Lapas Narkotika Nusakambangan Perkuat Tata Kelola BMN Secara Akuntabel
- account_circle Azkatia
- calendar_month 9 jam yang lalu

Lapas Narkotika Nusakambangan memperkuat tata kelola BMN melalui inventarisasi aset. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Nusakambangan – Upaya memperkuat tata kelola Barang Milik Negara (BMN) terus dilakukan Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan. Salah satunya melalui kegiatan inventarisasi aset yang dilaksanakan pada Kamis (1/10).
Inventarisasi dilakukan untuk memastikan aset negara yang berada dalam pengelolaan lapas tercatat secara tepat dan memiliki identitas yang jelas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi fisik aset.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pendataan, pengecekan keberadaan aset, serta pemeriksaan identitas BMN. Aset yang telah melalui proses inventarisasi kemudian diberikan label untuk memudahkan identifikasi dan pengawasan.
Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung administrasi BMN yang lebih tertib. Dengan adanya data dan identitas aset yang jelas, proses pemantauan terhadap barang yang menjadi tanggung jawab lapas dapat dilakukan secara lebih terarah.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan, Andi Mulyadi, menyampaikan bahwa setiap aset negara perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab.
“Pengelolaan BMN harus didukung dengan data yang akurat dan kondisi aset yang teridentifikasi dengan jelas. Inventarisasi menjadi bagian penting untuk memastikan aset negara tercatat, terpantau, dan dikelola sesuai dengan ketentuan,” kata Andi.
Inventarisasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara. Pendataan yang dilakukan secara sistematis dapat membantu memastikan keberadaan dan status aset tetap terpantau.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan terus mendorong penerapan tata kelola BMN yang tertib, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan aset yang baik diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara berkelanjutan.
- Penulis: Azkatia

