Menko PMK Sugiono Percepat Program Kesehatan, Fokus CKG hingga Penguatan RSUD
- account_circle Azkatia
- calendar_month Rab, 7 Okt 2026

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mempercepat orkestrasi lintas sektor untuk menyelesaikan sejumlah isu strategis di bidang kesehatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Manusia Indonesia Unggul sekaligus memastikan pelayanan dasar dapat dirasakan masyarakat secara lebih cepat dan merata.
Percepatan program kesehatan tersebut dibahas Menko PMK Sugiono bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam pertemuan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Menko PMK Sugiono menyinergikan sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan yang dinilai membutuhkan percepatan dalam pelaksanaannya.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah penyiapan skema Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar dapat terintegrasi dengan layanan kesehatan lanjutan. Integrasi tersebut mencakup upaya pencegahan, pemeriksaan, hingga penanganan bagi masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut medis.
Selain CKG, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penguatan langkah preventif dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB). Peningkatan kapasitas serta infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah turut menjadi bagian dari agenda percepatan sektor kesehatan.
“Implementasi dan penganggaran program kesehatan perlu ditata dan diprioritaskan sesuai kebutuhan utama, terutama untuk mendukung program prioritas Presiden dan pelayanan dasar masyarakat. Setiap kebutuhan anggaran perlu disertai perencanaan yang jelas, terukur, dan berorientasi pada hasil, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Menko PMK Sugiono.
Pemerataan Tenaga Kesehatan Jadi Perhatian
Selain penguatan program dan infrastruktur, ketersediaan tenaga medis menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Menko PMK Sugiono mendorong penataan sistem pendidikan dokter spesialis agar distribusi tenaga kesehatan dapat semakin merata. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan dokter spesialis, khususnya di daerah yang masih membutuhkan dukungan tenaga kesehatan.
Pemerataan tenaga kesehatan menjadi penting seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai, fasilitas kesehatan di daerah diharapkan dapat memberikan pelayanan secara lebih optimal.
Pembiayaan JKN dan Rencana Induk Kesehatan
Dari sisi kebijakan, Menko PMK Sugiono juga mengawal penataan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar semakin inklusif. Pemerintah juga mendorong percepatan penyusunan Rencana Induk Bidang Kesehatan dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem kesehatan nasional.
Sinkronisasi pembiayaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam koordinasi tersebut. Pembiayaan perlu diselaraskan untuk mendukung kebutuhan tenaga kesehatan, penguatan RSUD, serta pelaksanaan berbagai program kesehatan prioritas.
“Sinkronisasi pembiayaan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu dipastikan, termasuk untuk tenaga kesehatan, RSUD, dan program kesehatan prioritas,” tegas Menko PMK Sugiono.
Melalui penguatan koordinasi dan mobilisasi lintas sektor, pemerintah berupaya memastikan pelayanan kesehatan dapat hadir secara merata dan berkeadilan. Penguatan ekosistem kesehatan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
Dengan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses, dukungan tenaga medis yang memadai, serta fasilitas kesehatan yang lebih kuat, pemerintah menargetkan masyarakat Indonesia semakin sehat, produktif, dan berdaya dalam mendukung kemajuan bangsa.
- Penulis: Azkatia
- Sumber: https://www.kemenkopmk.go.id/

