Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sekjen PSSI Yunus Nusi Desak Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus

Sekjen PSSI Yunus Nusi Desak Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sab, 16 Agu 2025

Lens IDN, Jakarta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemutaran lagu-lagu nasional, termasuk Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, hingga Tanah Airku, akan dikenakan biaya royalti. Menurutnya, aturan tersebut tidak masuk akal dan justru mencederai semangat kebangsaan.

Yunus menegaskan bahwa para pencipta lagu perjuangan tidak pernah mengharapkan imbalan materi. Lagu-lagu nasional diciptakan dengan niat tulus sebagai persembahan untuk bangsa yang kala itu tengah berjuang merebut kemerdekaan.

“Sang pencipta lagu ini dengan ikhlas mempersembahkan dan menciptakan karya di tengah perjuangan bangsa melawan penjajahan. Kami yakin tidak ada terbersit dari benak mereka bahwa kelak lagu ini harus dibayar setiap kali dinyanyikan. Mereka ikhlas,” ujar Yunus.

Lebih lanjut, Yunus menilai bahwa aturan yang mewajibkan pembayaran royalti untuk penggunaan lagu nasional sebaiknya segera ditinjau ulang. Menurutnya, wacana tersebut hanya menimbulkan kegaduhan publik tanpa memberikan manfaat yang nyata.

“Ini lagu-lagu perjuangan untuk anak bangsa. Penciptanya tidak berharap imbalan. Aturan ini sebaiknya dihapus saja. Hanya membuat berisik, gaduh, dan tidak produktif,” tegasnya.

Pernyataan Yunus Nusi sejalan dengan keresahan masyarakat yang menilai lagu-lagu nasional seharusnya menjadi simbol pemersatu, bukan komoditas. Banyak pihak menilai kebijakan royalti terhadap lagu kebangsaan maupun lagu perjuangan dapat menurunkan nilai historis serta makna pengorbanan para penciptanya.

Isu mengenai royalti lagu nasional ini pun memunculkan perdebatan hangat di ruang publik. Sebagian kalangan menilai penting untuk melindungi hak cipta, namun di sisi lain, penerapan aturan pada karya bersejarah yang menjadi identitas bangsa dianggap berlebihan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monumen Pancasila Sakti

    Monumen Pancasila Sakti: Saksi Bisu Peristiwa G30S/PKI dan Pengorbanan Pahlawan Revolusi

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta –  Monumen ini dibangun atas gagasan Presiden Soeharto sebagai penghormatan kepada tujuh Pahlawan Revolusi—perwira tinggi TNI AD—yang menjadi korban peristiwa G30S/PKI. Pembangunan dimulai pada Agustus 1967, dan monumen resmi diresmikan pada 1 Oktober 1973, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Monumen Pancasila Sakti merupakan salah satu tempat bersejarah yang berlokasi di Jakarta, tepatnya […]

  • Ruben Amorim Minta Manchester United Rekrut Eduardo Camavinga Sebagai Alternatif Carlos Baleba

    Ruben Amorim Minta Manchester United Rekrut Eduardo Camavinga Sebagai Alternatif Carlos Baleba

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN,  Jakarta– Bursa transfer musim panas tinggal menyisakan kurang dari dua pekan, namun Manchester United masih aktif memburu gelandang baru untuk memperkuat lini tengah mereka. Setelah gagal mendaratkan Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion, manajer Ruben Amorim kini dilaporkan meminta klubnya untuk mengalihkan perhatian pada bintang muda Real Madrid, Eduardo Camavinga. Menurut laporan […]

  • Abd. Wafi, S.H.

    Putusan MK soal Batas Usia Minimal Capres-Cawapres, Antara Penjaga Konstitusi dan Penentu Panggung Politik

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Abd. Wafi, S.H., Advokat Muda Perhimpunan Advokat Indonesia.
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk menolak permohonan uji materi terhadap Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang mengatur batas usia minimal calon presiden dan wakil presiden pada angka 40 tahun. Putusan ini mengukuhkan bahwa, kecuali terdapat pengalaman sebagai kepala daerah […]

  • WhatsApp Image 2025-12-18 at 11.12.36

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar Penyuluhan Moderasi Beragama untuk Karang Taruna “Pemuda Kampung Pojok”

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan penyuluhan moderasi beragama bagi Karang Taruna Gg. Mawar “Pemuda Kampung Pojok” di Kemlaten Baru Barat, Kecamatan Karangpilang, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Pemuda yang Toleran dan Berintegritas”. Penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Umum Agama kelas […]

  • WhatsApp-Image-2025-06-27-at-19.19.37-scaled

    Beasiswa Para Pembina dan Aghniya UNUBA Bangil Tanggung Biaya Kuliah 100 Mahasiswa Baru

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bangil – Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas melalui program Beasiswa Para Pembina dan Aghniya. Program ini memberikan pembebasan biaya kuliah secara penuh kepada 100 calon mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Program beasiswa tersebut diinisiasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial kampus untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang […]

  • Bambang Pacul Tegaskan Presiden Prabowo Bukan Orang Korea saat Bahas Abolisi dan Amnesti

    Bambang Pacul Tegaskan Presiden Prabowo Bukan Orang Korea saat Bahas Abolisi dan Amnesti

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul, memberikan pernyataan menarik dalam Seminar Konstitusi yang digelar MPR RI pada Kamis (21/8/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyinggung isu abolisi dan amnesti, namun sempat muncul intermezzo ringan ketika moderator melontarkan pertanyaan mengenai asal-usul Presiden RI, Prabowo Subianto. Moderator bertanya secara jenaka […]

expand_less