Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bung Kristeva Ungkap Tiga Fase Pemikiran Gerakan PMII

Bung Kristeva Ungkap Tiga Fase Pemikiran Gerakan PMII

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 16 jam yang lalu

Lens IDN, Yogyakarta – Akademisi Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. atau Bung Kristeva menguraikan perkembangan pemikiran gerakan dalam agenda Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) D.I. Yogyakarta.

Dalam sesi bertema “Genealogi Paradigma PMII dan Relevansinya Terhadap Perkembangan Zaman”, Bung Kristeva mengajak peserta memahami perjalanan paradigma organisasi sekaligus relevansinya dengan tantangan sosial yang terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa kader pergerakan perlu memahami perubahan pemikiran organisasi agar mampu menentukan strategi gerakan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Dalam pemaparannya, terdapat tiga fase penting yang menjadi bagian dari perkembangan pemikiran gerakan.

Fase pertama adalah arus balik masyarakat. Pada fase ini, gerakan diarahkan untuk melatih nalar kritis masyarakat ketika berhadapan dengan ketimpangan maupun kebijakan negara.

Fase kedua adalah kritis transformatif. Paradigma ini menempatkan pemikiran kritis modern dan pemikiran keislaman inklusif sebagai bagian dari upaya membaca sekaligus mendorong perubahan sosial.

Kemudian fase ketiga adalah sentrum gerakan, yakni kerangka pemikiran yang diarahkan untuk menghadapi perkembangan ekonomi dan derasnya pengaruh neoliberalisme.

Menurut Bung Kristeva, perjalanan paradigma tersebut menunjukkan bahwa organisasi pergerakan tidak dapat menggunakan satu kerangka berpikir secara kaku. Perubahan kondisi sosial menuntut kader untuk terus melakukan pembacaan ulang terhadap realitas.

“Kerangka pemikiran pergerakan harus terus berkembang agar mampu merespons realitas zaman,” ujarnya.

Persoalan yang dihadapi mahasiswa saat ini juga semakin beragam. Krisis ekologi, perkembangan teknologi, dan dinamika demokrasi menjadi sejumlah isu strategis yang membutuhkan respons berbasis pengetahuan.

Karena itu, proses kaderisasi diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori organisasi. Kader juga perlu memiliki kemampuan menghubungkan gagasan dengan persoalan konkret di tengah masyarakat.

Pemahaman terhadap paradigma gerakan tersebut kemudian diarahkan untuk membentuk kader Ulul Albab, yakni kader yang memiliki keluasan wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran terhadap persoalan sosial.

PKL PC PMII D.I. Yogyakarta menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pemikiran, kaderisasi, dan realitas sosial. Melalui forum tersebut, peserta didorong agar mampu mengembangkan gagasan yang kemudian dapat diterjemahkan menjadi gerakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan pemahaman paradigma yang terus berkembang, kader PMII diharapkan mampu tetap kritis sekaligus adaptif dalam menghadapi perubahan zaman dan berbagai isu publik.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026-09-17 at 12.05.32

    RAMENGVRL Buka Era BADDIEPUSAT Lewat Single #COWOBARU

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — RAMENGVRL kembali menghadirkan karya baru setelah sempat mengambil jeda dari aktivitas musik. Rapper sekaligus penyanyi dan songwriter asal Indonesia tersebut resmi membuka fase terbaru perjalanan musiknya melalui single #COWOBARU yang dirilis pada 11 September 2026. Single ini menjadi penanda dimulainya era #BADDIEPUSAT, identitas baru RAMENGVRL yang membawa karakter lebih terbuka, percaya […]

  • WhatsApp Image 2026-01-28 at 12.07.29

    Tekan Angka Perundungan, Mahasiswa KKN Untidar Adakan Sosialisasi Anti-Bullying di MI Ma’arif Qomarul Huda Banaran

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Temanggung – Bullying merupakan perilaku menyimpang yang dapat terjadi sejak anak berada di sekolah dasar, baik dalam bentuk verbal seperti ejekan, penghinaan, dan ancaman, maupun tindakan fisik. Perilaku ini tidak hanya menyakiti perasaan korban, tetapi juga dapat berdampak serius, seperti menurunnya rasa percaya diri, stres berkepanjangan, hingga cedera fisik. Kasus bullying di sekolah […]

  • Persik Kediri Bidik Kemenangan Lawan PSBS Biak, Ong Kim Swee Tekankan Konsistensi Tim

    Persik Kediri Bidik Kemenangan Lawan PSBS Biak, Ong Kim Swee Tekankan Konsistensi Tim

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kediri – Persik Kediri berambisi meraih poin penuh saat melakoni laga tandang menghadapi PSBS Biak pada lanjutan kompetisi Super League 2025/2026, yang akan digelar pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kemenangan menjadi harga mati bagi Macan Putih demi menjaga persaingan dan tidak semakin tertinggal dari kontestan lainnya. Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, menegaskan […]

  • Pertanian

    Harapan dan Tantangan Pertanian Masa Depan Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Bayangkan seorang petani di pelosok Kalimantan yang tidak perlu lagi bangun subuh untuk memeriksa kelembapan tanah atau kadar CO₂ di dalam greenhouse-nya. Sebuah perangkat kecil seukuran telapak tangan  tertancap di sudut kebun, secara otomatis membaca kondisi lingkungan, memproses data, dan mengaktifkan sistem irigasi tanpa menunggu perintah manusia. Inilah janji besar dari apa […]

  • Diaspora Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kemerdekaan Palestina di Panggung Internasional

    Diaspora Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kemerdekaan Palestina di Panggung Internasional

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tidak hanya datang dari pemerintah dan masyarakat di Tanah Air, tetapi juga dari warga negara Indonesia yang tinggal di berbagai belahan dunia. Diaspora Indonesia terus menggaungkan perjuangan rakyat Palestina melalui diplomasi, advokasi, dan kerja sama internasional. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam acara virtual talk show bertajuk “Konstelasi […]

  • WhatsApp Image 2026-01-04 at 14.56.35

    Awali Tahun 2026, GP Ansor Kota Yogyakarta Gelar “Spiritual Trip: Heal & Chill”

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta –Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Yogyakarta mengisi awal tahun dengan cara yang berbeda, Sabtu (03/01/2026). Puluhan kader berkumpul untuk memulai rangkaian kegiatan bertajuk “SPIRITUAL TRIP: Heal & Chill”. Perjalanan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini memadukan kekhusyukan ziarah malam dengan relaksasi fisik. Ketua PC GP Ansor Kota Yogyakarta Mohamad Jafar, […]

expand_less