Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, PC PMII DIY Sampaikan 10 Tuntutan Kritis

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, PC PMII DIY Sampaikan 10 Tuntutan Kritis

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lens IDN, Yogyakarta – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PC PMII DIY) menyampaikan sikap kritis terhadap berbagai persoalan kebangsaan dalam momentum evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui aksi massa, PC PMII DIY menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan demokrasi, penegakan hukum, keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan pemenuhan hak-hak masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, organisasi mahasiswa tersebut menilai berbagai persoalan kebangsaan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Isu yang disoroti meliputi kebijakan pembangunan yang berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), kerusakan lingkungan, hingga tindakan represif aparat di ruang sipil.

PC PMII DIY menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus berlandaskan konstitusi dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

Menurut mereka, pembangunan nasional semestinya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjamin perlindungan hak warga, pemerataan kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan.

Sepuluh Tuntutan PC PMII DIY

Dalam aksi tersebut, PC PMII DIY menyampaikan sepuluh tuntutan kepada pemerintah.

Pertama, menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merugikan masyarakat, memicu konflik agraria, atau menyebabkan kerusakan lingkungan. Kedua, memberantas praktik KKN dan menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.

Ketiga, menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Keempat, menghentikan pengrusakan dan perampasan ruang hidup rakyat serta melindungi hak masyarakat atas tanah dan sumber penghidupan.

Kelima, menegakkan supremasi sipil dan mengembalikan militer pada fungsi pertahanan negara sesuai ketentuan hukum. Keenam, melaksanakan reformasi menyeluruh terhadap birokrasi Polri agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Ketujuh, mewujudkan pendidikan gratis serta pelayanan dasar yang berkualitas. Kedelapan, menghentikan tindakan represif, intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Kesembilan, mewujudkan keadilan ekonomi sekaligus menghentikan praktik politik yang dinilai menguntungkan oligarki. Kesepuluh, mewujudkan otonomi desa agar masyarakat memiliki ruang lebih luas dalam menentukan arah pembangunan dan mengelola potensi lokal.

Mahasiswa Dorong Pemerintah Berpihak kepada Rakyat

PC PMII DIY menilai sepuluh tuntutan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Mereka menekankan bahwa demokrasi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai proses pemilihan umum, tetapi juga harus tercermin melalui perlindungan kebebasan berpendapat, penghormatan hak asasi manusia, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan.

Sikap kritis mahasiswa, menurut PC PMII DIY, bukan bentuk permusuhan terhadap negara. Sebaliknya, kritik dipandang sebagai bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan kekuasaan tetap sesuai dengan konstitusi dan cita-cita kemerdekaan.

Organisasi tersebut juga mengingatkan bahwa kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang rentan terdampak.

Melalui pernyataan sikap tersebut, PC PMII DIY menyerukan agar pemerintah memperhatikan aspirasi masyarakat dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakadilan.

Mereka menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus menjalankan peran kritisnya dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan kepentingan publik.

Sumber: Pernyataan sikap PC PMII DIY mengenai evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Tanggal aksi dan keterangan resmi penyelenggara perlu ditambahkan setelah dikonfirmasi.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sudewo

    Gelombang Demo Pecah di Pati: Warga Tuntut Bupati Sudewo Mundur

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Pati – Ratusan ribu warga Kabupaten Pati turun ke jalan mendesak mundurnya Bupati Sudewo dari jabatannya, 13 Agustus 2025. Demonstrasi yang berlangsung sejak subuh ini merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat. Titik konsentrasi massa tercatat di Alun-alun dan area Kantor Bupati serta DPRD Pati. Massa, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 100.000 […]

  • Mentan Amran merespons keluhan petani dan peternak di Jakarta

    Mentan Amran Respons Keluhan Petani dan Peternak, Bulog Diminta Terima Jagung dengan Kadar Air 20 Persen

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung berbagai keluhan petani dan peternak dalam dialog terbuka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (27/10). Persoalan yang dibahas meliputi penyerapan jagung oleh Perum Bulog, kebutuhan alat pengering saat musim hujan, harga kambing, hingga persaingan usaha di sektor peternakan unggas. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Bendera One Piece Berkibar di Bawah Merah Putih: Aksi Simbolik Mahasiswa Yogyakarta sebagai Bentuk Perlawanan dan Kekecewaan Nasional

    Bendera One Piece Berkibar di Bawah Merah Putih: Aksi Simbolik Mahasiswa Yogyakarta sebagai Bentuk Perlawanan dan Kekecewaan Nasional

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta –Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan akan menggelar aksi unik namun sarat makna pada 1–31 Agustus 2025. Dalam aksi tersebut, mahasiswa di berbagai kampus anggota BEM Nusantara D.I. Yogyakarta akan mengibarkan bendera bajak laut One Piece di bawah bendera Merah Putih sebagai simbol kekecewaan dan perlawanan terhadap situasi bangsa […]

  • 20251218_003848

    Putra Daerah Kabupaten Tangerang Apresiasi Terpilihnya Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Tangerang — Musyawarah Daerah (Musda) Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang yang digelar pada 17 Desember 2025 bertempat di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa dua, kabupaten Tangerang secara resmi menetapkan Intan Nurul Hikmah sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari berbagai elemen kepemudaan. Salah satunya datang dari […]

  • WhatsApp Image 2025-12-30 at 15.01.21

    LPB Nasional 2025 Resmi Ditutup, Peneliti Muda Indonesia Siap Tembus Ajang Internasional

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Tangerang – Rangkaian kegiatan Lomba Peneliti Belia (LPB) Nasional 2025 resmi berakhir melalui acara Awarding Night yang digelar meriah di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi puncak apresiasi bagi peneliti muda dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasi di bidang riset. Acara penutupan LPB Nasional […]

  • ghk

    UPN “Veteran” Jawa Timur Melaksanakan Program Moderasi Beragama untuk Memperkuat Kerukunan dan Keharmonisan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Moderasi Beragama sebagai Pilar Keharmonisan Sosial”.Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di TPQ Baitul Halim, Babatan Pilang XII, Babatan, Kec. Wiyung, Surabaya ini bertujuan memperkuat nilai-nilai toleransi, dialog antar umat, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Kegiatan ini […]

expand_less