Dari Sampah hingga UMKM, BERDIKARI 2026 Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Tangkil
- account_circle Azkatia
- calendar_month 2 jam yang lalu

Kegiatan BERDIKARI 2026 hadir di Desa Tangkil dengan membawa semangat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada potensi dan kebutuhan warga. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Sukabumi— Kegiatan BERDIKARI 2026 hadir di Desa Tangkil dengan membawa semangat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada potensi dan kebutuhan warga. Kehadiran kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjalankan aktivitas sosial, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki desanya.
BERDIKARI 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan belajar secara langsung bersama masyarakat. Melalui berbagai program yang dijalankan, kami berupaya ikut berkontribusi dalam sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan warga, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, hingga kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa.
Persoalan sampah menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Melalui edukasi yang Berkolaborasi dengan DMC Dompet Dhuafa dan pendampingan, masyarakat diajak untuk memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat dipilah, dimanfaatkan, bahkan memiliki nilai ekonomi. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari rumah menjadi salah satu langkah awal yang dapat dilakukan bersama.
Tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, BERDIKARI 2026 juga memberikan perhatian terhadap keberadaan UMKM di Desa Tangkil. Usaha yang telah dijalankan masyarakat memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Karena itu, penguatan UMKM diarahkan pada berbagai aspek, seperti peningkatan kualitas kemasan, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi dan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Semangat pemberdayaan yang dibawa dalam kegiatan ini menekankan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam proses perubahan. Masyarakat perlu diberikan ruang untuk mengenali kekuatan, kebutuhan, dan potensi yang ada di lingkungan mereka sendiri sehingga dapat menentukan langkah pengembangan yang sesuai.
Bagi kami, keterlibatan langsung dalam BERDIKARI 2026 juga menjadi pengalaman untuk menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Pertemuan dan interaksi dengan masyarakat memberikan pemahaman bahwa proses pembangunan desa membutuhkan komunikasi, kolaborasi, serta komitmen yang dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, BERDIKARI 2026 ingin menunjukkan bahwa Desa Tangkil memiliki potensi yang dapat dikembangkan bersama. Pengelolaan sampah yang lebih baik dan penguatan UMKM merupakan contoh langkah nyata yang dapat menjadi bagian dari proses menuju masyarakat yang lebih mandiri.
Lebih dari sekadar kegiatan mahasiswa di lingkungan desa, BERDIKARI 2026 menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat tumbuh dari langkah sederhana: mengelola sampah dengan lebih bijak, mendukung usaha masyarakat, dan membangun keyakinan bahwa potensi desa dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih berdaya.
- Penulis: Azkatia

