Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Gubernur BEM FEB UTM Soroti Arah Kampus Usai Wacana Kelola MBG

Gubernur BEM FEB UTM Soroti Arah Kampus Usai Wacana Kelola MBG

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sel, 12 Mei 2026

Lens IDN, Bangkalan – Pernyataan Rektor Universitas Trunojoyo Madura terkait kesiapan kampus dalam mengelola program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan keras dari Ahmad Tohir selaku Gubernur BEM FEB UTM. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan kampus yang semakin jauh dari fungsi utama perguruan tinggi sebagai institusi akademik.

Ahmad Tohir menilai, di tengah berbagai persoalan internal kampus yang hingga hari ini belum terselesaikan, pihak universitas justru sibuk menunjukkan kesiapan untuk mengelola program pemerintah di luar substansi pendidikan tinggi. Salah satu persoalan yang disoroti ialah pembukaan Fakultas Kedokteran UTM yang hingga kini masih belum menunjukkan kejelasan dan terkesan mangkrak.

“Bagaimana mungkin kampus berbicara siap mengelola program MBG, sementara persoalan besar di internal kampus sendiri masih belum mampu diselesaikan dengan baik? Fakultas Kedokteran yang sejak awal digadang-gadang menjadi langkah besar pengembangan kampus sampai hari ini belum menunjukkan kepastian yang jelas. Ini menjadi ironi besar,” tegas Ahmad Tohir.

Ia menilai bahwa kampus seharusnya fokus menyelesaikan persoalan akademik, peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas mahasiswa, kesejahteraan civitas akademika, serta pembangunan institusi yang benar-benar berdampak terhadap mutu pendidikan. Bukan justru masuk terlalu jauh menjadi pelaksana teknis program pemerintah.

“Kampus bukan dapur umum. Kampus bukan operator program populis pemerintah. Perguruan tinggi adalah ruang intelektual, ruang lahirnya gagasan dan ilmu pengetahuan. Jangan sampai universitas kehilangan marwah akademiknya hanya demi menunjukkan loyalitas terhadap program kekuasaan,” lanjutnya.

Menurut Ahmad Tohir, keterlibatan kampus sebagai pengelola teknis program MBG berpotensi mengaburkan independensi perguruan tinggi. Universitas seharusnya hadir sebagai pengawas, pengkaji, dan pemberi solusi berbasis akademik, bukan berubah fungsi menjadi badan operasional negara.

Ia juga menyayangkan sikap pimpinan kampus yang dinilai tidak membuka ruang dialog bersama mahasiswa sebelum menyampaikan wacana tersebut ke publik. Padahal mahasiswa merupakan bagian penting dari civitas akademika yang memiliki hak untuk mengetahui dan mengkritisi arah kebijakan kampus.

“Kami melihat ada kecenderungan kampus terlalu sibuk membangun citra di hadapan pemerintah dibanding mendengarkan suara mahasiswa dan menyelesaikan persoalan internal yang nyata dirasakan civitas akademika setiap hari,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ahmad Tohir menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk kebijakan yang berpotensi menggeser fungsi utama perguruan tinggi.

“Universitas harus tetap berdiri sebagai institusi pendidikan yang independen, kritis, dan berpihak pada pengembangan ilmu pengetahuan. Jangan jadikan kampus sebagai alat legitimasi program pemerintah sementara wajah pendidikan tinggi di internal kampus sendiri masih penuh persoalan,” pungkasnya.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2025-12-22 at 14.42.18

    AI Talent Day 2025 Soroti Pentingnya Kepemimpinan Perempuan dalam Transformasi Digital Nasional

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Transformasi digital di Indonesia tidak hanya membutuhkan kecanggihan teknologi, tetapi juga inklusivitas dan keberlanjutan. Pesan inilah yang mengemuka dalam perhelatan akbar AI Talent Day & Graduation 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) di The Luxus Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (17/12). Acara yang mengusung tema “Complete, […]

  • IMG-20251016-WA0018

    Puspita Martha Luluskan Lebih dari 700 Insan Kreatif dalam Perayaan “A Journey Through Time”

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Puspita Martha International Beauty School kembali menorehkan prestasi dengan meluluskan lebih dari 700 siswa dari berbagai program unggulan: School of Makeup, School of Hairdressing, serta School of Beauty Aesthetic & Spa. Para wisudawan berasal dari empat cabang utama Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya yang tergabung dalam angkatan Januari 2019 hingga 2025. […]

  • IMG-20260418-WA0002

    Transformasi Pendidikan Menuju Sistem Humanis

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Pendidikan di Indonesia masih menghadapi persoalan serius terkait pemerataan akses dan kualitas layanan. Kesenjangan fasilitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Banyak sekolah di daerah tertinggal belum memiliki sarana dasar yang memadai untuk pembelajaran. Partisipasi siswa pada jenjang menengah juga masih berbeda antar wilayah di berbagai provinsi. […]

  • WhatsApp Image 2026-05-05 at 13.27.00

    Peran Komunikasi Pariwisata dalam Mendorong Pertumbuhan Industri Pariwisata Nasional

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Pariwisata adalah salah satu bidang yang sangat berperan dalam meningkatkan perekonomian negara. Indonesia diakui sebagai negara yang memiliki banyak sumber daya alam dan warisan budaya yang kaya, sehingga menawarkan peluang besar di bidang pariwisata. Namun potensi itu tidak akan tumbuh dengan optimal tanpa adanya komunikasi pariwisata yang tepat. Di zaman digital […]

  • IMG-20251115-WA0000

    IKN: Janji Besar dan Kenyataan Pahit di Lapangan

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur merupakan salah satu proyek kebanggaan pemerintah Indonesia, yang sejak awal digadang-gadang menjadi simbol baru kemajuan bangsa dan pemerataan pembangunan nasional. Gagasan pemindahan ibu kota ini lahir dengan semangat mengurangi beban Jakarta yang selama ini menanggung beban berat sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi. Melalui […]

  • IMG_0746

    Produktif atau Sekadar Lelah? Mitos Besar Budaya Hustle

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kerja dihadapkan pada dua narasi besar yang saling berseberangan: budaya hustle dan work-life balance. Di satu sisi, budaya hustle memuja kerja keras tanpa henti, jam kerja panjang, dan pengorbanan waktu pribadi demi pencapaian karier. Di sisi lain, work-life balance menekankan keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, kesehatan mental, dan […]

expand_less