Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dapur SPPG dan Keracunan Siswa: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Dapur SPPG dan Keracunan Siswa: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

  • account_circle Devina
  • calendar_month Sab, 9 Mei 2026

Lens IDN, Kolom – Kasus keracunan siswa akibat makanan dari dapur SPPG tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Peristiwa ini adalah alarm keras bahwa ada persoalan serius dalam tata kelola, pengawasan, dan tanggung jawab hukum penyedia makanan di lingkungan sekolah. Ketika siswa menjadi korban, maka pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang mengelola dapur, melainkan siapa yang lalai dan harus dimintai pertanggungjawaban.

Dalam persoalan ini, penyelenggara dapur SPPG berada pada garis depan tanggung jawab. Mereka menguasai seluruh rantai proses makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi kepada siswa. Jika ada satu saja tahap yang diabaikan, lalu berujung pada keracunan, maka kelalaian tersebut tidak bisa dibenarkan. Apalagi makanan untuk anak sekolah menuntut standar kehati-hatian yang jauh lebih tinggi dibanding makanan biasa, karena risiko yang ditimbulkan bisa langsung mengenai kesehatan anak.

Secara hukum, kasus semacam ini membuka ruang pertanggungjawaban perdata dan pidana. Dari sisi perdata, korban dan keluarganya dapat menuntut ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat perbuatan melawan hukum. Kerugian itu tidak sebatas biaya pengobatan, tetapi juga mencakup penderitaan fisik, tekanan psikologis, dan hilangnya kenyamanan belajar. Dari sisi pidana, jika keracunan terjadi akibat kelalaian yang nyata, maka penyelenggara tidak bisa berlindung di balik alasan teknis atau lemahnya koordinasi internal. Kelalaian dalam urusan pangan adalah persoalan serius, bukan kesalahan kecil yang bisa disapu bersih dengan permintaan maaf.

Namun, tanggung jawab tidak boleh berhenti pada dapur SPPG semata. Sekolah sebagai pihak yang bekerja sama dan mengizinkan distribusi makanan juga memiliki kewajiban pengawasan. Jika sekolah hanya menyerahkan seluruh urusan kepada penyedia tanpa kontrol yang memadai, maka ada kelalaian struktural yang ikut berkontribusi pada terjadinya keracunan.

Dengan kata lain, masalah ini bukan sekadar kegagalan operasional, tetapi juga kegagalan pengawasan. Inilah yang sering luput dibahas: ketika ada anak keracunan, semua pihak cenderung saling menunjuk, padahal hukum menuntut kejelasan peran dan batas tanggung jawab.

Pemerintah daerah dan lembaga pengawas pangan pun tidak boleh cuci tangan. Jika program makanan untuk siswa berjalan tanpa inspeksi yang ketat, tanpa audit kebersihan, dan tanpa standar keamanan yang jelas, maka negara turut gagal menjalankan fungsi perlindungan. Dalam konteks ini, keracunan siswa bukan hanya persoalan hubungan antara sekolah dan penyedia, tetapi juga cermin lemahnya sistem pengawasan publik. Negara seharusnya hadir sebelum korban jatuh, bukan hanya sesudah kasus masuk berita.

Menurut saya, kasus keracunan siswa harus dibaca sebagai bentuk kegagalan serius dalam menjamin hak anak atas makanan yang aman. Anak sekolah bukan konsumen biasa. Mereka adalah kelompok rentan yang seharusnya mendapat perlindungan lebih tinggi. Karena itu, setiap penyedia makanan untuk siswa wajib tunduk pada standar yang ketat, transparan, dan dapat diaudit. Jika tidak, maka program yang tampaknya mulia justru berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan anak.

Sudah saatnya pemerintah, sekolah, dan penyelenggara dapur SPPG berhenti menormalisasi kelalaian. Tidak cukup hanya melakukan evaluasi internal atau mengganti menu setelah kejadian. Yang dibutuhkan adalah pertanggungjawaban hukum yang tegas, pengawasan yang nyata, dan sanksi yang memberi efek jera. Tanpa itu, keracunan siswa hanya akan terus berulang, sementara korban selalu berada di pihak yang paling lemah.

 

*) Penulis adalah Aldi Ubaidillah, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Cirebon. 

  • Penulis: Devina

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG-20251102-WA0024

    NasDem Jatim Gelar Rakerwil untuk Konsolidasi dan Pemantapan Arah Juang Menuju 2029

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Tahun 2025 sebagai langkah awal konsolidasi dan penetapan arah juang partai menuju kemenangan pada Pemilu 2029. Acara yang berlangsung di Dyandra Surabaya, Minggu (2/11/2025) ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPW, DPD, serta para anggota legislatif dari tingkat […]

  • ChatGPT Image Jun 3, 2026, 11_38_52 AM

    Vitinha dan João Neves Pecahkan Rekor Cristiano Ronaldo, Jadi Pemain Portugal Termahal dalam Sejarah Transfermarkt

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Dua bintang muda Portugal, Vitinha dan João Neves, kembali mencuri perhatian dunia sepak bola setelah pembaruan nilai pasar terbaru Ligue 1 yang dirilis oleh Transfermarkt. Keduanya tercatat mengalami lonjakan nilai pasar yang sangat signifikan, masing-masing sebesar 30 juta euro, sehingga kini memiliki nilai pasar fantastis sebesar 140 juta euro. Pencapaian tersebut […]

  • presidenri.go.id-02092026111649-6a97a33163b120.35240436-e1788322650642

    Tiba di Vladivostok, Presiden Prabowo Perkuat Hubungan Indonesia dan Rusia

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Internasional— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Vladivostok, Federasi Rusia, Rabu (2/9/2026), pukul 10.45 waktu setempat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia di tengah peluang kerja sama bilateral yang semakin luas. Presiden Prabowo datang ke Vladivostok untuk memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kepala Negara dijadwalkan hadir […]

  • ChatGPT Image May 17, 2026, 01_38_29 PM

    Steven Gerrard Kecewa Xabi Alonso Pilih Chelsea: Liverpool Dinilai Terlambat Bertindak

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Liverpool disebut kehilangan peluang emas untuk memulangkan mantan gelandang andalan mereka, Xabi Alonso. Legenda The Reds, Steven Gerrard, mengungkapkan rasa kecewanya setelah Alonso dikabarkan memilih bergabung dengan Chelsea F.C.. Menurut Gerrard, ia sempat berbicara langsung dengan Alonso sebelum keputusan final dibuat. Dalam percakapan tersebut, Gerrard menyarankan agar mantan rekannya itu bersabar […]

  • WhatsApp Image 2026-05-08 at 09.09.26

    Mahasiswa UIN Jakarta Blokade Jalan Ciputat, Tolak Kampus Jadi Pengelola MBG

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan gedung rektorat sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kampus dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa aksi yang terdiri dari berbagai fakultas, organisasi mahasiswa, serta elemen gerakan mahasiswa Ciputat tersebut menilai kebijakan tersebut semakin memperlihatkan arah kampus […]

  • 69283e24a5d8b

    Ketua Pemuda Aceh-Jakarta Wanda Assyura Perjuangkan Bantuan Menjangkau Seluruh Titik Terdampak

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Banjir besar yang melanda Aceh sejak 28–30 November 2025 membawa dampak berat di sejumlah kabupaten seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Selatan. Ribuan warga harus mengungsi, puluhan desa terisolasi, akses jalan terputus, dan bantuan darat sulit menjangkau titik-titik terdampak. Situasi ini mendorong berbagai elemen masyarakat Aceh, termasuk […]

expand_less