Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketua Kelompok DPD MPR Dedi Iskandar Batubara Minta Pengelolaan Pangan Mengacu Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945

Ketua Kelompok DPD MPR Dedi Iskandar Batubara Minta Pengelolaan Pangan Mengacu Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Ming, 7 Des 2025

Lens IDN, Jakarta – Kelompok DPD MPR kembali menggelar kegiatan diskusi publik dengan tema Ketahanan Pangan dalam Perspektif UUD NRI Tahun 1945 pada Jum’at (5/12) di Swisbell Hotel, Serpong.

Dalam penyampaian pengantar diskusi publik, Ketua Kelompok DPD MPR Dedi Iskandar Batubara mengatakan bahwa membicarakan soal pangan sama halnya membicarakan masa depan rakyat Indonesia.

Menurutnya dengan pangan manusia bisa bertahan hidup dan bisa berkembang lebih produktif sehingga tidak salah kalau pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.

Karena pentingnya pangan bagi rakyat Indonesia, maka pengelolaan pangan harus merujuk konsep ekonomi yang diatur dalam Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 dimana dalam pasal ini ekonomi disusun sebagai usaha bersama dengan berdasarkan asas kekeluargaan.

Kemudian negara diberikan kewenangan untuk menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga penguasaan bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Pangan merupakan cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak, maka negara berkewajiban untuk mengatur tata kelola pangan melalui kebijakan yang menjamin ketersediaan pangan, akses, stabilitas harga pangan, mencegah spekulan pangan yang merugikan rakyat, menjaga cadangan pangan yang cukup, dan mengelola distribusinya agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Pengelolaan sumber pangan berdasarkan Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 bertujuan agar negara bisa mandiri dan berdaulat di sektor pangan sehingga negara mengutamakan produksi pangan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional daripada bergantung pada impor pangan dari negara-negara lain”, ujar Dedi.

Dedi Iskandar juga mengungkit soal hubungan pangan dengan situasi politik global yang menurutnya masih tidak menentu karena masih terjadi perseteruan dan perebutan dominasi antar negara-negara adidaya seperti Amerika, Rusia, dan Cina.

Perang di Eropa yang melibatkan Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Di timur tengah masih memanas seiring konflik Israel dan Palestina yang belum reda. Di wilayah Asia Selatan perang India dengan Pakistan meskipun sudah mereda tapi masih memungkinkan konflik terjadi kembali. Sedangkan di laut Cina Selatan masih bergejolak dengan melibatkan Cina, Taiwan, dan Jepang.

Melihat potensi konflik di eropa, timur tengah, asia selatan, dan kawasan asia timur yang masih memanas sewaktu-waktu bisa menjadi konflik politik dalam skala besar yang melibatkan banyak negara dunia.

Situasi ini bisa berdampak pada perdagangan internasional dan terganggunya rantai pasok pangan antar negara yang mengakibatkan terjadinya krisis pangan bagi masyarakat dunia.

Kondisi konflik politik global bisa menghantui melemahnya ketahanan pangan dalam negeri apalagi Indonesia dibeberapa sektor pangan masih bergantung pada impor pangan luar negeri seperti gandum yang mencapai 100%, kedelai 97%, gula 70%, daging sapi 50%, dan bawang putih 100%.

Oleh karena itu proyeksi ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi penting dan strategis untuk menghindari terjadinya krisis pangan sekaligus juga memperkuat pertahanan negara yang tidak hanya difokuskan pada pembentukan tentara yang kuat dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang canggih, namun, juga mempersiapkan ketersediaan pangan yang cukup yang bisa menghidupi rakyat Indonesia.

“Dengan tersedianya pangan yang cukup, akan membuat stabilitas keamanan nasional bisa terjaga”, ungkap Dedi yang juga anggota DPD dari Sumatera Utara.

Dalam mempersiapkan ketahanan pangan banyak tantangan yang dihadapi terutama soal kondisi berbgai wilayah Indoensia rentan terkena bencana alam dari mulai banjir bandang, erupsi gunung, tanah longsor, dan gempa.

Sehingga beberapa wilayah yang menjadi proyeksi ketahanan pangan bisa terganggu. Indonesia menempati peringkat kedua negara dunia yang memiliki resiko bencana yang tinggi. Data BNPB pada tahun 2024 telah terjadi 3.472 bencana di Indonesia.

“Banyaknya bencana diberbagai wilayah Indonesia akan mempengaruhi pembangunan ketahanan pangan maka diperlukan perhatian untuk melakukan mitigasi resiko bencana tidak hanya penanganan pasca bencana namun juga mitigasi sejak dini melalui pencegahan atas kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari penambangan dan penebangan hutan secara illegal”, kata Dedi.

Melihat proyeksi ketahanan pangan Indonesia saat ini memperlihatkan tren positif ini dibuktikan dengan meningkatnya produksi padi dan jagung triwulan I-2025.

Namun begitu Dedi juga mengingatkan agar negara tidak hanya bergantung pada pangan beras dan jagung saja tetapi juga perlu mengoptimalkan sumber pangan lain yang dimiliki masing-masing daerah melalui diversifikasi pangan.

“Jadi pandangannya harus jauh kedepan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dengan cadangan beras, maka ada ketersediaan pangan alternatif yang menjadi penyangga kehidupan rakyat Indonesia”, terang Dedi.

Kegiatan Diskusi Publik ini dihadiri oleh AA Ahmad Nawardi anggota DPD dari Provinsi Jawa Timur, Maria Goreti anggota DPD dari Provinsi Kalimantan Barat, Maya Rumantir anggota DPD dari Provinsi Sulawesi Utara sedangkan Narasumber dari pakar ada Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si. (Menteri PPN/Kepala Bappenas (2014-2015), Dr. Akhmad Musyafak, SP, M.P. (Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan), Prof. Dr. Ir. Harianto, MS (Guru Besar Ekonomi Pertanian IPB), Dr. Sutia Budi, SE., M.Si (Wakil Rektor I ITB Ahmad Dahlan Jakarta 2011-2023), dan Kusfiardi Pengamat Ekonomi.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamenhan

    Wamenhan RI Lepas 25 Tenaga Medis TNI ke Palestina untuk Misi Kemanusiaan Gelombang IV

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, secara resmi melepas keberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI Gelombang IV yang akan bertugas di Palestina. Acara pelepasan ini berlangsung di Ruang Rapat Palapa, Kementerian Pertahanan, pada Kamis (14/8/2025), dengan dihadiri para pejabat tinggi Kemhan dan TNI. Satgas Kesehatan Gelombang IV beranggotakan […]

  • Bendera One Piece Berkibar di Bawah Merah Putih: Aksi Simbolik Mahasiswa Yogyakarta sebagai Bentuk Perlawanan dan Kekecewaan Nasional

    Bendera One Piece Berkibar di Bawah Merah Putih: Aksi Simbolik Mahasiswa Yogyakarta sebagai Bentuk Perlawanan dan Kekecewaan Nasional

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta –Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan akan menggelar aksi unik namun sarat makna pada 1–31 Agustus 2025. Dalam aksi tersebut, mahasiswa di berbagai kampus anggota BEM Nusantara D.I. Yogyakarta akan mengibarkan bendera bajak laut One Piece di bawah bendera Merah Putih sebagai simbol kekecewaan dan perlawanan terhadap situasi bangsa […]

  • Kunjungan Mahasiswa KKN ke Petani Melon: Belajar Proses Budidaya dan Pemasaran di Desa Lambur 1 Kecamatan Muara Sabak Timur

    Kunjungan Mahasiswa KKN ke Petani Melon: Belajar Proses Budidaya dan Pemasaran di Desa Lambur 1 Kecamatan Muara Sabak Timur

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Muara Sabak Timur – Desa Lambur 1, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menjadi saksi bagaimana mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) membaur dengan masyarakat dan belajar langsung dari praktik pertanian. Salah satu kegiatan menarik yang dilakukan adalah kunjungan ke kebun melon milik Bapak Poerwantoutomo, seorang petani melon berpengalaman yang mengelola lahan […]

  • sd

    PayLater dan Generasi Muda: Antara Solusi Finansial atau Ancaman Baru?

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Fenomena PayLater dalam beberapa tahun terakhir berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Hampir semua platform digital—mulai dari marketplace, aplikasi transportasi, hingga layanan perjalanan—menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna membeli barang terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari. Kemudahan inilah yang membuat PayLater begitu populer di kalangan anak muda, terutama mahasiswa dan pekerja […]

  • Tottenham Hotspur Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Datangkan Takefusa Kubo dari Real Sociedad

    Tottenham Hotspur Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Datangkan Takefusa Kubo dari Real Sociedad

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Tottenham Hotspur dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar di bursa transfer musim panas 2025. Klub asal London Utara itu berencana mendatangkan winger Jepang, Takefusa Kubo, dari Real Sociedad dengan nilai transfer fantastis mencapai €70 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Langkah ini disebut sebagai upaya Spurs untuk menambal kekosongan lini serang setelah hengkangnya […]

  • WhatsApp Image 2026-01-05 at 16.59.07

    Mahasiswa Akuntansi UMRI Membuat Video Edukasi Tentang Anti Radikalisme yang Terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) membuat video edukasi bertema anti radikalisme sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, menyusul peristiwa kekerasan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta beberapa waktu lalu. Kegiatan pembuatan video edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya paham […]

expand_less