Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Tujuh Nelayan Kangean Ditangkap Usai Tolak Survei Migas: Aliansi Nelayan Desak Pemerintah Hentikan Eksplorasi

Tujuh Nelayan Kangean Ditangkap Usai Tolak Survei Migas: Aliansi Nelayan Desak Pemerintah Hentikan Eksplorasi

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025

Lens IDN, Kangean — Ketegangan kembali memuncak di perairan Kepulauan Kangean setelah tujuh nelayan setempat ditangkap pada Selasa, 4 November 2025, ketika berupaya mengusir kapal survei seismik 3D yang diduga beroperasi tanpa izin berlaku. Kasus ini memicu desakan keras dari Aliansi Nelayan Kangean agar pemerintah pusat dan daerah menghentikan seluruh aktivitas eksplorasi migas di wilayah tersebut.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan Juru Bicara Aliansi Nelayan Kangean, Khoirul, para nelayan setempat telah lama menolak rencana tambang migas. Penolakan ini diwujudkan dalam aksi demonstrasi di darat dan laut sejak 16 Juni 2025. Aktivitas survei yang terus dilakukan perusahaan dinilai mengancam ruang hidup dan keselamatan para nelayan.

Kronologi Penangkapan

Tujuh nelayan yang ditangkap masing-masing berinisial D, FR, AD, NM, MD, SF, dan MK. Peristiwa bermula sekitar pukul 11.30 WIB saat D mendengar suara ledakan dari arah laut yang diduga berasal dari aktivitas air gun kapal survei. Ledakan tersebut terdengar hingga radius 8–10 kilometer.

Pada pukul 12.00 WIB, ketujuh nelayan menggunakan satu perahu kecil berupaya mengusir kapal survei yang diduga bernama SK CANOPUS. Berdasarkan catatan nelayan, masa berlaku Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG) kapal tersebut telah habis pada 31 Oktober 2025, namun kapal tetap beroperasi di perairan Kangean.

Saat perahu nelayan mendekat hingga jarak sekitar 5–10 meter, para nelayan melihat puluhan aparatur kepolisian berada di atas kapal survei. Sekitar sepuluh polisi disebut mengarahkan senjata ke arah perahu nelayan, yang memicu situasi semakin mencekam.

Dalam pengejaran berikutnya, sebuah perahu karet berisi tujuh hingga sepuluh anggota kepolisian mengejar perahu nelayan. Perahu nelayan tertabrak dari sisi samping dan menghantam batu karang, menyebabkan kerusakan serius pada baling-baling dan badan perahu.

Para nelayan kemudian ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB di perairan Beto Tete. Mereka mengaku tidak melihat surat penangkapan, sementara enam telepon genggam milik nelayan disita. Enam dari tujuh nelayan dipindahkan ke perahu karet polisi, lalu ke kapal navigasi perusahaan yang diduga bernama MARVELIA 03, yang masa berlaku SPOG-nya juga disebut telah habis.

Selama perjalanan menuju Pelabuhan Batuguluk, para nelayan menerima intimidasi verbal. Keluarga mereka tidak dapat menghubungi para nelayan hingga berjam-jam, menyebabkan keresahan di kalangan warga. Para nelayan tiba di Pelabuhan Batuguluk sekitar pukul 17.00 WIB dan baru ditemukan oleh keluarga pada pukul 17.30 WIB.

Desakan dan Tuntutan

Berdasarkan rangkaian peristiwa tersebut, Aliansi Nelayan Kangean menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Mendesak Kementerian Perhubungan dan Syahbandar Kangean agar tidak memberikan izin sekaligus mengusir kapal-kapal survei seismik 3D dari perairan Kangean.
  2. Menuntut Kepolisian bertindak sesuai ketentuan hukum, memberikan perlindungan serta pelayanan yang adil kepada masyarakat.
  3. Menuntut PT Kangean Energy Indonesia untuk bertanggung jawab memulihkan kondisi sosial masyarakat Kangean.
  4. Mendesak Menteri ESDM, Gubernur Jawa Timur, dan Bupati Sumenep untuk menghentikan seluruh aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas di Pulau Kangean.

Aliansi Nelayan menilai tindakan para nelayan merupakan bentuk pembelaan lingkungan yang dilindungi Undang-Undang. Dalam perspektif hukum, masyarakat memiliki hak menyuarakan aspirasi serta mempertahankan ruang hidup, sebagaimana dijamin dalam UUD 1945, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan mengenai hak atas partisipasi publik.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Kangean yang menilai penangkapan tersebut sebagai upaya pembungkaman terhadap pembela lingkungan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan konflik dan mengembalikan situasi masyarakat sebagaimana sediakala.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2519WhatsApp_Image_2025-12-09_at_4.42.41_AM

    WNI Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Islamabad dengan Angklung, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia–Pakistan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Pakistan – Penyambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Islamabad, Pakistan, pada Senin (8/12/2025) berlangsung meriah dan penuh nuansa kebangsaan. Selain seremoni kehormatan resmi dari Pemerintah Pakistan, momen tersebut turut dimeriahkan oleh partisipasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menampilkan musik angklung dan lagu-lagu perjuangan saat Presiden tiba di hotel tempatnya bermalam. Penampilan angklung […]

  • Dibalik Cita-Cita Re-Kemerdekaan

    Dibalik Cita-Cita Re-Kemerdekaan

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Ach. Nurul Luthfi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Indonesia baru saja merayakan kemerdekaannya yang ke-80 tahun, di mana seharusnya dijadikan momen refleksi mendalam bagi negara untuk sebuah kemakmuran rakyatnya, bukan hanya sekadar perayaan seremonial. Di tengah kemeriahan upacara dan retorika patriotisme, muncul pertanyaan krusial, apakah Indonesia hari ini benar-benar sudah merdeka? Apakah kemerdekaan sudah dinikmati secara keseluruah masyarakat Indonesia? […]

  • sa

    Inovasi Electric Trolley Sprayer diterapkan untuk menunjang Produktivitas Kelompok Tani Pakal di Kelurahan Benowo

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Kelurahan Benowo di Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, menunjukkan bahwa kegiatan pertanian masih dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan kawasan perkotaan. Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Pakal terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman, termasuk dalam upaya mengurangi beban fisik dan meningkatkan efektivitas kerja melalui teknologi yang lebih ramah dan efisien. Di tengah […]

  • IMG-20251126-WA0006

    Workshop Hipnoterapi dan Peace EFT Power di Tasikmalaya, Gaungkan Hidup Lebih Damai

    • calendar_month Ming, 17 Feb 2019
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Tasikmalaya — Upaya meningkatkan kualitas kesehatan mental dan ketenangan jiwa terus mendapat perhatian masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan “Workshop Hipnoterapi dan Peace EFT Power: Menuju Hidup Lebih Damai” yang digelar di Fave Hotel Tasikmalaya, pada 17 Februari 2019. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Coach Yayat Pale, seorang praktisi pengembangan diri dan terapi pikiran. […]

  • publikasi_1776249202_69df6972f0082

    Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Energi Lewat AZEC Plus Summit 2026 di Tengah Krisis Timur Tengah

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada ketidakpastian pasokan energi global, Pemerintah Indonesia bersama Jepang dan negara-negara mitra dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC) mengambil langkah strategis melalui penyelenggaraan AZEC Plus Online Summit Meeting, Rabu (15/04). Pertemuan virtual ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Jepang, Takaichi […]

  • 99 Pengurus Daerah Se-Indonesia Siap Dukung Amri Akbar, Harapan Baru KAMMI Pusat

    99 Pengurus Daerah Se-Indonesia Siap Dukung Amri Akbar, Harapan Baru KAMMI Pusat

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Penanggung Jawab (PJ) Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), M. Amri Akbar, disebut sebagai harapan baru bagi kader KAMMI di seluruh Indonesia. Dukungan itu datang dari puluhan Ketua Pengurus Daerah (PD) di berbagai wilayah. Muhammad Imran, anggota Pengurus Pusat KAMMI, saat dihubungi media menyampaikan bahwa sudah […]

expand_less