Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Dorong Petani Go Digital, Kans Indonesia dan Hibah Jarpak Gita Pertiwi Gelar Pelatihan Branding dan Content Marketing

Dorong Petani Go Digital, Kans Indonesia dan Hibah Jarpak Gita Pertiwi Gelar Pelatihan Branding dan Content Marketing

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sab, 27 Jun 2026

Lens IDN, Wonogiri – Upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan pemasaran di era digital terus dilakukan melalui kegiatan Workshop Strategi Branding dan Content Marketing bagi Petani di Era Digital yang diselenggarakan oleh Tim Hibah Jarpak Gita Pertiwi. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Belajar Minilab, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, dan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang berasal dari kelompok tani serta pelaku usaha pertanian setempat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas Negeri Surakarta (UNS) melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak Magang, bekerja sama dengan Yayasan Gita Pertiwi Surakarta. Workshop ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani agar tidak hanya mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produk secara mandiri melalui platform digital. Seiring perkembangan teknologi informasi, petani dituntut untuk mampu beradaptasi dengan pola pemasaran yang lebih modern guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Mengusung tema “Membangun Identitas Produk dan Memperluas Jangkauan Pasar melalui Branding dan Content Marketing yang Sederhana dan Efektif”, kegiatan ini menghadirkan pemateri dari CV Kans Indonesia, Muhammad Rizal Khadafi, S.P., yang membagikan pengalaman dan strategi praktis terkait branding serta pemasaran digital bagi sektor pertanian.

Dalam pemaparannya, Rizal menjelaskan bahwa branding merupakan langkah penting untuk membangun identitas produk sehingga lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen. Menurutnya, produk pertanian saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas, tetapi juga perlu memiliki cerita, nilai, dan citra yang mampu menarik perhatian pasar.

“Petani memiliki potensi besar untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Aktivitas sehari-hari seperti pengolahan lahan, perawatan tanaman, panen, hingga pengemasan produk sebenarnya dapat menjadi konten yang menarik dan bernilai bagi konsumen,” jelas Rizal saat menyampaikan materi.

Selain membahas konsep branding, peserta juga diperkenalkan pada strategi content marketing yang sederhana dan mudah diterapkan. Materi difokuskan pada cara mengembangkan ide konten dari aktivitas pertanian sehari-hari sehingga petani dapat menghasilkan konten secara konsisten tanpa memerlukan peralatan yang mahal maupun keterampilan teknis yang rumit.

Salah satu topik yang mendapat perhatian peserta adalah pemanfaatan Facebook Pro sebagai media promosi produk pertanian. Platform tersebut dinilai dekat dengan keseharian petani dan memiliki berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta membangun kepercayaan terhadap produk yang dipasarkan.

Tak hanya teori, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik pembuatan konten digital menggunakan smartphone. Peserta diajak mempelajari teknik dasar pengambilan foto dan video produk, penyusunan narasi promosi yang sederhana, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu membuat desain promosi yang lebih menarik.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan muncul terkait strategi membangun kepercayaan konsumen di media sosial, cara membuat konten yang menarik, hingga teknik meningkatkan jangkauan promosi secara organik melalui Facebook Pro.

Ketua Tim Hibah Jarpak Gita Pertiwi menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi petani untuk lebih aktif memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk. Dengan kemampuan branding dan content marketing yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk serta memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya branding dan pemasaran digital, tetapi juga menghasilkan contoh konten promosi sederhana yang dapat langsung diterapkan pada usaha pertanian masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya petani-petani yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pengembangan usaha di masa depan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG_1499.JPG

    Indonesian Youth Exchange Perkuat Daya Saing Generasi Muda melalui Kolaborasi Global, Budaya, dan Kepemimpinan

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Yogyakarta – Penguatan kapasitas generasi muda menjadi salah satu kunci utama dalam menentukan arah pembangunan Indonesia di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan global, pemuda tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, menghargai keberagaman, serta menjalin kolaborasi lintas negara. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Indonesian Youth Exchange (IYX) terus […]

  • Masa Depan Akuntansi di Indonesia 2025

    Tantangan Ekonomi dan Masa Depan Akuntansi di Indonesia 2025

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Memasuki pertengahan tahun 2025, perekonomian Indonesia berada pada fase yang penuh tantangan. Gelombang ketidakpastian global, perubahan kebijakan fiskal, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah menjadi latar belakang yang memengaruhi hampir seluruh sektor industri. Namun, di tengah riuhnya isu makroekonomi, ada satu aspek penting yang kerap terabaikan, padahal menjadi tulang punggung kepercayaan pasar […]

  • 25 Pengacara FP NTT Dampingi Tiga Terduga Kasus Penculikan Kepala Cabang BRI

    25 Pengacara FP NTT Dampingi Tiga Terduga Kasus Penculikan Kepala Cabang BRI

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Sebanyak 25 advokat yang tergabung dalam Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) resmi menjadi kuasa hukum bagi tiga orang terduga kasus penculikan dan dugaan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (MIP). Ketiga terduga tersebut berinisial EWB, AT, dan JRS. Pengumuman pendampingan hukum itu disampaikan langsung oleh Dewan […]

  • Benjamin Sesko

    Benjamin Sesko Ungkap Alasan Tolak Arsenal dan Fokus Hadapi Laga Kontra The Gunners

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Striker anyar Manchester United, Benjamin Sesko, akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya menolak tawaran Arsenal pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain berusia 21 tahun itu menegaskan bahwa bergabung dengan Setan Merah merupakan keputusan yang mudah karena dukungan rekan setim yang memiliki kualitas mumpuni dalam menciptakan peluang. “Keputusan itu sangat mudah. […]

  • WhatsApp Image 2025-12-30 at 15.01.21

    LPB Nasional 2025 Resmi Ditutup, Peneliti Muda Indonesia Siap Tembus Ajang Internasional

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Tangerang – Rangkaian kegiatan Lomba Peneliti Belia (LPB) Nasional 2025 resmi berakhir melalui acara Awarding Night yang digelar meriah di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi puncak apresiasi bagi peneliti muda dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasi di bidang riset. Acara penutupan LPB Nasional […]

  • WhatsApp Image 2026-01-08 at 10.33.23

    Menyoal Pilkada Tak Langsung: Sesat Pikir Mengobati Demokrasi

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali hadir dalam ruang publik kita. Gagasan ini muncul dengan premis penyelamatan: menekan ongkos politik yang kian tak masuk akal, meredam polarisasi akar rumput, serta memangkas praktik politik uang yang masif. Sekilas, argumen tersebut tampak logis sebagai respons […]

expand_less