Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » “Aget..”: Ketika Kesialan Mengingatkan Kita pada Hal yang Patut Disyukuri

“Aget..”: Ketika Kesialan Mengingatkan Kita pada Hal yang Patut Disyukuri

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belajar tentang rasa syukur dan cara memandang kehidupan dari ungkapan sederhana masyarakat Bali

Mengenal Kata “Aget” dari Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Bali

Lens IDN, Kolom – Bagi masyarakat Bali, kata aget yang artinya untung merupakan salah satu ungkapan yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan rasa lega atau syukur karena sesuatu yang dikhawatirkan ternyata tidak terjadi atau tidak berakhir lebih buruk. Kata ini sering muncul setelah seseorang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan.

Misalnya ketika seseorang terpeleset atau terjatuh kemudian mengatakan “Aget sing patah tulang.” Dalam bahasa Indonesia ungkapan tersebut artinya “Untung saja tidak sampai patah tulang.” Meskipun orang tersebut mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, ia masih merasa lega karena tidak mengalami cedera yang lebih serius. Contoh lainnya saat hujan deras mendadak turun dan jemuran belum sempat kering sempurna, celetukan yang sering terdengar adalah, “Aget jemuhane suba kaangkat…” (Untung jemurannya sudah diangkat).

Ungkapan aget mungkin terdengar sederhana bagi masyarakat Bali karena sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi bagi orang yang belum mengenal bahasa Bali, kata tersebut mungkin menimbulkan pertanyaan tentang apa sebenarnya maknanya.

Aget tidak hanya dipahami sebagai ungkapan spontan tetapi juga dapat menggambarkan perasaan lega dan kesadaran bahwa masih ada hal yang patut disyukuri setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Makna dan cara penggunaan kata ini bisa berbeda bergantung pada situasi dan kebiasaan masing-masing orang.

Menariknya dari satu kata sederhana ini kita bisa menemukan pelajaran tentang bagaimana seseorang memandang pengalaman hidup. Terkadang di tengah kejadian yang tidak sesuai harapan masih ada hal kecil yang membuat kita merasa beruntung.

Ternyata Bersyukur Tidak Harus Menunggu Bahagia

Selama ini kita mungkin lebih sering menghubungkan rasa syukur dengan hal-hal menyenangkan seperti mendapatkan pekerjaan, memperoleh nilai bagus, memiliki keluarga yang sehat atau mencapai sesuatu yang sudah lama diinginkan. Padahal rasa syukur juga bisa muncul ketika kita menghadapi kejadian yang kurang menyenangkan.

Contohnya seseorang yang mengalami kecelakaan mungkin masih merasa sakit atau takut setelah kejadian tersebut. Ketika menyadari bahwa dirinya tidak mengalami cedera serius muncul perasaan lega karena keadaan ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Seseorang tidak sedang menganggap kejadian buruk sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ia hanya menyadari bahwa masih ada hal baik yang bisa disyukuri.

Hal ini sejalan dengan konsep gratitude atau rasa syukur yang dibahas oleh Robert A. Emmons. Rasa syukur tidak hanya berkaitan dengan menerima sesuatu yang menyenangkan tetapi juga kemampuan untuk menyadari dan menghargai hal-hal baik yang hadir dalam kehidupan. Seseorang dapat tetap menemukan sesuatu yang patut disyukuri meskipun sedang berada dalam situasi yang sulit.

Beberapa penelitian di Indonesia juga membahas hubungan rasa syukur dengan kondisi psikologis. Penelitian Amaniey dan Harahap (2022) misalnya membahas hubungan antara rasa syukur dan kesehatan mental pada mahasiswa. Penelitian Fatmala dan Sari (2022) juga menunjukkan pentingnya rasa syukur dalam kaitannya dengan kesejahteraan psikologis.

Dari sini kita bisa memahami bahwa bersyukur bukan berarti hidup kita harus selalu berjalan sesuai keinginan. Terkadang rasa syukur justru muncul ketika kita menyadari bahwa keadaan masih bisa jauh lebih buruk tetapi kita masih diberi kesempatan untuk melewati dan menghadapinya.

Bukan Mengubah Kejadian, tetapi Mengubah Cara Melihatnya

Ada satu hal menarik dari ungkapan aget etika seseorang mengatakan “Aget sing patah tulang”, kejadian jatuhnya tetap terjadi. Rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialami juga tidak langsung hilang. Tetapi orang tersebut mulai melihat kejadian itu dari sisi yang berbeda yaitu menyadari bahwa dirinya tidak mengalami cedera yang lebih parah.

Dalam psikologi, cara melihat kembali suatu kejadian dari sudut pandang yang berbeda berkaitan dengan konsep cognitive reappraisal. James J. Gross (1998) menjelaskan bahwa cognitive reappraisal merupakan salah satu strategi regulasi emosi yaitu mengubah cara seseorang menafsirkan suatu situasi agar dapat memengaruhi respons emosional yang muncul.

Contohnya ketika seseorang gagal dalam ujian, ia mungkin awalnya merasa kecewa dan menganggap dirinya tidak mampu. Tetapi setelah mencoba melihat situasi dari sudut pandang lain, ia menyadari bahwa kegagalan tersebut bisa menjadi kesempatan untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.

Hal yang sama dapat kita lihat dalam ungkapan aget. Seseorang tidak menyangkal bahwa dirinya mengalami kejadian buruk, tetapi mencoba melihat bahwa masih ada hal yang patut disyukuri dari kejadian tersebut.

Penelitian Bintamur (2023) juga membahas keterkaitan strategi cognitive reappraisal, resiliensi, dan kepuasan hidup. Hal ini memberikan gambaran bahwa cara seseorang mengelola dan memaknai pengalaman dapat berkaitan dengan bagaimana ia menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Penting untuk dipahami bahwa mengubah sudut pandang bukan berarti memaksakan diri untuk selalu berpikir positif. Kita tetap boleh merasa kecewa, sedih, takut, atau marah. Hal yang lebih penting adalah memberi ruang bagi perasaan tersebut sambil mencoba melihat situasi secara lebih seimbang.

Bersyukur Bukan Berarti Harus Selalu Berpikir Positif

Meskipun rasa syukur memiliki banyak manfaat, bukan berarti seseorang harus selalu merasa bersyukur dalam setiap keadaan. Ada kalanya seseorang memang membutuhkan waktu untuk menerima kejadian yang menyakitkan. Meminta seseorang untuk langsung bersyukur ketika sedang mengalami kesulitan justru bisa membuat perasaannya seolah-olah tidak dihargai.

Contohnya seseorang yang baru saja mengalami kecelakaan tetap berhak merasa takut, sedih, atau kecewa. Ia tidak harus langsung mengatakan bahwa kejadian tersebut membawa hikmah. Rasa syukur dapat muncul secara perlahan, ketika seseorang sudah lebih siap menerima dan memahami pengalaman yang dialaminya.

Menurut saya hal inilah yang menarik dari ungkapan aget. Ungkapan tersebut tidak harus dimaknai sebagai ajakan untuk mengabaikan kesulitan. Sebaliknya, aget dapat menjadi pengingat bahwa di tengah pengalaman yang kurang menyenangkan terkadang masih ada hal yang bisa membuat kita merasa lega.

Dari Satu Kata, Kita Belajar Banyak Hal

Ungkapan aget mungkin hanya terdiri dari satu kata dan sering digunakan secara spontan dalam percakapan sehari-hari. Jika diperhatikan lebih jauh ungkapan ini dapat membuka pembahasan tentang rasa syukur, cara memaknai pengalaman, dan emosi positif dalam kehidupan.

Melalui konsep gratitude, kita belajar untuk lebih menghargai hal-hal baik yang masih dimiliki. Melalui cognitive reappraisal, kita belajar bahwa suatu kejadian dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Sementara itu Broaden-and-Build Theory membantu menjelaskan bagaimana emosi positif dapat memperluas cara berpikir dan membangun sumber daya psikologis.

Pada akhirnya kita tidak selalu bisa menentukan apa yang akan terjadi dalam hidup. Ada kejadian yang menyenangkan ada pula yang tidak sesuai harapan. Kita masih bisa belajar untuk melihat pengalaman tersebut dengan cara yang lebih seimbang.

Seperti ungkapan sederhana “Aget sing patah tulang” terkadang kita baru menyadari bahwa ada sesuatu yang patut disyukuri setelah melewati kejadian yang tidak menyenangkan. Mungkin kita tidak selalu mendapatkan kehidupan yang sempurna, tetapi kita bisa belajar menghargai hal-hal baik yang masih ada di dalamnya.

 

 

Daftar Pustaka

Amaniey, M. D., & Harahap, F. (2022). Hubungan antara bersyukur dengan kesehatan mental pada mahasiswa. Acta Psychologia, 4(1), 57–64. https://doi.org/10.21831/ap.v4i1.51548

Bintamur, D. F. (2023). Resiliensi sebagai mediator antara strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan kepuasan hidup. Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set, 14(1), 58–68. https://doi.org/10.35814/mindset.v14i01.3448

Fatmala, D., & Sari, C. A. K. (2022). Pengaruh rasa syukur terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa S1 UIN Tulungagung di masa pandemi Covid-19. Journal of Islamic and Contemporary Psychology, 2(1), 15–25. https://doi.org/10.25299/jicop.v2i1.9009

Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology: The broaden-and-build theory of positive emotions. American Psychologist, 56(3), 218–226. https://doi.org/10.1037/0003-066X.56.3.218

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271

Kasyfillah, M. H. H., Ul Khusna, N. A., Saputri Tokan, M. M., Anshar, M. R., Satria, A., Roehan, M. S., et al. (2024). Peran gratitude untuk meningkatkan subjective well-being pada mahasiswa. Psycho Aksara: Jurnal Psikologi, 2(2), 110–118. https://doi.org/10.28926/pyschoaksara.v2i2.1475

  • Penulis: Gusti Ayu Vania Adistirani Joti.
  • Editor: Devina

Rekomendasi Untuk Anda

  • ghk

    UPN “Veteran” Jawa Timur Melaksanakan Program Moderasi Beragama untuk Memperkuat Kerukunan dan Keharmonisan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Moderasi Beragama sebagai Pilar Keharmonisan Sosial”.Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di TPQ Baitul Halim, Babatan Pilang XII, Babatan, Kec. Wiyung, Surabaya ini bertujuan memperkuat nilai-nilai toleransi, dialog antar umat, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Kegiatan ini […]

  • WhatsApp Image 2026-02-19 at 11.02.28

    Audiensi dengan Pemkot Depok, Bike to Work Kota Depok Bakal Gelar U-Series 300 KM

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Depok — Komunitas Bike to Work Kota Depok melaksanakan audiensi bersama Pemerintah Kota Depok yang diterima oleh Nur Abdullah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Bidang Pembinaan Keolahragaan Disporyata Kota Depok. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara komunitas pesepeda dan pemerintah daerah dalam mendorong gaya hidup sehat serta pengembangan budaya bersepeda di […]

  • WhatsApp Image 2025-12-28 at 15.15.52

    Mahasiswa UBSI Cikarang Perkuat Literasi Pajak dan Zakat Lewat Penyuluhan di PKBM Gagak Mas

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Cikarang – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap dua pilar kesejahteraan nasional, yakni pajak dan zakat, terus digencarkan. Lima mahasiswa dari Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Cikarang menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Analisis Perbandingan Pajak dan Zakat di Indonesia” di PKBM Gagak Mas, Jumat (29/11/2025). Kegiatan edukatif tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran […]

  • korban-banjir

    Banjir Aceh, Legislator Harap Prabowo Konsisten dalam Pemberantasan Pembalakan Hutan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti lemahnya kinerja kementerian dan lembaga yang memiliki otoritas di sektor kehutanan. Ia menyatakan, bencana banjir Aceh dan tanah longsor yang terjadi setiap tahun, bahkan setiap saat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan masih belum efektif. Firman juga menyoroti kerusakan hutan yang semakin tidak […]

  • Duta Maritim Indonesia 2025 Sambangi DPR RI, Tamsil Lingrung Dorong Pemuda Wujudkan Poros Maritim Dunia

    Duta Maritim Indonesia 2025 Sambangi DPR RI, Tamsil Lingrung Dorong Pemuda Wujudkan Poros Maritim Dunia

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Duta Maritim Indonesia 2025 melakukan kunjungan resmi ke Gedung DPR RI pada Kamis (14/8/2025) dan berkesempatan berdialog langsung dengan Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Lingrung. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membahas masa depan maritim Indonesia sekaligus peran strategis generasi muda dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagai Poros Maritim Dunia. Dalam penyampaiannya, […]

  • Telkomsel

    Telkomsel Pamerkan Teknologi AI Terbaru di KSTI Indonesia 2025, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bandung – Telkomsel turut ambil bagian dalam ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7–9 Agustus 2025. Acara yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara teknologi, industri, dan kebijakan dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Direktur […]

expand_less