Peringati Harlah ke-66, PC PMII Paser Teken MoU Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan, Sekaligus Luncurkan Logo dan Website Resmi
- account_circle Azkatia
- calendar_month 13 jam yang lalu

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Paser resmi menjalin kerja sama strategis dengan DPPKBP3A Kabupaten Paser. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Paser – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Paser resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Paser. Kolaborasi ini berfokus pada langkah konkret pencegahan dan penanganan pelecehan seksual serta perundungan (bullying) di lingkungan perguruan tinggi dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan dalam momentum sakral malam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 yang dirangkai dengan peresmian website serta logo baru PMII. Kegiatan bersejarah ini berlangsung di Gedung Nahdlatul Ulama (NU), Jalan dr. Cipto Mangunkusumo, Kamis malam (22/05/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Kabupaten Paser, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diantaranya Kasat Intelkam Polres Paser AKP Cecep Ikon Saefulloh, serta perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta Badan Otonom (Banom). Turut hadir perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Agus Epriyanto, Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Pengurus Koordiantor Cabang (PKC) Kalimantan Timur, Amiratuzzakirah, serta ratusan undangan dari OKP hingga kalangan pelajar di Kabupaten Paser.
Peringatan Harlah ke-66 ini menjadi refleksi panjang perjalanan PMII sejak didirikan pada 17 April 1960 di Surabaya oleh para mahasiswa Nahdliyin. Memasuki usia ke-66 tahun, PC PMII Paser menerjemahkan tema besar nasional “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia” lewat langkah membumi, yakni turun tangan langsung mengatasi darurat kekerasan di ruang publik dan lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Paser, Yarahman, menegaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan ruang aman bagi generasi muda dari kejahatan seksual di kampus dan organisasi kepemudaan. Melalui momentum Harlah ke-66, PMII melakukan transformasi gerakan secara masif dengan aktif melakukan pencegahan, edukasi, dan kontrol sosial di ruang digital yang ditandai lewat peluncuran logo serta website resmi organisasi.
“Kejahatan seksual kini menjadi ancaman serius bagi masa depan pemuda. Sebagai wujud transformasi organisasi, PMII harus hadir dan ikut terlibat dalam penyadaran tentang kekerasan seksual, baik di lingkungan kampus maupun kepemudaan. PMII juga harus menembus ruang digital sebagai instrumen penyadaran baru,” jelas Yarahman.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Paser, Amir Faisol, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kerja sama yang dibangun oleh PMII Paser. Ia mengungkapkan bahwa selama dirinya menjabat di DPPKBP3A, PC PMII Paser menjadi organisasi pemuda pertama yang menjadi pionir dalam menginisiasi kerja sama formal penanganan kekerasan.
“PMII Paser menjadi organisasi pemuda pertama yang menjadi pionir dalam mendukung program kami. Wujud aksi nyata dari PMII Paser melalui edukasi di ruang digital ini dinilai sangat tepat dan kontekstual,” ujar Amir.
Lebih lanjut, Amir menjelaskan bahwa kekerasan seksual merupakan ancaman nyata yang meliputi kekerasan fisik, nonfisik, verbal, pelecehan di media sosial, hingga eksploitasi. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kepedulian bersama dari seluruh elemen kepemudaan, termasuk pengawasan di ruang digital. Ia menyebut pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga tengah menjalankan program pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak dan pengguna di bawah usia tertentu sebagai langkah pencegahan.
Di akhir acara, Amir Faisol berpesan kepada Ketua Kopri PKC Kalimantan Timur agar gerakan serupa dapat direplikasi di berbagai kabupaten maupun kota lainnya. Langkah masif ini diharapkan mampu mengoptimalkan upaya perlindungan sekaligus memberikan ruang aman yang inklusif bagi perempuan dan anak di seluruh Kalimantan Timur.
- Penulis: Azkatia

