Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » JKSN DIY Dorong Kepemimpinan Visioner KH. Asep Saifuddin Chalim untuk Menjaga Marwah dan Moderasi Nahdlatul Ulama

JKSN DIY Dorong Kepemimpinan Visioner KH. Asep Saifuddin Chalim untuk Menjaga Marwah dan Moderasi Nahdlatul Ulama

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026

Lens IDN, Yogyakarta – Menjelang penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendatang, wacana tentang arah dan kualitas kepemimpinan jam’iyyah kembali mengemuka. Di tengah perubahan sosial yang cepat, arus globalisasi, digitalisasi dakwah, serta penetrasi ideologi transnasional, NU dihadapkan pada tantangan besar untuk tetap menjaga marwah keulamaan dan perannya sebagai penopang moderasi Islam di Indonesia. Dalam konteks tersebut, Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan pentingnya figur kepemimpinan visioner yang berakar kuat pada tradisi keulamaan, salah satunya melalui sosok KH. Asep Saifuddin Chalim.

JKSN DIY menilai bahwa posisi Rois ‘Am NU bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah keilmuan dan moral yang menentukan arah jam’iyyah ke depan. NU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami teks dan tradisi, tetapi juga mampu membaca realitas sosial secara arif. “Kepemimpinan NU ke depan harus dipegang oleh sosok yang aliman, faqihan bi ulumiddin mashalihil ummah, memiliki integritas, serta berani menjaga khittah perjuangan di tengah tantangan zaman,” demikian ditegaskan dalam pernyataan sikap, Ketua JKSN DIY, Rofiq Anwar.

Dalam pandangan JKSN DIY, dinamika internal NU saat ini menuntut kepemimpinan yang mampu meredam friksi dan memperkuat konsensus ulama. Penguatan tata kelola kelembagaan, konsistensi arah perjuangan, serta upaya merawat persatuan dan kepercayaan warga nahdliyin menjadi agenda mendesak. Sosok KH. Asep Saifuddin Chalim dinilai memiliki kapasitas tersebut, mengingat rekam jejak panjangnya dalam dunia pesantren dan organisasi, serta kemampuannya menjembatani perbedaan dengan pendekatan keulamaan yang menenteramkan.

Tantangan eksternal NU juga semakin kompleks. Di satu sisi, publik menaruh harapan besar agar NU tetap menjadi penjaga moderasi, perekat pluralisme, dan penopang peradaban Islam yang ramah dan inklusif. Di sisi lain, derasnya arus informasi dan berkembangnya narasi keagamaan yang ekstrem menuntut NU tampil lebih proaktif dan relevan. JKSN DIY menilai, kepemimpinan KH. Asep Saifuddin Chalim yang dikenal moderat, inklusif, dan berakar pada tradisi pesantren, sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.

JKSN DIY juga menyoroti latar belakang historis dan keterikatan ke-NU-an KH. Asep Saifuddin Chalim. Beliau merupakan putra dari KH. Abdul Chalim Leuwimunding, salah satu ulama pendiri NU yang memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Keterhubungan historis ini dipandang memberikan legitimasi moral dan kultural yang kuat, sekaligus memperlihatkan kesinambungan tradisi keulamaan dalam kepemimpinan NU.

Dalam bidang pendidikan, KH. Asep Saifuddin Chalim dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Melalui pesantren tersebut, beliau mengembangkan visi pendidikan yang berorientasi masa depan, dengan menyiapkan santri yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi umat serta bangsa. JKSN DIY menilai, pengalaman dan visi pendidikan ini menjadi modal penting dalam memperkuat peran NU di tengah perubahan sosial yang cepat.

Selain itu, kiprah KH. Asep Saifuddin Chalim dalam penguatan organisasi guru NU melalui Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) juga menjadi pertimbangan penting. Peran tersebut menunjukkan kapasitas beliau dalam membangun jaringan, menggerakkan sumber daya manusia, serta memperkuat daya organisasi NU secara berkelanjutan. Ditambah dengan berbagai penghargaan nasional yang pernah diterima, JKSN DIY memandang KH. Asep sebagai figur yang diterima luas, baik di kalangan pesantren maupun masyarakat nasional.

Melalui kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai tradisi pesantren dengan pendekatan yang moderat dan inklusif, KH. Asep Saifuddin Chalim dinilai mampu menjaga keseimbangan antara keteguhan prinsip keulamaan dan keterbukaan terhadap dinamika zaman. JKSN DIY meyakini, kepemimpinan visioner semacam ini menjadi kunci untuk menjaga marwah NU, memperkuat moderasi Islam, serta memastikan Nahdlatul Ulama tetap relevan sebagai rumah besar ulama dan umat di tengah tantangan global yang terus berkembang.

  • Penulis: Azkatia
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG-20260406-WA0009

    Komitmen Melawan Kekerasan, DEMA FDIKOM UIN Jakarta Siap Kawal Kebijakan hingga Bangun Ruang Aman di Kampus

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif melalui penyelenggaraan Seminar Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Mahasiswa secara daring. Kegiatan ini mengusung tema “Melawan Kekerasan Seksual, Membangun Ruang Aman melalui Kebijakan dan Kesadaran Kolektif” sebagai […]

  • WhatsApp Image 2025-11-28 at 10.09.56

    Habib Aboe Apresiasi Korlantas Polri, Tekankan Pendekatan Humanis Jelang Nataru 2025–2026

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, memberikan apresiasi terhadap kinerja Direktorat Lalu Lintas Polri dalam menghadapi tantangan pelayanan publik, khususnya menjelang arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan lalu lintas harus diukur dari implementasi nyata di lapangan, bukan semata paparan konsep di forum […]

  • Persik Kediri Bidik Kemenangan Lawan PSBS Biak, Ong Kim Swee Tekankan Konsistensi Tim

    Persik Kediri Bidik Kemenangan Lawan PSBS Biak, Ong Kim Swee Tekankan Konsistensi Tim

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kediri – Persik Kediri berambisi meraih poin penuh saat melakoni laga tandang menghadapi PSBS Biak pada lanjutan kompetisi Super League 2025/2026, yang akan digelar pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kemenangan menjadi harga mati bagi Macan Putih demi menjaga persaingan dan tidak semakin tertinggal dari kontestan lainnya. Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, menegaskan […]

  • 1638WhatsApp_Image_2026-06-02_at_9.00.32_PM

    Pergantian Pimpinan BGN, Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Optimal

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari langkah penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan program prioritas nasional. Meski terjadi perubahan di jajaran pimpinan, pemerintah memastikan seluruh program dan layanan BGN, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetap berjalan optimal tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat. […]

  • 7342ucapkan-selamat-ke-jonatan-christie-menpora-erick-nilai-perjuangan-jojo-sangat-gigih-dan-menginspirasi

    Menpora Erick Thohir Apresiasi Kemenangan Jonatan Christie di Denmark Open 2025: Inspirasi bagi Atlet Indonesia

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Kemenangan gemilang tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, di ajang Denmark Open 2025 mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir. Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi para atlet muda Tanah Air. Dalam laga final yang […]

  • WhatsApp Image 2026-05-12 at 19.14.28

    Gubernur BEM FEB UTM Soroti Arah Kampus Usai Wacana Kelola MBG

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bangkalan – Pernyataan Rektor Universitas Trunojoyo Madura terkait kesiapan kampus dalam mengelola program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan keras dari Ahmad Tohir selaku Gubernur BEM FEB UTM. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan kampus yang semakin jauh dari fungsi utama perguruan tinggi sebagai institusi akademik. […]

expand_less