Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Dua Kakak-Beradik Penjual Roti di Malang Jadi Potret Kesenjangan Akses Pendidikan

Dua Kakak-Beradik Penjual Roti di Malang Jadi Potret Kesenjangan Akses Pendidikan

  • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lens IDN, Malang – Hak atas pendidikan dijamin oleh undang-undang, tetapi belum semua anak dapat merasakannya. Kami menjumpai kenyataan itu pada dua kakak-beradik di Malang yang harus berjualan roti untuk membantu perekonomian keluarga. Salah satunya putus sekolah, sedangkan yang lain ragu melanjutkan pendidikan karena mengkhawatirkan biaya.

Temuan tersebut kami peroleh melalui observasi lapangan untuk tugas mata kuliah Kewarganegaraan di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. Kami melakukan observasi pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 13.00–14.30 WIB, di kawasan Transmart Malang, dekat kampus kami.

Satu Putus Sekolah, Satu Ragu Melanjutkan

Kami mewawancarai dua narasumber dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Identitas mereka kami samarkan dengan inisial karena keduanya masih di bawah umur. P (14) berhenti bersekolah saat memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP) karena kendala ekonomi dan kini bekerja sebagai penjual roti. Adiknya, A (12), masih bersekolah sambil berjualan roti. A berencana melanjutkan ke SMP, tetapi masih ragu karena khawatir biaya pendidikan yang tinggi akan membebani keluarga.

Keduanya juga mengaku tidak menerima bantuan pemerintah, seperti keringanan uang sekolah, seragam, ataupun buku. Menurut penuturan mereka kepada kami, bantuan tersebut tidak diperoleh karena kuota bantuan di sekolah telah habis.

Biaya Pendidikan Tidak Hanya SPP

Dari temuan itu, kami melihat bahwa hambatan pendidikan tidak hanya berupa sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Seragam, buku, alat tulis, dan ongkos transportasi harian tetap menjadi beban bagi keluarga berpenghasilan rendah. Ketika penghasilan keluarga tidak mencukupi, anak kerap ikut bekerja sehingga pendidikan tidak lagi menjadi prioritas.

Kami juga mengidentifikasi sejumlah kendala dalam penyaluran bantuan. Banyak keluarga kurang memperoleh informasi tentang jenis bantuan, persyaratan, dan cara pengajuannya, sementara sosialisasi dari pihak terkait belum merata. Data keluarga miskin pun belum tercatat atau belum diperbarui, dan persyaratan administrasi, seperti Kartu Keluarga dan surat keterangan tidak mampu, sulit dipenuhi. Selain itu, penyaluran bantuan umumnya melalui sekolah, rukun tetangga/rukun warga (RT/RW), atau kelurahan, sehingga anak yang sudah tidak bersekolah berisiko luput dari informasi.

Lingkaran yang Sulit Diputus

Menurut analisis kami, kondisi tersebut membentuk lingkaran ketidaksetaraan. Keluarga yang miskin membuat anak harus bekerja dan tidak dapat bersekolah dengan layak. Pendidikan yang rendah menyulitkan mereka memperoleh pekerjaan yang lebih baik, sementara suara mereka kurang didengar. Akibatnya, pemerintah kurang mengetahui kebutuhan mereka, kebijakan dan bantuan tidak tepat sasaran, dan keluarga tetap miskin. Dalam jangka panjang, kemiskinan berisiko diwariskan antargenerasi dan kesenjangan sosial semakin lebar.

 

Hak atas pendidikan tanpa diskriminasi sendiri tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Rekomendasi Kami

Berdasarkan temuan tersebut, kami mengusulkan tiga langkah utama.

  • Memperbarui pendataan keluarga kurang mampu secara berkala di lapangan, termasuk anak yang sudah putus sekolah, serta menyederhanakan persyaratan administrasi dan menyediakan pendampingan dalam pengajuan bantuan.
  • Memperluas sosialisasi melalui RT/RW, kelurahan, dan sekolah dengan bahasa yang mudah dipahami, serta memperluas program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi anak putus sekolah.
  • Meningkatkan literasi politik dan membuka forum diskusi warga bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu karena bekerja.

Kami meyakini bahwa upaya pengentasan kemiskinan dan pemenuhan hak atas pendidikan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Upaya itu membutuhkan keterlibatan aktif dan sinergis dari pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mahasiswa melalui kegiatan mengajar, pendampingan belajar, serta penyebaran informasi bantuan pendidikan.

 

Sumber dan Rujukan

  • Observasi lapangan dan wawancara dengan dua narasumber (inisial P dan A), Malang, 11 Oktober
  • Kelompok 4. (2026). Ketidaksetaraan aksesibilitas pendidikan dan politik [Makalah mata kuliah Kewarganegaraan]. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Dosen pengampu: Andi Setiawan, S.IP., M.Si.
  • Azzahra, A., Suhel, S., & Yulianita, A. (2025). Determinan putus sekolah anak usia 7–18 tahun: Peran kemiskinan, demografi, dan anggaran pendidikan di Kota Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 6(1), 63–79.
  • Maulidina, H. (2019). Kemiskinan dalam perspektif ilmu sosiologi. Jurnal Kajian, 3(2), 1–
  • Muhammad, , & Amaliah, N. (2020). Kelompok miskin dalam demokrasi lokal di Indonesia (Studi kasus pemilihan Wali Kota Makassar). Jurnal Ilmu Pemerintahan OTORITAS, 5(1), 45–58.
  • Palaneven, T. O. M., Walengwangko, E. N., & Sumual, J. I. (2018). Pengaruh pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan sektor kesehatan terhadap IPM dan dampaknya terhadap Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 18(4), 52–61.
  • Syawie, M. (2011). Kemiskinan dan kesenjangan sosial. Sosio Informa, 16(3), 213–
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
  • Penulis: Kezia Valeria R, Tendy Tanuwijaya, Aryasatya Zuhdi N, Mikaela Langit Kembang P.W, dan Fariz Aulia R, Mahasiswa Departemen Teknik Kimia, Universitas Brawijaya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026-08-21 at 17.56.58 (1)

    Weird Genius Akhiri Hiatus Lewat Single Escape, Gandeng Emily Sie Menuju Album Baru

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta— Grup musik elektronik Indonesia, Weird Genius, resmi menandai berakhirnya masa hiatus dengan merilis single terbaru berjudul “Escape”. Dalam karya terbarunya tersebut, Reza Arap (YB), Eka Gustiwana, dan Roy CDC menggandeng penyanyi muda Emily Sie sebagai kolaborator vokal. Perilisan “Escape” menjadi langkah awal Weird Genius untuk kembali aktif di industri musik setelah menjalani […]

  • IMG-20251027-WA0020

    KAMUNING Adakan Musyawarah Anggota Ke-XII, Syehan Al-Muslim Terpilih Jadi Ketua

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bandung – Keluarga Mahasiswa Kuningan (Kamuning) UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi menyelenggarakan Musyawarah Anggota (Musyag) ke-XII di Sekretariat KMK Bandung Raya, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta regenerasi kepemimpinan demi keberlanjutan organisasi. Musyawarah Anggota merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi Kamuning yang berfungsi […]

  • ChatGPT Image May 17, 2026, 01_25_04 PM

    José Mourinho Sebut Sir Alex Ferguson Masih di Atas Pep Guardiola, Ini Alasannya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Perdebatan mengenai siapa pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola kembali mencuat setelah keberhasilan Pep Guardiola membawa Manchester City menjuarai Piala FA usai mengalahkan Chelsea FC di partai final. Di tengah pujian terhadap Guardiola, José Mourinho menegaskan bahwa pencapaian Guardiola belum dapat disejajarkan dengan Sir Alex Ferguson. Menurut Mourinho, Guardiola merupakan pelatih luar […]

  • Gigio Donnarumma Resmi Sampaikan Perpisahan Mengharukan kepada PSG dan Suporter

    Gigio Donnarumma Resmi Sampaikan Perpisahan Mengharukan kepada PSG dan Suporter

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Kiper tim nasional Italia, Gianluigi “Gigio” Donnarumma, akhirnya resmi mengumumkan perpisahannya dengan Paris Saint-Germain (PSG) melalui sebuah pernyataan terbuka yang penuh emosi. Dalam pesan yang ditujukan kepada para pendukung setia klub, Donnarumma mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus kekecewaannya atas keputusan manajemen yang membuatnya tak lagi menjadi bagian dari skuad Les Parisiens. […]

  • Mahfud MD Minta Polemik Ijazah Jokowi Segera Diakhiri, Ingatkan Jangan Hina Sesama

    Mahfud MD Minta Polemik Ijazah Jokowi Segera Diakhiri, Ingatkan Jangan Hina Sesama

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sebaiknya segera dituntaskan melalui jalur hukum tanpa perlu disertai narasi yang bersifat merendahkan. “Serahkan prosesnya pada hukum, apapun hasilnya. Tidak perlu ribut-ribut lagi menurut […]

  • Kekuasaan Bukan untuk Menindas, Tapi Menjaga Martabat Rakyat

    Kekuasaan Bukan untuk Menindas, Tapi Menjaga Martabat Rakyat

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Dalam negara demokratis, kekuasaan idealnya digunakan untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Fungsi utama kekuasaan adalah menjamin keadilan, melindungi hak-hak dasar warga negara, serta menjaga martabat kemanusiaan. Namun dalam praktiknya, kekuasaan sering kali menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut. terutama ketika kritik rakyat dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas negara. Tragedi demonstrasi yang terjadi pada […]

expand_less