Optimalkan Lahan Kosong, CV Kans.Id dan KKN UNS Seloromo Perkuat Ketahanan Pangan Masa Depan
- account_circle Azkatia
- calendar_month 7 jam yang lalu

Mahasiswa KKN UNS Desa Seloromo menggelar pelatihan intensif mengenai optimasi lahan kosong untuk ketahanan pangan masa depan, 2 Februari 2026. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, SELOROMO – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, CV. Kans Indonesia bersinergi dengan mahasiswa KKN UNS Desa Seloromo menggelar pelatihan intensif mengenai optimasi lahan kosong untuk ketahanan pangan masa depan, 2 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Seloromo ini fokus pada pemanfaatan area tidak produktif di sekitar hunian warga. Mengingat tantangan pangan global yang semakin dinamis, edukasi ini menjadi langkah konkret untuk membangun kedaulatan pangan dari level rumah tangga.
Latar Belakang: Potensi Tanah Andosol Gunung Lawu
Terletak di lereng Gunung Lawu, Desa Seloromo sebenarnya dianugerahi kekayaan alam luar biasa berupa tanah Andosol yang sangat subur akibat aktivitas vulkanik. Namun, potensi emas ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga, sehingga masih banyak ditemukan “tanah mati” atau lahan bera yang terbengkalai. Menanggapi hal tersebut, CV. Kans Indonesia berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UNS Desa Seloromo menggelar pelatihan optimasi lahan kosong untuk mengatasi permasalahan tersebuut.
Memahami Ketahanan Pangan dan Urban Farming
Acara dibuka dengan pemaparan mendalam mengenai urgensi ketahanan pangan. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan stok nasional, melainkan kemampuan setiap keluarga untuk mengakses pangan sehat secara mandiri. Sebagai solusi di lahan terbatas, konsep Urban Farming diperkenalkan sebagai metode pertanian modern yang efisien, mudah dilakukan, dan mampu mengubah estetika lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomis.
Penyampaian Materi Oleh Narasumber
Menghadirkan narasumber Yoga Pratama Setyoyuniyanto, S.P. dari CV. Kans Indonesia, peserta dibekali pemahaman teknis mengenai tata kelola lahan yang efektif dan pemilihan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa kunci dari optimasi lahan kosong terletak pada pemilihan teknik yang tepat dan perawatan yang konsisten. Yoga juga memaparkan mengenai keunggulan metode kebun pekarangan sebagai solusi praktis bagi warga. Beberapa manfaat utama yang ditekankan antara lain:
- Efisiensi Ekonomi: Menekan pengeluaran belanja dapur harian karena kebutuhan sayuran tersedia di depan rumah.
- Kualitas Pangan: Menghasilkan pangan yang lebih segar, organik, dan bebas pestisida kimia berbahaya.
- Kelestarian Lingkungan: Memperbaiki struktur tanah dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di area pemukiman.
- Pemanfaatan Limbah: Kebun pekarangan memudahkan pengelolaan sampah organik rumah tangga untuk dijadikan kompos langsung di tempat.
“Lahan kosong di sekitar kita memiliki potensi besar jika dikelola dengan ilmu yang tepat. Ini bukan hanya soal menanam, tapi soal investasi masa depan untuk ketersediaan gizi keluarga,” ujar Yoga.
Tindak Lanjut: Distribusi Bibit Cabai dan Terong
Sebagai wujud nyata dari pelatihan ini, penyelenggara melakukan aksi tindak lanjut dengan membagikan bibit tanaman cabai dan terong kepada warga. Pemilihan kedua jenis tanaman ini didasarkan pada tingkat konsumsi yang tinggi serta kemudahan dalam perawatan, sehingga warga dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat di pekarangan masing-masing.
Harapan ke Depan
Melalui sinergi antara CV. Kans Indonesia dan KKN UNS Desa Seloromo, diharapkan warga Desa Seloromo dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang lebih mandiri. Proyek ini diharapkan menjadi pemantik munculnya kawasan rumah pangan lestari yang mampu menginspirasi desa-desa sekitar dalam menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan.
- Penulis: Azkatia
