Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » ‎MBG Dari Efisiensi Anggaran Menuju Kesejahteraan Nyata dan Kemandirian Fiskal

‎MBG Dari Efisiensi Anggaran Menuju Kesejahteraan Nyata dan Kemandirian Fiskal

  • account_circle Devina
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026

Lens IDN, Kolom – ‎Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan perubahan signifikan dalam tata kelola keuangan negara. Pemerintah tidak lagi semata-mata berorientasi pada penyerapan anggaran, melainkan mulai mengedepankan manfaat anggaran. Pergeseran paradigma ini menandai transformasi penting dalam administrasi publik Indonesia.

Salah satu contoh konkret dari perubahan tersebut adalah hadirnya Program MBG (Makan Bergizi Gratis). Program ini kerap dipersepsikan sebagai kebijakan sosial biasa. Padahal, jika ditelaah secara komprehensif, MBG merupakan bagian dari arsitektur besar reformasi fiskal nasional—mulai dari efisiensi APBN/APBD, perubahan mentalitas birokrasi, hingga optimalisasi dana penghematan melalui pengelolaan investasi negara.

Dengan demikian, MBG bukan sekadar soal penyediaan makanan bagi anak sekolah, melainkan tentang arah baru negara dalam mengelola sumber daya publik.

1. MBG dan Sumber Anggarannya: Bukan Beban Baru Negara

Salah satu kritik yang kerap muncul adalah pertanyaan, “Dari mana sumber dananya?”

Pertanyaan tersebut relevan, namun sering kali dibangun atas asumsi yang keliru. MBG tidak dibiayai dari utang baru, melainkan dari efisiensi belanja negara. Selama bertahun-tahun, struktur APBN dan APBD menghadapi sejumlah persoalan klasik, seperti:

  • Belanja perjalanan dinas yang berlebihan
  • Rapat seremonial dan studi banding yang kurang produktif
  • Pengadaan barang dan jasa dengan biaya tinggi namun manfaat terbatas
  • Proyek fisik yang bersifat prestisius tetapi tidak prioritas

Reformasi penganggaran mengubah pendekatan tersebut. Negara mulai mengalihkan belanja dari aktivitas administratif yang kurang produktif menuju pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dari proses inilah tercipta fiscal space atau ruang anggaran baru. Ruang tersebut kemudian dialokasikan untuk program konkret seperti MBG.

Artinya, MBG bukanlah tambahan beban fiskal, melainkan realokasi belanja dari sektor yang kurang efektif menuju program yang manfaatnya langsung dirasakan rakyat.

2. Perubahan Mindset Pejabat: Dari Penyerapan ke Kinerja

Selama ini, keberhasilan pejabat kerap diukur dari seberapa besar persentase anggaran yang terserap. Paradigma ini bermasalah, karena mendorong praktik seperti:

  • Proyek dipaksakan menjelang akhir tahun
  • Anggaran dihabiskan agar tidak dianggap gagal
  • Kuantitas kegiatan lebih diutamakan daripada kualitas hasil

MBG menjadi simbol perubahan budaya birokrasi. Pejabat didorong untuk berpikir sebagai manajer manfaat, bukan sekadar penjaga kas negara.

Ukuran keberhasilan bergeser: bukan lagi pada banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi pada besarnya dampak yang dihasilkan. Ketika satu porsi makanan bergizi mampu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, dan kualitas masa depan anak, maka setiap rupiah yang dibelanjakan menjadi investasi sumber daya manusia—bukan sekadar pengeluaran rutin.

Inilah esensi revolusi administrasi publik: APBN bukan hanya dokumen akuntansi, melainkan instrumen pembangunan manusia.

3. Efisiensi yang Produktif: Peran Pengelolaan Investasi Negara

Dalam praktik lama, penghematan anggaran sering kali hanya berakhir sebagai saldo kas. Kini pendekatannya berbeda. Dana efisiensi tidak sekadar disimpan, tetapi dikelola agar produktif melalui mekanisme investasi negara.

Logikanya sederhana:
Jika penghematan hanya disimpan, nilainya stagnan.
Jika dikelola secara produktif, ia berpotensi menghasilkan pendapatan baru.

Pendekatan ini mencerminkan konsep circular fiscal policy:
Negara berhemat → dana dikelola sebagai investasi → investasi menghasilkan pendapatan → pendapatan membiayai program rakyat.

Dalam kerangka ini, MBG bukan sekadar belanja sosial, melainkan bagian dari siklus ekonomi negara yang berkelanjutan.

4. Dampak Ekonomi: Dari Dapur Sekolah ke Pertumbuhan Nasional

Program MBG menghasilkan efek berantai yang luas.

Dampak langsung:

  • Peningkatan gizi anak
  • Meningkatnya konsentrasi belajar
  • Pencegahan stunting

Dampak ekonomi lokal:

  • UMKM katering memperoleh pasar
  • Hasil panen petani terserap
  • Peternak mendapatkan kepastian permintaan

Dampak makroekonomi:

  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia
  • Penurunan biaya kesehatan jangka panjang
  • Kenaikan produktivitas nasional

Dengan demikian, MBG merupakan kebijakan sosial yang sekaligus memiliki dimensi ekonomi strategis.

5. Negara Hadir Secara Konkret

Selama ini, kehadiran negara sering dirasakan sebatas regulasi dan kebijakan administratif. Melalui MBG, negara hadir dalam bentuk manfaat nyata yang dirasakan setiap hari.

Setiap pagi, anak menerima makanan bergizi.
Setiap hari, orang tua merasakan beban yang berkurang.
Setiap tahun, kualitas generasi bangsa meningkat.

Di titik inilah kehadiran negara menjadi konkret, bukan abstrak.

Program MBG perlu dipahami bukan sebagai sekadar “makan gratis”, melainkan sebagai:

  • Hasil efisiensi APBN/APBD
  • Perubahan budaya birokrasi
  • Strategi pengelolaan fiskal yang produktif
  • Kebijakan pembangunan manusia jangka panjang

Ini adalah transformasi cara negara bekerja: dari negara yang sekadar membelanjakan, menjadi negara yang menginvestasikan.

Apabila dijalankan secara konsisten dan akuntabel, MBG bukan hanya memberi makan anak hari ini, tetapi juga membangun fondasi kekuatan ekonomi Indonesia dalam dua dekade mendatang.

Sebab pada akhirnya, anggaran terbaik bukanlah yang paling besar nilainya, melainkan yang paling nyata manfaatnya bagi rakyat.

 

*) Penulis adalah Taufik Muhammad Guntur, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Nasdem.

  • Penulis: Devina
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • ghk

    UPN “Veteran” Jawa Timur Melaksanakan Program Moderasi Beragama untuk Memperkuat Kerukunan dan Keharmonisan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Moderasi Beragama sebagai Pilar Keharmonisan Sosial”.Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di TPQ Baitul Halim, Babatan Pilang XII, Babatan, Kec. Wiyung, Surabaya ini bertujuan memperkuat nilai-nilai toleransi, dialog antar umat, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Kegiatan ini […]

  • publikasi_1786425012_6a7aaeb4606f6

    Airlangga Dorong Target Pembiayaan UMKM Naik Jadi Rp2.000 Triliun

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Pemerintah mendorong peningkatan signifikan terhadap akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan agar total pembiayaan UMKM ditingkatkan hingga mencapai Rp2.000 triliun. Usulan tersebut disampaikan Airlangga dalam UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8/2026). Menurutnya, peningkatan […]

  • Presiden-Prabowo-Pemerintah-Telah-Tutup-290-BUMN-Target-Maksimal-300-BUMN-Akhir-2026-1-1024x716

    Prabowo Ungkap DSI Kelola Devisa Ekspor USD14 Miliar, Pengawasan Akan Diperluas ke 50 Pelabuhan

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perkembangan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Dalam waktu sekitar dua bulan sejak mulai beroperasi, DSI disebut telah mengelola devisa ekspor senilai USD14 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD […]

  • HIMAAKSI UTM Gelar Seminar Kepenulisan Hadirkan Alumni

    HIMAAKSI UTM Gelar Seminar Kepenulisan Hadirkan Alumni

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bangkalan – Himpunan Mahasiswa D3 Akuntansi (HIMAAKSI) Universitas Trunojoyo Madura menyelenggarakan kegiatan Seminar Tugas Akhir Vokasi dengan tema “Mengembangkan Potensi Mahasiswa Vokasi Melalui Kepenulisan Tugas Akhir yang Inovatif dan Holistik.” di Gedung Labsos BO2 UTM. Minggu (14/09/2025). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dosen dari kampus UNT Al – Muafa Sampang, Faisol, AMd.Akun.,S.Ak.,M.Ak.,CTT dan tercatat […]

  • fgh

    Penguatan Identitas Budaya Lokal melalui Program Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur di SDN 260 Gresik

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Gresik – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Univeristas Negeri Surabaya yang saat ini mengabdi di wilayah Kabupaten Gresik, sukses besar menggelar program unggulan mereka, ‘Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur’, di SDN 260 Gresik. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas KKN, melainkan sebuah inisiatif serius mahasiswa […]

  • Deli Serdang

    Warga Keluhkan Maraknya Tempat Hiburan Malam Ilegal di Deli Serdang

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Deli Serdang – Masyarakat di Kabupaten Deli Serdang semakin resah menyusul dugaan munculnya tempat hiburan malam (THM) ilegal yang beroperasi tanpa izin resmi. Keluhan warga ini menjadi sorotan setelah viral di media sosial, terutama melalui sebuah unggahan video di Facebook yang menarik perhatian publik. Dalam video tersebut, masyarakat menyampaikan keprihatinan atas operasional tempat hiburan […]

expand_less