Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Diprediksi Sebelum Memilih, Ketika Algoritma Tahu Kita Lebih Dari Diri Sendiri

Diprediksi Sebelum Memilih, Ketika Algoritma Tahu Kita Lebih Dari Diri Sendiri

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026

Lens IDN, Kolom – Algoritma pemasaran modern tidak hanya memantau apa yang Anda klik atau beli. Mereka mengumpulkan data dari setiap interaksi digital Anda, durasi Anda menatap suatu gambar, kecepatan scrolling, bahkan pola napas saat menggunakan perangkat yang terhubung dengan sensor. Di balik layar, perusahaan teknologi dan pemasar membangun citra digital yang begitu akurat tentang Anda, hingga mereka bisa memprediksi keputusan beli Anda sebelum Anda sendiri menyadarinya. Semua ini sering kali dilakukan tanpa izin yang jelas, hanya melalui cookie pelacak atau persetujuan implisit dalam syarat layanan yang panjang dan rumit. Kita menyerahkan data pribadi demi kenyamanan sesaat, seperti diskon atau rekomendasi yang relevan, tanpa menyadari betapa berharganya informasi tersebut.

Bayangkan Anda sedang membaca artikel tentang sepatu lari, belum sempat menyelesaikan paragraf kedua, tiba-tiba iklan tentang produk terbaru dari merek olahraga muncul di layar Anda. Tidak hanya itu, iklan tersebut menampilkan model sepatu yang hampir persis seperti yang Anda bayangkan. Dalam sekejap, Anda merasa seperti sedang diikuti oleh sesuatu yang tak terlihat. Ini bukan ilusi ini adalah kenyataan pemasaran personalisasi yang kini telah menjadi norma digital. Namun, di balik kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, ada pertanyaan mendalam yang harus kita jawab: Sudahkah kita terlalu diawasi?

Salah satu studi kasus nyata terjadi pada tahun 2018, ketika skandal Cambridge Analytica terungkap. Perusahaan ini mengumpulkan data pribadi dari lebih dari 87 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan eksplisit, dengan memanfaatkan kuis kepribadian yang tampak tidak berbahaya. Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat profil psikografis yang akurat, yang pada gilirannya digunakan untuk menargetkan iklan politik secara massal, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat. Namun, praktik serupa juga merambah dunia pemasaran komersial. Di sektor ritel, Target (AS) pernah menjadi sorotan ketika algoritma mereka berhasil memprediksi kehamilan seorang remaja sebelum keluarganya mengetahuinya. Melalui analisis pola pembelian, seperti pembelian losion bebas aroma dan suplemen kalsium, Target mengirimkan kupon untuk produk bayi. Insiden ini memicu kemarahan publik dan pertanyaan etis: sejauh mana perusahaan boleh mengintai perilaku pribadi konsumen?

Dampaknya tidak hanya pada privasi, tetapi juga pada psikologi konsumen. Banyak orang mulai merasa kehilangan kendali. Pertanyaan seperti “Apakah ini pilihan saya?” atau “Atau ini hanya hasil manipulasi algoritma?” menjadi semakin sering muncul. Personalisasi yang seharusnya mempermudah justru berubah menjadi bentuk tekanan tak terlihat.

Namun, bukan berarti kita harus menolak personalisasi secara total. Personalisasi yang etis dengan transparansi, izin eksplisit, dan kontrol pengguna bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat. Di sinilah regulasi seperti GDPR di Eropa dan UU PDP (Perlindungan Data Pribadi) di Indonesia berperan penting. Mereka menegaskan bahwa data pribadi bukan milik perusahaan, melainkan hak individu. Perusahaan harus jelas menjelaskan: data apa yang dikumpulkan, untuk apa, dan bagaimana cara menghapusnya.

Ke depan, kita perlu bergeser dari pertanyaan “apa yang bisa dipantau” menjadi “apa yang boleh dikumpulkan”. Personalisasi harus memperkaya pengalaman, bukan mengendalikan pilihan. Karena pada akhirnya, kebebasan memilih, bukan prediksi algoritma harus tetap menjadi inti dari dunia pemasaran.

 

*) Penulia adalah Devid Saputra, Dosen UIN Raden Intan Lampung.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2025-12-11 at 20.33.30

    Diduga Kebal Hukum, Reklame SAUDARAKU Tidak Kantongi Izin Reklame Dan tidak Bayar Retribusi

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Malang – Di Kota Malang ada pelaku usaha diduga kebal hukum, kendati demikian pelaku usaha tersebut tidak pernah patuh saat dipanggil oleh OPD terkait, Pelaku usaha tersebut memiliki usaha jasa travel umroh dan haji di Kota Malang. Nama PT/CV milik pelaku usaha tersebut ialah SAUDARAKU Umrah & Haji. Pelaku usaha SAUDARAKU tidak patuh […]

  • 20251218_003848

    Putra Daerah Kabupaten Tangerang Apresiasi Terpilihnya Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Tangerang — Musyawarah Daerah (Musda) Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang yang digelar pada 17 Desember 2025 bertempat di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa dua, kabupaten Tangerang secara resmi menetapkan Intan Nurul Hikmah sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari berbagai elemen kepemudaan. Salah satunya datang dari […]

  • 65686-kevin-de-bruyne

    Kevin De Bruyne Sebut Derby Manchester Selalu Penuh Tekanan, Manchester United Tetap Berbahaya

    • calendar_month 47 menit yang lalu
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Gelandang Kevin De Bruyne menegaskan bahwa pertandingan antara Manchester City dan Manchester United selalu menghadirkan atmosfer yang luar biasa dan sarat emosi. Menurut pemain asal Belgia tersebut, Derby Manchester tetap menjadi salah satu laga paling bergengsi di Premier League, terlepas dari kondisi dan performa kedua tim. De Bruyne menyebut rivalitas dua […]

  • IMG-20260428-WA0018

    Dilema PKWTT: Antara Kepastian Hukum dan Realitas “Karyawan Abadi Kontrak”

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Setiap kali shift malam saya selesai, saya biasanya bertemu dengan teman-teman saya sambil ngopi dekat tempat kerja. Mereka tahu saya bekerja. Yang mereka tidak tahu adalah, setiap kali ada teman yang bertanya, “Kerja di tempat kerjamu enak, Raf jabatan e opo? Pasti udah tetap yo? ” Saya adalah karyawan tetap. Tapi […]

  • lagu nasional

    Sekjen PSSI Yunus Nusi Desak Aturan Royalti Lagu Nasional Dihapus

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemutaran lagu-lagu nasional, termasuk Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, hingga Tanah Airku, akan dikenakan biaya royalti. Menurutnya, aturan tersebut tidak masuk akal dan justru mencederai semangat kebangsaan. Yunus menegaskan bahwa para pencipta lagu perjuangan tidak pernah mengharapkan imbalan materi. Lagu-lagu nasional […]

  • IMG_20251205_135914

    Polemik “Taubat” Cak Imin dan Bahlil Warnai Hiruk Pikuk Politik di Tengah Bencana

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta— Di saat pemerintah dan masyarakat tengah fokus pada penanganan berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, jagat politik nasional justru diwarnai polemik antara dua tokoh penting partai politik, yakni Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Polemik tersebut […]

expand_less