Gebrakan Kesehatan KKN UNS 2025: Warga Srimulyo Dibekali Edukasi Gizi, Stunting, dan Reproduksi Remaja
- account_circle Azkatia
- calendar_month Rab, 27 Agu 2025

Gebrakan Sehat KKN UNS 2025 dengan Edukasi Menyeluruh Wujudkan Masyarakat Srimulyo Berdaya. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Bantul – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menghadirkan gebrakan baru di bidang kesehatan bagi masyarakat Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Selama periode Juli–Agustus 2025, Kelompok KKN 001 yang berlokasi di Padukuhan Ngelosari fokus pada program pemberdayaan masyarakat melalui empat pilar edukasi utama: pencegahan stunting, pemahaman label gizi, kesehatan reproduksi remaja, serta pola makan bergizi seimbang.
Di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ana Shohibul Manshur Al Ahmad S.E., M.Sc., CPFF., CSCMP, seluruh program dirancang sebagai jawaban atas tantangan kesehatan di masyarakat, dengan harapan mampu memberikan dampak positif jangka panjang.
Empat Program Unggulan KKN UNS di Srimulyo
- Cegah Stunting dengan “TUMBUH” bersama Ngelosari
Dipelopori oleh Farah Putria Rahmadita, program ini menyasar 35 ibu hamil, ibu dengan balita, serta kader posyandu. Edukasi berfokus pada pentingnya gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui akronim “TUMBUH”, warga diajak memahami peran gizi sejak masa kehamilan untuk menunjang tumbuh kembang anak. - Membaca Label Informasi Gizi untuk Kendalikan PTM
Program yang digagas Christopher Jonathan Aditya ini ditujukan bagi masyarakat dengan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi. Peserta diberi pengetahuan tentang cara membaca Label Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan makanan untuk membantu mengontrol asupan gula, garam, dan lemak. - Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPN 1 Piyungan
Melalui program bertajuk “Ayo Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi Kita!” yang digagas Alya Nazwa Tsabita, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. Dengan pendekatan interaktif, edukasi ini membuat siswa lebih terbuka membicarakan isu yang sering dianggap tabu. - Sehat Ceria dengan Gizi Seimbang
Diinisiasi Naufal Afif Kurniawan, program ini memperkenalkan konsep “Tumpeng Gizi Seimbang” dan “Isi Piringku” kepada siswa SMPN 1 Piyungan. Tujuannya membangun kesadaran akan pentingnya sarapan sehat dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji agar pertumbuhan fisik dan prestasi belajar tetap optimal.
Apresiasi dari Dosen dan Tokoh Masyarakat
Dosen pembimbing, Ana Shohibul Manshur, mengungkapkan rasa bangganya terhadap capaian mahasiswa.
“Program-program ini dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan usia dengan isu yang relevan. Harapannya, inisiatif mahasiswa tidak berhenti saat KKN usai, tetapi menjadi pemicu kesadaran berkelanjutan bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Padukuhan Ngelosari, Pardiyono.
“Kami berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN UNS. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama terkait stunting dan penyakit tidak menular. Warga merasa terbantu dan pengetahuan mereka semakin terbuka,” ujarnya.
Kontribusi terhadap SDGs
Program KKN 001 UNS Ngelosari selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pencegahan stunting dan edukasi gizi mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, sementara keseluruhan program berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya kesehatan bagi semua kelompok usia.
Dengan pendekatan yang edukatif, mahasiswa KKN UNS berharap upaya ini meninggalkan warisan positif berupa masyarakat yang lebih berdaya, sadar gizi, dan konsisten menjaga pola hidup sehat.
- Penulis: Azkatia