Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Penguatan Identitas Budaya Lokal melalui Program Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur di SDN 260 Gresik

Penguatan Identitas Budaya Lokal melalui Program Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur di SDN 260 Gresik

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025

Lens IDN, Gresik – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Univeristas Negeri Surabaya yang saat ini mengabdi di wilayah Kabupaten Gresik, sukses besar menggelar program unggulan mereka, ‘Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur’, di SDN 260 Gresik. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas KKN, melainkan sebuah inisiatif serius mahasiswa untuk mengintervensi derasnya arus globalisasi yang perlahan mengikis rasa cinta dan pemahaman siswa terhadap warisan budaya mereka sendiri, khususnya Jawa Timur.

Acara puncak yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 ini berhasil menyulap suasana sekolah menjadi karnaval tradisi. Sejak pagi, para siswa dan jajaran guru kompak mengenakan busana adat khas Jawa Timur, mulai dari blangkon/udeng, beskap, hingga kebaya yang menciptakan visual yang semarak dan kental akan nuansa kebudayaan. Program ini dirancang dengan alur yang interaktif. Pertama, mahasiswa KKN-T memberikan sesi sosialisasi ringan mengenai filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam unggah-ungguh (tata krama) Jawa, diikuti dengan workshop singkat penggunaan dialek Jawa Timur yang santun dan benar. Kemudian, puncak kegiatan berfokus pada praktik langsung, di mana siswa kelas atas diwajibkan untuk berkomunikasi, mempresentasikan tugas, bahkan berpuisi menggunakan bahasa Jawa krama yang didampingi langsung oleh mahasiswa dan guru lokal. Anak-anak juga diajak memainkan permainan tradisional Jawa yang sudah hampir punah, memastikan unsur fun learning tetap terjaga.

Pihak SDN 260 Gresik melalui Kepala Sekolah, Bapak Jauhari Effendy S. Pd menyambut baik inisiatif ini. Beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan angin segar dan solusi kreatif bagi sekolah dalam upaya melestarikan budaya, yang selama ini terkendala oleh keterbatasan sumber daya. “Bantuan dari anak-anak KKN-T ini sangat nyata, mereka tidak hanya mengajarkan, tetapi juga memberikan energi baru. Mereka berhasil membuktikan bahwa belajar budaya itu tidak harus kaku, tapi bisa seru dan relevan,” ungkap beliau.

Menurut Dosen Pembimbing Lapangan KKN Golokan, yaitu Bapak Mohammad Amiruddin Al Farisi,S.E,M.Sc, Saya memandang program ‘Sekolah Sehari Berbudaya’ di SDN 260 Gresik ini sebagai manifestasi nyata dari misi universitas yang tertuang dalam skema KKN Tematik. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi substantif dari pengabdian masyarakat yang berfokus pada pelestarian akar budaya lokal.Melihat transformasi siswa yang kini lebih percaya diri dalam berbusana adat dan berbahasa daerah, saya yakin mahasiswa telah berhasil menanamkan kesadaran bahwa identitas lokal adalah aset berharga, bukan beban masa lalu. Harapan saya, momentum ini tidak berhenti sebagai tugas KKN semata, namun mampu diinisiasi menjadi agenda rutin sekolah. Hal ini krusial agar internalisasi nilai-nilai Jawa Timur di Gresik dapat terus terpelihara secara konsisten dan menjadi jati diri bagi generasi mendatang (minta tolong di tambahkan mbak)

Sementara itu, Dimas Prayata Waradana selaku ketua kelompok mahasiswa, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari misi universitas. Menurutnya, program ini secara langsung menyentuh skema Pengembangan Budaya Lokal dan Pengabdian Masyarakat yang menjadi fokus KKN Tematik mereka. Dengan melihat antusiasme tinggi dari para siswa yang kini lebih percaya diri menggunakan bahasa dan busana adat mereka, mahasiswa berharap telah menanamkan benih kesadaran bahwa identitas lokal adalah aset berharga yang harus dijaga. Diharapkan, momentum ‘Sekolah Sehari’ ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat dijadikan agenda rutin sekolah agar kecintaan dan pemahaman siswa terhadap warisan budaya Jawa Timur di Gresik dapat terus terpelihara dan diperkuat.

Selaku ketua pelaksana kegiatan, Dian Eka Marlianti menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya program ini dengan lancar sesuai perencanaan. Ia menuturkan bahwa kegiatan “Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur” merupakan hasil dari perencanaan bersama mahasiswa KKN-T, mulai dari perumusan konsep, koordinasi dengan pihak sekolah, hingga pelaksanaan di lapangan. “Program ini kami rancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai pengalaman bermakna bagi siswa agar mereka bisa merasakan langsung bagaimana menggunakan bahasa Jawa dan mengenakan busana adat dalam kehidupan sehari-hari. Kami sangat senang karena kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Antusiasme juga terlihat jelas dari para siswa SDN 260 Gresik yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Banyak siswa mengaku senang karena dapat belajar bahasa Jawa dengan cara yang menyenangkan serta mencoba mengenakan busana adat yang jarang mereka pakai di hari biasa. Beberapa siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini membuat mereka lebih percaya diri untuk berbicara menggunakan bahasa Jawa krama dan memahami pentingnya menjaga budaya daerah. Respons positif dari siswa ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini.

pelaksanaan program “Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur” ini, mahasiswa KKN-T Universitas Negeri Surabaya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan siswa mampu menciptakan ruang pembelajaran yang bermakna, edukatif, dan menyenangkan. Dengan keberhasilan kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai budaya Jawa Timur dapat terus dikenalkan, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga marwah budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Ke depannya, besar harapan agar program “Sekolah Sehari Berbahasa dan Berbusana Adat Jawa Timur” dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dijadikan agenda rutin di SDN 260 Gresik. Melalui keberlanjutan program ini, siswa diharapkan semakin terbiasa menggunakan bahasa Jawa yang santun serta mengenal dan mencintai busana adat daerahnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa sebagai upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026-01-08 at 10.33.23

    Menyoal Pilkada Tak Langsung: Sesat Pikir Mengobati Demokrasi

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali hadir dalam ruang publik kita. Gagasan ini muncul dengan premis penyelamatan: menekan ongkos politik yang kian tak masuk akal, meredam polarisasi akar rumput, serta memangkas praktik politik uang yang masif. Sekilas, argumen tersebut tampak logis sebagai respons […]

  • WhatsApp Image 2025-12-21 at 16.06.06

    Kepala Staf Kepresidenan M Qodari: Akad Massal FLPP Jadi Tonggak Penting Target Perumahan Nasional

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Banten — Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai tonggak penting dalam percepatan pencapaian target perumahan nasional. Akad massal sebanyak 50.030 unit FLPP yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan […]

  • FABEM Jawa Timur Kecam Polri: Kasus Tewasnya Driver Ojol Jadi Bukti Kekerasan Negara Masih Hidup

    FABEM Jawa Timur Kecam Polri: Kasus Tewasnya Driver Ojol Jadi Bukti Kekerasan Negara Masih Hidup

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Timur melontarkan kritik keras terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pasca peristiwa tragis yang menimpa seorang driver ojek online (Ojol), Moh. Umar Amirudin. Kejadian ini disebut sebagai bukti nyata bahwa praktik kekerasan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung dan mencederai prinsip demokrasi. Menurut FABEM […]

  • WhatsApp Image 2025-12-24 at 13.46.14

    Perkuat Wawasan Kebangsaan, Kaisar Abu Hanifah Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sleman

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat rasa kebangsaan dan cinta tanah air, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Kaisar Abu Hanifah, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tim sukses bertempat di Joglo Merapi Rasa, Jln. Pakem Kalasan, Kec. Cangkringana, Kab. Sleman, Daerah […]

  • IMG-20251020-WA0055

    Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Fondasi Kuat Menuju Kemandirian Pertahanan Nasional dan Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sistem pertahanan negara. Berlandaskan visi menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat, mandiri, dan bermartabat, kebijakan pertahanan nasional diarahkan pada empat fokus utama, yaitu memperkuat persatuan […]

  • IMG-20251112-WA0022

    Indonesia Tawarkan Model Kerukunan Dunia Lewat Program Indonesian Interfaith Scholarship 2025

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Indonesia kembali memperkuat perannya sebagai pusat inspirasi kerukunan dunia melalui program Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025 yang digelar oleh Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI. Program ini menghadirkan sepuluh tokoh lintas agama dan kebudayaan dari Austria untuk mempelajari langsung praktik hidup rukun di tengah keberagaman Indonesia. Mengusung […]

expand_less