Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengelola Air atau Mengejar Laba? Catatan Kritis untuk Jakarta

Mengelola Air atau Mengejar Laba? Catatan Kritis untuk Jakarta

  • account_circle Devina
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026

Lens IDN, Opini – ‎Perubahan status Perusahaan Air Minum (PAM) dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) di DKI Jakarta patut dikritisi secara jernih dan bertanggung jawab. Kebijakan ini tidak sekadar menyangkut bentuk badan hukum BUMD, tetapi menyentuh inti tanggung jawab negara dalam menjamin hak dasar warga atas air.

‎Air adalah kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Karena itu, pengelolaannya tidak bisa diposisikan semata sebagai urusan bisnis. Negara hadir bukan untuk menghitung untung dan rugi, melainkan untuk memastikan seluruh warga terutama kelompok miskin dan rentan mendapatkan akses air yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

‎Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari tradisi keislaman dan kebangsaan, Gerakan Pemuda Ansor memandang bahwa air adalah amanah sosial, bukan komoditas ekonomi. Ketika pengelolaan air mulai didorong oleh logika laba dan dividen, di situlah negara harus berhati-hati agar tidak tergelincir meninggalkan mandat konstitusionalnya.

‎Perubahan status menjadi Perseroda membawa konsekuensi orientasi korporasi efisiensi finansial, target keuntungan, dan kewajiban setoran dividen. Dalam kerangka bisnis, hal itu mungkin wajar. Namun dalam kerangka pelayanan publik, orientasi tersebut menyimpan risiko besar. Pelayanan air berpotensi diprioritaskan pada wilayah yang menguntungkan secara ekonomi, sementara kawasan padat, kampung-kampung kota, dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap tertinggal.

‎Pengalaman di berbagai tempat menunjukkan pola yang hampir seragam  ketika air dikelola dengan pendekatan bisnis, tarif cenderung naik dan akses menjadi timpang. Kelompok rentan sering kali menjadi pihak pertama yang dikorbankan atas nama efisiensi. Jika hal ini terjadi, maka keadilan sosial hanya akan menjadi slogan kebijakan.

‎Kekhawatiran lain adalah melemahnya kontrol publik. Perseroda tunduk pada rezim korporasi, di mana banyak keputusan strategis dapat dibungkus sebagai “keputusan bisnis”. Tanpa pengamanan regulasi yang kuat, ruang pengawasan DPRD dan partisipasi publik berisiko menyempit. Padahal, air adalah urusan publik yang harus terbuka, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

‎Kami tidak menutup mata terhadap tantangan pengelolaan air di Jakarta: keterbatasan infrastruktur, kebocoran jaringan, dan kebutuhan investasi yang besar. Namun solusi atas persoalan tersebut tidak boleh mengorbankan prinsip dasar pelayanan publik. Modernisasi tata kelola harus berjalan seiring dengan penguatan perlindungan sosial, bukan sebaliknya.

‎Dalam perspektif moral dan keagamaan, air adalah nikmat Tuhan yang tidak boleh dimonopoli atau dipersulit aksesnya. Prinsip kemaslahatan umum harus menjadi fondasi kebijakan publik. Negara yang adil adalah negara yang melindungi yang lemah, bukan yang menyerahkan nasib rakyatnya kepada kalkulasi pasar.

‎Karena itu, perubahan kelembagaan pengelolaan air harus disertai dengan pengamanan yang jelas dan tegas. Pertama, jaminan tarif air yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua, prioritas layanan bagi wilayah tertinggal dan padat penduduk. Ketiga, penguatan pengawasan DPRD dan keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan strategis. Keempat, penegasan bahwa air tetap diposisikan sebagai pelayanan publik, bukan semata entitas bisnis.

‎Jakarta tidak kekurangan kecerdasan teknokratis. Namun sering kali yang kurang adalah keberanian moral untuk berpihak. Dalam urusan air, negara tidak boleh netral, apalagi berjarak. Negara harus hadir secara nyata, memastikan bahwa setiap kebijakan mencerminkan keberpihakan kepada rakyat.

‎Air bukan saham untuk diperdagangkan. Air adalah hak warga. Dan melindungi hak tersebut adalah kewajiban negara. Jika negara mulai abai, maka suara masyarakat sipil wajib mengingatkan. Di sinilah peran pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan elemen bangsa lainnya untuk menjaga agar kebijakan publik tetap berada di jalur keadilan sosial.

*) Penulis adalah Taufik Muhammad Guntur, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur.

  • Penulis: Devina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Unhas

    Optimalisasi Digital Desa, Mahasiswa KKN Unhas Berdayakan Informasi dan Data Desa Melalui Visualisasi Data

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Luwu Utara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 114 Desa Pince Pute secara resmi telah menyerahkan hilirisasi output kegiatan KKN dari program kerja pemberdayaan informasi dan data desa melalui visualisasi data sebagai langkah awal dalam mengoptimalkan digitalisasi desa. Penyerahan output program kerja ini berlangsung pada Kamis, 14 Agustus 2025 di […]

  • Yusril Ihza Mahendra Desak Reformasi Politik: DPR Harus Diisi Negarawan, Bukan Oligarki atau Selebriti

    Yusril Ihza Mahendra Desak Reformasi Politik: DPR Harus Diisi Negarawan, Bukan Oligarki atau Selebriti

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyerukan perlunya reformasi politik menyeluruh untuk memperbaiki kualitas parlemen dan memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada 11 September 2025, Yusril menegaskan bahwa sistem pemilu saat ini terlalu transaksional dan membuka ruang dominasi […]

  • WhatsApp Image 2026-06-05 at 20.02.58 (1)

    Demo Serentak di Kejagung, Mabes Polri, dan KPK, Mahasiswa Tuntut Pengusutan Dana Reses Agung Bagus Pratiksa Linggih

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta –  Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Bali melakukan aksi unjuk rasa di tiga instansi sekaligus yakni Kejaksaan Agung RI, Mabes Polri, dan KPK (5/6/2026). aksi ini menuntut agar dilakukannya penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dana reses yang dilakukan oleh ketua komisi II DPRD Provinsi Bali, yakni Agung Bagus Pratiksa Linggih. Aksi ini dilakukan atas […]

  • WhatsApp Image 2025-12-28 at 15.15.52

    Mahasiswa UBSI Cikarang Perkuat Literasi Pajak dan Zakat Lewat Penyuluhan di PKBM Gagak Mas

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Cikarang – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap dua pilar kesejahteraan nasional, yakni pajak dan zakat, terus digencarkan. Lima mahasiswa dari Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Cikarang menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Analisis Perbandingan Pajak dan Zakat di Indonesia” di PKBM Gagak Mas, Jumat (29/11/2025). Kegiatan edukatif tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran […]

  • Jack Grealish Dipinjamkan ke Everton, David Moyes Yakin Bisa Jadi Jalan Kembali ke Timnas Inggris

    Jack Grealish Dipinjamkan ke Everton, David Moyes Yakin Bisa Jadi Jalan Kembali ke Timnas Inggris

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Jack Grealish tidak masuk dalam skuad Inggris pada turnamen internasional terakhir, namun manajer kawakan David Moyes menilai kepindahannya ke Everton bisa menjadi momentum kebangkitan sang gelandang. Moyes bahkan meyakini Grealish mampu meniru kisah sukses Jesse Lingard yang kembali ke panggung internasional setelah menjalani masa pinjaman. Grealish resmi bergabung dengan Everton dengan […]

  • Pemerintah Diingatkan Berhati-hati dalam Mengendalikan Harga Beras

    Pemerintah Diingatkan Berhati-hati dalam Mengendalikan Harga Beras

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Pemerintah diingatkan berhati-hati dalam mengendalikan harga beras. Sebab, kenaikan pangan pokok seperti beras berpotensi menimbulkan krisis multidimensi yang dapat mengancam stabilitas Pemerintahan Prabowo. “Beras adalah kebutuhan pokok masyarakat, jika harga naik dampaknya bisa menjalar kepada krisis ekonomi, politik hingga krisis kepercayaan, Pemerintah harus waspada,” kata Anggota Komisi IV DPR menanggapi kenaikan […]

expand_less