Program Pelatihan Pembuatan Jamu Bubuk oleh Mahasiswa KKM Undar Dorong Terwujudnya “Kampung Jamu” di Desa Mojotrisno
- account_circle Azkatia
- calendar_month 14 jam yang lalu

Mahasiswa KKM UNDAR Kelompok F Desa Mojotrisno. (Foto: dok/ist).
Lens IDN, Jombang – Dusun Ngemplak Selatan kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kearifan lokal melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Jamu Bubuk yang diselenggarakan pada hari Selasa, 10 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai RW Dusun Ngemplak Selatan, Desa Mojotrisno, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa KKM UNDAR Kelompok F Desa Mojotrisno sebagai bagian dari upaya penguatan potensi unggulan desa dengan mengangkat branding “Kampung Jamu”.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh 20 warga yang terdiri dari pedagang jamu setempat, ibu rumah tangga, hingga pelaku usaha kecil. Kehadiran peserta yang beragam ini menunjukkan bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan juga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara bersama-sama.
Sejak pagi hari, suasana Balai RW sudah tampak ramai. Para peserta hadir dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu. Meja-meja telah disusun rapi dengan berbagai bahan baku seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, serta gula alami sebagai campuran. Aroma rempah yang khas memenuhi ruangan, menciptakan suasana hangat dan akrab.
Ketua pelaksana kegiatan dari KKM UNDAR Desa Mojotrisno, Septy Deas Hidayatus Sholihah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan identitas desa. Dusun Ngemplak Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan produk jamu tradisional, mengingat banyaknya warga yang telah lama berkecimpung sebagai pedagang jamu.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga tidak hanya mampu memproduksi jamu dalam bentuk cair, tetapi juga dapat mengembangkan inovasi dalam bentuk jamu bubuk yang lebih praktis, tahan lama, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini adalah langkah awal menuju terwujudnya Kampung Jamu,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan rempah menjadi bubuk, proses pengeringan yang tepat, teknik pengayakan agar menghasilkan tekstur halus, hingga cara pengemasan yang higienis dan menarik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya standar kebersihan serta potensi pemasaran produk secara online.
Selama proses praktik, para peserta tampak antusias. Mereka aktif bertanya, mencoba secara langsung proses penumbukan dan pengayakan, serta berdiskusi mengenai komposisi bahan yang tepat agar rasa jamu tetap khas namun lebih modern dan diterima oleh generasi muda. Meski suasana sempat ramai karena antusiasme peserta, kegiatan tetap dapat dikondisikan dengan baik oleh panitia.
Salah satu peserta yang merupakan pedagang jamu keliling, Sukini mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. Sukini menyampaikan bahwa selama ini ia hanya menjual jamu dalam bentuk cair yang harus habis dalam waktu singkat. Dengan adanya pengetahuan tentang pembuatan jamu bubuk, ia optimistis dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan pendapatan.
Selain praktik pembuatan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai strategi branding produk. KKM UNDAR Desa Mojotrisno mendorong warga untuk mulai memikirkan kemasan yang mencerminkan identitas lokal Dusun Ngemplak Selatan. Label “Kampung Jamu” diharapkan dapat menjadi ciri khas yang membedakan produk mereka dari produk jamu lainnya di pasaran.
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, namun juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya produk jamu bubuk yang tahan lama dan mudah didistribusikan, berpeluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas baik melalui toko oleh-oleh maupun platform digital menjadi semakin terbuka.
Kegiatan pelatihan berlangsung selama beberapa jam dan ditutup dengan sesi evaluasi serta foto bersama. Para peserta tampak puas dengan hasil praktik yang telah mereka lakukan. Beberapa di antaranya bahkan sudah merencanakan untuk mencoba memproduksi jamu bubuk secara mandiri di rumah.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM UNDAR Desa Mojotrisno, Winda Nurlaily Rafikalia S.Hub.Int., M.A. berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan mendukung terwujudnya Dusun Ngemplak Selatan sebagai “Kampung Jamu”. Ke depannya akan direncanakan pendampingan lanjutan terkait legalitas produk, desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital agar produk jamu bubuk warga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara mahasiswa KKM dan masyarakat, potensi lokal yang selama ini telah ada kini mulai diarahkan secara lebih terstruktur. Pelatihan pembuatan jamu bubuk ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak harus meninggalkan tradisi, melainkan dapat mengolahnya menjadi peluang baru yang lebih bernilai. Melalui kegiatan ini, Dusun Ngemplak Selatan semakin mantap melangkah untuk dikenal sebagai Kampung Jamu—sebuah identitas desa yang tidak hanya membanggakan, namun juga mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warganya.
- Penulis: Azkatia
