Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » UPI Purwakarta Kembangkan Ekonomi Sirkular di Desa Karoya Lewat Karisma

UPI Purwakarta Kembangkan Ekonomi Sirkular di Desa Karoya Lewat Karisma

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 17 jam yang lalu

Lens IDN, Purwakarta – Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (HIMATRONIKA-AI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta mengembangkan inovasi berbasis ekonomi sirkular melalui program Karoya Inovasi Sirkular Mandiri (Karisma) di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

Program pengabdian masyarakat yang berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026 ini dilaksanakan melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Kegiatannya mengintegrasikan pemanfaatan potensi lokal, peningkatan kualitas peternakan, dan penguatan kapasitas usaha masyarakat.

Sebanyak 49 peternak Kelompok Betok Mandiri serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran program tersebut. Melalui pendampingan ini, mahasiswa berupaya membantu masyarakat mengembangkan usaha yang lebih terstruktur sekaligus memanfaatkan sumber daya di sekitar desa.

Ketua Pelaksana Karisma, Dhavin Radithya Dhuha, mengatakan inovasi yang dikembangkan berangkat dari upaya melihat potensi desa sebagai sumber nilai ekonomi.

“Karisma adalah cara kami melihat potensi desa dengan sudut pandang baru. Eceng gondok yang dianggap masalah kami ubah menjadi pakan bernilai ekonomi, sementara peternak dan pelaku UMKM kami dampingi agar usahanya tertata dan mandiri,” ujar Dhavin.

Pemanfaatan Eceng Gondok untuk Mendukung Peternakan

Salah satu kegiatan utama Karisma adalah Karisma Feed, yakni pengembangan pakan ternak alternatif dengan memanfaatkan eceng gondok yang menjadi persoalan lingkungan di kawasan Waduk Cirata.

Dalam program ini, mahasiswa mengembangkan proses pengolahan eceng gondok menggunakan alat pencacah dan alat pencampur atau mixer. Komponen kedua peralatan tersebut disediakan oleh mitra Dtech Innovation, kemudian dirangkai oleh mahasiswa.

Bahan eceng gondok dicacah sebelum dicampur dengan tepung jagung dan tepung ikan sebagai bahan pendukung formulasi pakan. Peralatan tersebut diserahkan kepada ketua Kelompok Betok Mandiri pada 15 September 2026 untuk mendukung kegiatan kelompok.

Inovasi ini menargetkan penurunan biaya pakan sebesar 20–30 persen dari total biaya produksi selama empat bulan pelaksanaan. Namun, angka tersebut masih merupakan target yang perlu dievaluasi melalui penerapan di lapangan dengan mempertimbangkan kualitas pakan, kebutuhan nutrisi ternak, dan biaya pengolahan.

Selain membantu peternak mencari alternatif bahan pakan, program ini juga menargetkan pembentukan unit UMKM pakan ternak. Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan eceng gondok diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya lokal.

Perbaikan Tata Kelola Peternakan dan Kesehatan Unggas

Program Karisma juga mencakup Betok Sehat Mandiri yang berfokus pada peningkatan kualitas pengelolaan peternakan unggas.

Mahasiswa memperkenalkan sistem pencatatan atau recording melalui logbook harian. Pencatatan meliputi kebutuhan pakan, kematian dan kelahiran unggas, serta pendataan anakan agar peternak dapat memantau kondisi ternak secara lebih sistematis.

Selain itu, program ini mendorong penerapan biosekuriti dan sanitasi kandang. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan kandang dilakukan bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta.

Program tersebut menargetkan penurunan tingkat kematian unggas dari 10 persen menjadi 5 persen serta penggunaan logbook secara aktif oleh seluruh peternak sasaran pada akhir pelaksanaan. Pencapaian target ini tetap memerlukan pemantauan dan evaluasi berdasarkan data peternakan.

Salah seorang warga Desa Karoya menyampaikan bahwa penggunaan logbook membantu kelompok mengelola pencatatan kandang secara lebih teratur.

“Dulu pencatatan kandang kami belum jelas. Sekarang ada logbook dan aturan kandang yang bisa diikuti, jadi kami lebih mudah memantau ayam,” katanya.

Pelatihan UMKM untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi

Aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat diperkuat melalui Karisma Bina Usaha. Program ini memberikan pelatihan mengenai branding, manajemen usaha, dan pencatatan keuangan kepada warga Desa Karoya.

Pelatihan dilaksanakan pada 14 dan 29 Juli 2026 di Aula Desa Karoya dengan jumlah peserta sekitar 25 warga. Kegiatan tersebut didukung Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta.

Peserta juga mendapatkan pendampingan agar materi pelatihan dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Salah satu target program adalah menghasilkan sistem pencatatan keuangan digital yang dapat dimanfaatkan peternak dan pelaku UMKM.

Kemampuan mengelola keuangan dan membangun identitas produk menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Melalui pencatatan yang lebih tertib, pelaku UMKM diharapkan mampu memahami kondisi bisnis dan merencanakan pengembangan usaha berdasarkan data.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menjaga Keberlanjutan Program

Pelaksanaan Karisma melibatkan sejumlah mitra, antara lain Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta; Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta; Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Purwakarta; Pemerintah Kabupaten Purwakarta; Dtech Innovation; serta unsur pemberdayaan desa.

Dukungan mitra mencakup pelatihan UMKM, penyusunan SOP peternakan, dukungan perencanaan riset, hingga penyediaan komponen peralatan pengolahan pakan. HIMATRONIKA-AI juga menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) bersama mitra sebagai landasan kolaborasi.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program setelah masa pelaksanaan PPK Ormawa 2026 berakhir. Pendampingan teknis dan dukungan kelembagaan diperlukan agar peralatan, sistem pencatatan, dan keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus digunakan.

Melalui Karisma, mahasiswa UPI Kampus Purwakarta berupaya menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat desa. Pemanfaatan eceng gondok, perbaikan manajemen peternakan, dan penguatan UMKM menjadi tiga pendekatan yang saling melengkapi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Karoya.

Keberhasilan program ini selanjutnya akan bergantung pada penerapan hasil pendampingan secara konsisten, evaluasi manfaat ekonomi, serta kemampuan kelompok masyarakat mengelola inovasi secara mandiri dan berkelanjutan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG-20251102-WA0024

    NasDem Jatim Gelar Rakerwil untuk Konsolidasi dan Pemantapan Arah Juang Menuju 2029

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Tahun 2025 sebagai langkah awal konsolidasi dan penetapan arah juang partai menuju kemenangan pada Pemilu 2029. Acara yang berlangsung di Dyandra Surabaya, Minggu (2/11/2025) ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPW, DPD, serta para anggota legislatif dari tingkat […]

  • IMG_2082.JPG

    Yarahman : Membaca Ulang Tata Kelola Pemberdayaan dan Subjektivitas Gerakan Pemuda di Kabupaten Paser

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Pembangunan sejati hari ini tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, proses ini harus lahir dari kesadaran birokrasi untuk menghadirkan ruang demokratis. Ruang tersebut ditandai oleh partisipasi aktif, kritis, dan berkelanjutan dari masyarakat—khususnya generasi muda—dalam pengambilan keputusan. Langkah ini menjadi jalan tengah untuk mewujudkan […]

  • Presiden Prabowo Saksikan Pelantikan Dewan Komisioner Baru LPS, Anggito Abimanyu Pimpin Lembaga Penjamin Simpanan

    Presiden Prabowo Saksikan Pelantikan Dewan Komisioner Baru LPS, Anggito Abimanyu Pimpin Lembaga Penjamin Simpanan

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyaksikan pengucapan sumpah dan janji jabatan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025). Upacara tersebut menandai dimulainya masa tugas baru para pimpinan LPS yang akan berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Pengangkatan jajaran Dewan Komisioner LPS ini […]

  • WhatsApp Image 2025-12-13 at 15.50.58

    Mahasiswa KMM Unisma Dampingi Siswa PKBM Bintang Bangsa Tumpang Belajar SPLDV Berbasis Gim Wordwall

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Malang — Program Kandidat Magister Mengajar (KMM) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar kegiatan Pendampingan Belajar PKBM pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan Media Wordwall di PKBM Bintang Bangsa Tumpang, Kabupaten Malang, 8 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar serta kemampuan matematis peserta didik Paket B yang berasal dari […]

  • IMG-20251029-WA0000

    TR 3 Serahkan Bantuan TJSL untuk SMP–SM AL Amin Sidoarjo

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Sidoarjo – Komitmen PT Telkom Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, Telkom Regional 3 menyerahkan bantuan perangkat digital kepada SMP–SM AL Amin, Desa Legok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/9). Bantuan berupa dua unit komputer lengkap dengan dukungan akses internet Indibiz […]

  • WhatsApp Image 2026-01-08 at 10.33.23

    Menyoal Pilkada Tak Langsung: Sesat Pikir Mengobati Demokrasi

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali hadir dalam ruang publik kita. Gagasan ini muncul dengan premis penyelamatan: menekan ongkos politik yang kian tak masuk akal, meredam polarisasi akar rumput, serta memangkas praktik politik uang yang masif. Sekilas, argumen tersebut tampak logis sebagai respons […]

expand_less