Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Perda Pekerja Migran Dinilai Jadi Solusi Strategis Tekan Pengangguran di Kota Sukabumi

Perda Pekerja Migran Dinilai Jadi Solusi Strategis Tekan Pengangguran di Kota Sukabumi

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026

Lens IDN, Sukabumi – Persoalan pengangguran di Kota Sukabumi tidak lagi dapat dipandang sebatas data statistik, melainkan realitas sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari lulusan baru yang belum terserap dunia kerja, anak muda yang bertahan di sektor informal, hingga pencari kerja yang terpaksa merantau ke luar daerah karena keterbatasan lapangan pekerjaan lokal.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Taufik Muhammad Guntur, menilai langkah Pemerintah Kota Sukabumi dalam menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penempatan dan perlindungan pekerja migran sebagai kebijakan yang maju, strategis, dan relevan dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, regulasi tersebut dapat menjadi instrumen penting dalam menata jalur penyerapan tenaga kerja secara legal, aman, dan produktif, khususnya bagi kelompok usia muda yang selama ini paling rentan terdampak pengangguran.

Pengangguran Masih Tinggi, Pemuda Jadi Kelompok Rentan

Taufik mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi pada 2024 tercatat sebesar 8,34 persen. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih tergolong tinggi dan menunjukkan tantangan serius dalam penyediaan lapangan kerja.

“Yang paling terasa adalah di kalangan pemuda. Pengangguran didominasi usia 15–24 tahun, terutama lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja,” ujarnya.

Di lapangan, kondisi tersebut terlihat dari membludaknya pelamar setiap kali lowongan kerja dibuka, pertumbuhan sektor informal tanpa jaminan kerja, hingga fenomena warga usia produktif yang memilih bekerja di luar daerah sebagai pilihan realistis.

Perda Pekerja Migran Dinilai Tepat Sasaran

Dorongan penyusunan Perda pekerja migran sebelumnya juga disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, sebagaimana diberitakan Radar Sukabumi. Dalam pertemuan bersama Ayep Zaki, Mukhtarudin mendorong Pemkot Sukabumi segera menyusun dua Perda terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran.

Taufik menilai arahan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah. Ia menegaskan bahwa pekerja migran tidak boleh lagi dipahami semata sebagai pilihan individual warga untuk bekerja ke luar negeri, melainkan sebagai bagian dari strategi daerah dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Yang terpenting adalah memastikan warga berangkat secara prosedural, memiliki kontrak kerja yang jelas, mendapatkan pelatihan, serta perlindungan hukum sebelum, selama, dan setelah bekerja,” tegasnya.

DPRD Siap Mengawal Implementasi Perda

Sebagai unsur legislatif, DPRD Kota Sukabumi berkomitmen tidak hanya membahas regulasi, tetapi juga mengawal implementasinya agar benar-benar berdampak bagi masyarakat. Taufik menekankan sejumlah prinsip yang perlu menjadi roh Perda pekerja migran.

Di antaranya, pelatihan kerja harus berbasis kebutuhan pasar global dan selaras dengan negara tujuan, layanan migrasi kerja harus terpusat dan mudah diakses, serta adanya perlindungan bagi keluarga pekerja migran yang ditinggalkan.

Selain itu, pendampingan purna migran juga dinilai krusial agar pekerja yang kembali ke daerah tidak kembali menganggur, melainkan mampu berdaya melalui kewirausahaan, UMKM, koperasi, maupun akses permodalan.

Investasi Masa Depan SDM Sukabumi

Taufik menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya “mengirim tenaga kerja ke luar negeri”, melainkan membangun Kota Sukabumi yang lebih siap kerja, terampil, dan terlindungi secara hukum.

“Jika dilaksanakan dengan tepat, Perda ini berpotensi menurunkan angka pengangguran, meningkatkan kualitas SDM, memperkuat daya beli keluarga, serta menjaga perlindungan warga,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD Kota Sukabumi, khususnya Komisi I, pada prinsipnya mendukung penuh langkah strategis Pemkot dalam penyusunan Perda pekerja migran dan penguatan pelatihan tenaga kerja, dengan catatan seluruh kebijakan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

 

Oleh: Taufik Muhammad Guntur, SE., MM
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Whats_App_Image_2026_09_20_at_14_30_50_a3989dcf4a

    Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat kolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) untuk mendorong hasil riset dan inovasi perguruan tinggi agar dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM dan Science Techno Park Universitas Indonesia (STP UI) dalam […]

  • Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Patrio

    Gelombang Demonstrasi di DPR RI: Nama Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Patrio Disorot Publik

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, kembali memanas pada Sabtu (30/8/2025). Gelombang protes yang sudah berlangsung sejak awal pekan dipicu oleh kematian tragis seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi pada Kamis (28/8). Kemarahan massa tidak hanya […]

  • 17919584226acf1d96115c4_WhatsApp_Image_2026_10_14_at_11_14_46__2_

    Indonesia–Serbia Perluas Kerja Sama Pekerja Migran, Beasiswa, dan Pertahanan

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta– Indonesia dan Serbia sepakat memperluas kerja sama di bidang perlindungan pekerja migran, pendidikan, sosial budaya, serta pertahanan. Penguatan kemitraan tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-5 Indonesia–Serbia yang berlangsung di Jakarta pada 10 Oktober. Selain memperkuat hubungan ekonomi, kedua negara ingin mengembangkan kerja sama yang mendukung hubungan antarmasyarakat dan memberikan manfaat […]

  • WhatsApp Image 2026-10-18 at 18.00.58

    Rawat Solidaritas dan Kepedulian Sosial, Bansos FDIKOM 2026 Sambangi Panti YPMS Kedaung

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Banten – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan Bakti Sosial (Bansos) FDIKOM 2026 di Panti YPMS Kedaung selama dua hari. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus perwujudan pengabdian sosial yang berlandaskan nilai solidaritas dan kemanusiaan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya […]

  • jdh

    Wujudkan UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN Untidar Periode Januari 2026 Gelar Pendampingan Legalitas Usaha di Desa Mangunrejo

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Magelang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar Desa Mangunrejo Periode Januari 2026 mengadakan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pengajuan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), dan Pembuatan Merek Dagang beserta Logo Produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mangunrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten […]

  • Menkeu Purbaya Diminta Perhatikan Nasib Pengusaha Rokok Madura

    Menkeu Purbaya Diminta Perhatikan Nasib Pengusaha Rokok Madura

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Muda Tembakau Madura (APTMA) melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Senin, 29 September 2025. Dalam kesempatan itu, Asosiasi meminta agar Menteri Purbaya turut memperhatikan pengusaha rokok asal Madura. “Kami mempunyai keinginan bagaimana Madura dijadikan sebagai kawasan khusus dan memberlakukan SKM dan SPM kelas III dengan perkiraan […]

expand_less