjukkan kinerja yang stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat berada di kisaran 5 persen, dengan tingkat inflasi yang terkendali. Selain itu, neraca perdagangan yang positif, cadangan devisa yang kuat, serta indeks keyakinan konsumen yang tetap terjaga menjadi faktor pendukung optimisme pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun 2026.

Di sisi lain, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap dinamika kelas menengah. Saat ini, kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah diperkirakan mencapai 66,35 persen dari total populasi, atau sekitar 185,35 juta jiwa. Kelompok ini menjadi tulang punggung konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

Namun demikian, pemerintah juga mencermati adanya pergeseran dari kelompok kelas menengah ke kelompok menuju kelas menengah. Fenomena ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap daya beli, khususnya di wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Selain itu, terjadi perubahan karakteristik kelas menengah, di antaranya pergeseran lapangan kerja yang semakin didominasi sektor jasa serta menurunnya proporsi pekerja formal. Pola konsumsi pun mengalami perubahan, dengan porsi pengeluaran lebih besar pada kebutuhan non-pangan seperti perumahan, transportasi, dan gaya hidup.

Susiwijono juga menyoroti fenomena Chilean Paradox, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi tidak selalu diikuti oleh pemerataan kesejahteraan. Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah agar kebijakan ekonomi tetap inklusif dan berkeadilan.

Sebagai respons, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat berbagai program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelas menengah. Selain bantuan sosial bagi kelompok rentan, pemerintah juga menggulirkan berbagai stimulus ekonomi seperti insentif perpajakan, dukungan pembiayaan perumahan melalui skema FLPP, insentif sektor otomotif, serta subsidi energi guna menjaga daya beli masyarakat.

“Kami akan memanfaatkan hasil survei sebagai referensi utama dalam merumuskan kebijakan ke depan. Kelas menengah sebagai penopang ekonomi nasional harus terus didorong agar tetap produktif dan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Susiwijono.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis kelas menengah akan tetap menjadi motor penggerak utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makan Bergizi Gratis

    Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: Poros Pelajar Tekankan Aspek Keamanan, Gizi, dan Keadilan

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Sejumlah organisasi pelajar dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pelajar Islam Indonesia (PII) yang tergabung dalam Poros Pelajar menggelar dialog bertajuk “Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: Peran Pelajar untuk Generasi Sehat dan Cerdas” di Barocks Cafe, Jakarta, Minggu (24/8). Ketua Umum PII, Abdul Qohar Ruslan, menegaskan bahwa […]

  • Gebrakan Kesehatan KKN UNS 2025: Warga Srimulyo Dibekali Edukasi Gizi, Stunting, dan Reproduksi Remaja

    Gebrakan Kesehatan KKN UNS 2025: Warga Srimulyo Dibekali Edukasi Gizi, Stunting, dan Reproduksi Remaja

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bantul – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menghadirkan gebrakan baru di bidang kesehatan bagi masyarakat Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Selama periode Juli–Agustus 2025, Kelompok KKN 001 yang berlokasi di Padukuhan Ngelosari fokus pada program pemberdayaan masyarakat melalui empat pilar edukasi utama: pencegahan stunting, pemahaman label […]

  • Bruno Fernandes Kesal Wasit Tak Minta Maaf Usai Insiden Penalti Kontra Fulham

    Bruno Fernandes Kesal Wasit Tak Minta Maaf Usai Insiden Penalti Kontra Fulham

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, melontarkan kekecewaannya terhadap wasit setelah insiden kontroversial saat timnya berhadapan dengan Fulham. Fernandes mengaku terganggu dengan insiden itu, meski ia menegaskan bahwa kegagalannya mengeksekusi penalti murni merupakan kesalahannya sendiri. Dalam laga tersebut, Fernandes terlibat kontak fisik dengan wasit tepat sebelum dirinya mengambil tendangan penalti. Insiden itu membuat […]

  • WhatsApp Image 2026-01-29 at 15.49.46

    Jelang Aksi Ojol, Intelkam PMJ Dorong Koalisi Ojol Nasional Tempuh Jalur Audiensi

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Metro Jaya (PMJ) melakukan silaturahmi dengan Komunitas Ojek Online yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON). Kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi serta menjaga stabilitas keamanan menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan komunitas pengemudi ojek online. Dalam pertemuan tersebut, pihak Dit Intelkam PMJ memberikan sejumlah […]

  • WhatsApp Image 2026-04-26 at 11.43.44

    Institut Ju-Jitsu Indonesia Bekasi Gelar Gashuku, Perkuat Kesiapan Atlet Hadapi Kompetisi Besar

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bekasi – Perguruan beladiri tertua dan terbesar di tanah air, Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI) Cabang Kota Bekasi, sukses menyelenggarakan kegiatan Gashuku Ju-Jitsu Kota Bekasi pada Minggu, 26 April 2026. Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al Muchtar, acara ini diikuti oleh 90 peserta (Ju-Jitsan) yang berasal dari berbagai Dojo di seluruh wilayah Kota Bekasi. […]

  • lagu nasional

    Sekjen PSSI Yunus Nusi Desak Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemutaran lagu-lagu nasional, termasuk Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, hingga Tanah Airku, akan dikenakan biaya royalti. Menurutnya, aturan tersebut tidak masuk akal dan justru mencederai semangat kebangsaan. Yunus menegaskan bahwa para pencipta lagu perjuangan tidak pernah mengharapkan imbalan materi. Lagu-lagu nasional […]

expand_less