Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Anies Baswedan Sindir Sistem Pajak Indonesia, “Yang Patuh Bayar Malah Diperas Terus”

Anies Baswedan Sindir Sistem Pajak Indonesia, “Yang Patuh Bayar Malah Diperas Terus”

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Jum, 29 Agu 2025

Lens IDN, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menyuarakan kritik tajam terhadap sistem perpajakan di Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (23/8/2025), Anies menilai mekanisme pemungutan pajak saat ini belum berjalan adil.

Menurutnya, justru masyarakat yang tertib membayar pajak yang kerap menanggung beban paling berat, sementara para penghindar pajak dengan transaksi tersembunyi justru lepas dari jeratan hukum.

Kritik Anies: Pajak Seperti Memancing di Danau

Dalam pernyataannya, Anies menggunakan perumpamaan sederhana. Ia menyebut sistem perpajakan Indonesia ibarat memancing di danau.

“Ikan di permukaan itu mudah tertangkap, tapi ikan di dasar sering lolos dari pancing. Sistem pajak kita juga seperti itu,” ujarnya.

Anies menjelaskan, kelompok yang rajin membayar pajak—mulai dari pegawai dengan gaji tetap, pelaku UMKM dengan pembukuan rapi, hingga masyarakat yang taat aturan—sering menjadi sasaran utama pemungutan. Mereka inilah yang ia sebut sebagai “ikan di permukaan”.

“Mereka yang patuh justru sering bertanya: ‘sudah tertib, kok malah diperas terus?’ Gaji dipotong rutin, belanja kena PPN, PBB naik,” tegasnya.

Sementara itu, kelompok yang bermain di “kedalaman” justru lebih sering luput dari jeratan. Anies menuding ada pihak-pihak besar yang dengan sengaja menyembunyikan transaksi, melakukan manipulasi faktur, hingga memindahkan laba ke luar negeri untuk menghindari kewajiban pajak.

“Di kedalaman ada ikan-ikan besar yang lolos. Ini menggerus ratusan miliar dolar penerimaan negara setiap tahun,” tambahnya.

Usulan Reformasi Pajak ala Anies Baswedan

Untuk menciptakan sistem perpajakan yang adil, Anies menawarkan tiga langkah utama:

  1. Permudah yang patuh, persulit yang nakal
    Pemerintah diminta tidak menambah beban bagi wajib pajak yang sudah tertib, melainkan fokus mengejar pelaku penghindaran pajak.
  2. Perkuat kerja sama internasional
    Menurut Anies, kolaborasi lintas negara penting untuk melacak transaksi global yang selama ini menjadi celah pengemplangan pajak.
  3. Perbaiki sistem deteksi dan pengawasan
    Penggunaan teknologi dan instrumen pengawasan canggih dinilai perlu agar “ikan-ikan besar” yang bersembunyi tidak lagi lolos.

“Tutup kebocoran dulu, baru bicara soal menambah beban. Penguatan pengawasan jauh lebih efektif daripada sekadar menaikkan tarif,” kata Anies.

Sentil PBB: Tempat Tinggal Bukan Objek Pajak

Selain menyinggung kebocoran pajak, Anies juga mengkritisi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah yang bahkan memicu aksi protes warga. Menurutnya, rumah atau tempat tinggal seharusnya dipandang sebagai hak asasi manusia, bukan sekadar objek pungutan.

“Perumahan atau tempat tinggal itu adalah hak asasi manusia. PBB menyatakan hal itu, dan itu saya terapkan di Jakarta saat menjabat,” jelasnya.

Kebijakan yang dimaksud adalah Pergub DKI Jakarta No. 23 Tahun 2022, yang memberikan pembebasan pajak bagi 60 meter persegi pertama dari tanah dan 36 meter persegi dari bangunan, berlaku untuk semua jenis rumah baik sederhana maupun mewah.

Pajak Adil, Negara Kuat

Pernyataan Anies Baswedan ini memantik kembali diskusi publik mengenai keadilan pajak di Indonesia. Ia menegaskan, pajak adalah instrumen vital bagi pembangunan, namun harus dikelola dengan prinsip keadilan agar kepercayaan masyarakat terhadap negara tetap terjaga.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • kkkkm

    Cegah Perundungan Sejak Dini, Tim KKN Untidar Gelar Edukasi Karakter di SDN Tidar 3

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Magelang – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) Kelurahan Tidar Selatan Periode Januari-Februari 2026 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai Pendidikan Karakter dan Bahaya Bullying (perundungan) di SDN Tidar 3, Kota Magelang, pada Jumat (9/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah mulai pukul 07.00 hingga 09.30 WIB ini diikuti dengan antusias […]

  • WhatsApp Image 2026-05-02 at 15.26.14

    Komdigi Tegaskan Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Hoaks, Berpotensi Langgar UU ITE

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menanggapi beredarnya video yang diunggah oleh Amien Rais melalui kanal YouTube pribadinya. Video tersebut memuat narasi terkait kedekatan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Digital (@kemkomdigi), Sabtu (2/5/2026), […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Cek Kesehatan Gratis dan Wabah Rabies: Momentum Besar untuk Kesehatan Publik, Tantangannya Tak Kalah Besar

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Mutmainnah, S. Km, Mahasiwi STIKes Surya Global Yogyakarta.
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Peluncuran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 53,8 juta pelajar di seluruh Indonesia mendapat sorotan luas publik. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp3,4 triliun untuk menjalankan pemeriksaan massal yang mencakup deteksi dini gangguan penglihatan, kesehatan gigi, anemia, hingga kesehatan mental anak. Program ini merupakan salah satu langkah paling ambisius dalam sejarah layanan kesehatan […]

  • Usulan Ahmad Sahroni Soal KPK Konsultasi dengan Ketum Parpol Sebelum Tangkap Kader Picu Kontroversi

    Usulan Ahmad Sahroni Soal KPK Konsultasi dengan Ketum Parpol Sebelum Tangkap Kader Picu Kontroversi

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang menyulut perdebatan publik. Politikus Partai NasDem itu menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlebih dahulu memberi tahu ketua umum partai politik sebelum melakukan penangkapan terhadap kadernya yang diduga terlibat kasus korupsi. “Kalaupun mau tangkap, misalnya Bapak berkomunikasi dengan […]

  • Alejandro Garnacho

    Direktur Sepak Bola Manchester United Balas Sindiran Alejandro Garnacho, Ancaman Karier di Ujung Tanduk

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Ketegangan internal di tubuh Manchester United kembali mencuri perhatian publik sepak bola Inggris. Kali ini, kontroversi melibatkan bintang muda Alejandro Garnacho dan Direktur Sepak Bola klub, Jason Wilcox. Perselisihan ini dipicu oleh unggahan Garnacho di media sosial yang dianggap menyudutkan pihak klub, sehingga memancing reaksi keras dari manajemen Setan Merah. Wilcox, […]

  • Presiden Prabowo Prihatin atas Insiden Demo 28 Agustus, Janjikan Keadilan untuk Keluarga Ojol yang Meninggal

    Presiden Prabowo Prihatin atas Insiden Demo 28 Agustus, Janjikan Keadilan untuk Keluarga Ojol yang Meninggal

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bogor – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait insiden yang terjadi dalam demonstrasi pada Kamis malam (28/08/2025). Peristiwa itu merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan. Pernyataan duka tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (29/08/2025). “Atas nama pribadi dan atas […]

expand_less