Erik ten Hag Ungkap Pengalaman Mirip Konflik Ronaldo di Manchester United
- account_circle Azkatia
- calendar_month 5 jam yang lalu

Erik ten Hag buka suara mengenai situasi yang melibatkan Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta – Erik ten Hag buka suara mengenai situasi yang melibatkan Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus. Mantan pelatih Manchester United itu mengaku pernah menghadapi persoalan yang menurutnya memiliki kemiripan saat masih berada di klub Inggris tersebut.
Ten Hag sebenarnya enggan memberikan komentar terlalu jauh mengenai hubungan Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo. Ia menilai persoalan tersebut merupakan urusan antara pelatih dan pemain yang bersangkutan.
Namun, pengalaman pribadinya di Manchester United membuat Ten Hag melihat adanya sejumlah kesamaan dalam situasi tersebut.
“Saya benar-benar tidak ingin mengatakan terlalu banyak tentang itu karena itu tidak menyangkut saya, tapi saya mengalami masalah serupa selama masa saya di Manchester United,” ujar Ten Hag.
Menurut Ten Hag, ketika seorang manajer menghadapi persoalan dengan pemain yang memiliki nama besar, sorotan terhadap pelatih biasanya sangat besar. Ia sendiri pernah merasakan situasi tersebut ketika menangani Manchester United.
Ten Hag mengatakan dirinya sempat disebut sebagai sumber masalah. Namun, ia memilih tidak banyak memberikan respons dan justru menunggu untuk melihat apakah persoalan serupa akan muncul kembali.
“Banyak orang menyebut saya sebagai masalah, dan saya tidak banyak bicara tentang itu. Di benak saya, saya selalu berpikir, ‘Jika saya benar-benar masalahnya, maka kita akan lihat apakah sesuatu yang serupa terjadi lagi.’ Kemudian orang-orang bisa memutuskan sendiri apakah saya benar-benar masalahnya atau tidak,” ungkapnya.
Ten Hag Tak Menyalahkan Jorge Jesus atau Ronaldo
Meski melihat kemiripan dengan pengalamannya di Manchester United, Ten Hag tidak menyatakan bahwa Jorge Jesus berada di pihak yang benar ataupun Cristiano Ronaldo berada di pihak yang salah.
Ia menilai informasi yang diketahui publik belum tentu menggambarkan keseluruhan persoalan di antara keduanya.
“Saya tidak mengatakan Jorge Jesus benar atau Ronaldo salah karena kita tidak tahu segala sesuatu yang terjadi di antara mereka,” kata Ten Hag.
Ten Hag kemudian menjelaskan tantangan yang dapat dihadapi seorang pemain ketika memasuki usia yang lebih matang. Menurutnya, kondisi fisik menjadi salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam menentukan susunan pemain.
Seorang manajer, kata dia, tidak selalu bisa menurunkan pemain yang sama dalam setiap pertandingan apabila ada pemain lain yang dinilai mampu memberikan kontribusi fisik dan kerja lebih besar untuk kebutuhan tim.
“Saat seorang pemain bertambah tua, Anda harus memahami bahwa manajer tidak bisa memainkan Anda di setiap pertandingan ketika ada pemain lain yang bisa memberikan lebih banyak secara fisik kepada tim dan melakukan lebih banyak pekerjaan,” jelasnya.
Konflik Pemain dan Manajer Bisa Menjalar ke Ruang Ganti
Ten Hag menilai persoalan semacam itu dapat menjadi semakin sensitif apabila berlangsung dalam waktu lama. Terlebih, ketika situasi antara seorang pemain dan manajer mulai memengaruhi pemain lain.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sesuatu yang sebisa mungkin harus dihindari oleh seorang pelatih.
“Dan ketika situasi seperti itu berlanjut, itu bisa memengaruhi ruang ganti. Sebagai manajer, itu sesuatu yang tidak pernah Anda inginkan karena begitu satu situasi mulai mengganggu kelompok, itu menjadi lebih besar daripada sekadar manajer dan pemain,” tutur Ten Hag.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi Ten Hag atas pengalamannya di Manchester United sekaligus pandangannya mengenai dinamika antara pelatih dan pemain senior. Ia tetap menegaskan bahwa situasi Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo memiliki konteks tersendiri yang tidak sepenuhnya diketahui publik.
- Penulis: Azkatia

