Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemenpora Gelar Serap Aspirasi Revisi UU Kepemudaan di Yogyakarta, Dorong Regulasi Inklusif dan Adaptif

Kemenpora Gelar Serap Aspirasi Revisi UU Kepemudaan di Yogyakarta, Dorong Regulasi Inklusif dan Adaptif

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Lens IDN, YOGYAKARTA — Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) melalui Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan menyelenggarakan kegiatan Serap Aspirasi Revisi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang berlangsung di The Jogja, Kota Yogyakarta, Senin (10/11). Kegiatan ini menghadirkan unsur pentahelix, meliputi akademisi, mahasiswa, komunitas, organisasi kepemudaan, serta pemangku kepentingan yang bergerak dalam bidang kepemudaan.

Acara dibuka secara daring oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Yohan, yang menegaskan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pelajar menjadi ruang strategis untuk mendiskusikan masa depan kebijakan kepemudaan nasional. Menurutnya, proses serap aspirasi merupakan langkah penting agar revisi Undang-Undang Kepemudaan tidak sekadar menjadi produk pemerintah pusat, melainkan mencerminkan kebutuhan pemuda Indonesia secara menyeluruh.

“Kegiatan serap aspirasi penting dilakukan agar revisi Undang-Undang Kepemudaan dapat menjadi produk hukum bersifat nasional. Kebijakan yang dihasilkan harus mampu merangkul seluruh pemuda secara inklusif, memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Yohan.

Ia menekankan bahwa percepatan perkembangan sosial, politik, dan teknologi menuntut lahirnya regulasi yang adaptif. Kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan muda, penyandang disabilitas, serta kelompok pemuda rentan juga harus memperoleh perhatian yang memadai dalam revisi regulasi tersebut.

Asisten Deputi Bidang Sistem dan Strategi Pelayanan Kepemudaan, Amar Ahmad, turut menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 sudah saatnya diperbarui. Pembaruan diperlukan agar sesuai dengan kondisi aktual dan tantangan zaman, terutama di tengah transformasi digital yang memengaruhi pola hidup serta partisipasi pemuda.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa, akademisi, dan komunitas untuk menyampaikan masukan konstruktif. Regulasi yang dihasilkan harus mampu menjadikan pemuda sebagai pahlawan di era digital sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan,” terang Amar.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Fatma Afra’atuz Zakia Al Azizah memberikan apresiasi kepada Kemenpora karena memilih Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai forum serap aspirasi seperti ini memberikan ruang dialog aktif yang mendukung lahirnya gagasan-gagasan strategis demi kemajuan pemuda Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur akademisi dan praktisi, antara lain:

  • Prof. Sugeng Bayu Wahyono, Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),
  • Prof. Djoko Pekik Irianto, Dosen Fakultas Keolahragaan dan Kesehatan UNY,
  • Massageng Widaghdhaprasana, S.IP., MMktgComs, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM),
  • Togi Pangaribuan, Staf Khusus Kemenpora Bidang Hukum dan Regulasi.

Melalui kegiatan serap aspirasi ini, Kemenpora menegaskan komitmennya untuk menghasilkan revisi Undang-Undang Kepemudaan yang lebih adaptif, responsif, dan inklusif. Regulasi baru tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pemuda Indonesia di era digital serta perubahan sosial yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan demi kemajuan bangsa.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Depan Akuntansi di Indonesia 2025

    Tantangan Ekonomi dan Masa Depan Akuntansi di Indonesia 2025

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Memasuki pertengahan tahun 2025, perekonomian Indonesia berada pada fase yang penuh tantangan. Gelombang ketidakpastian global, perubahan kebijakan fiskal, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah menjadi latar belakang yang memengaruhi hampir seluruh sektor industri. Namun, di tengah riuhnya isu makroekonomi, ada satu aspek penting yang kerap terabaikan, padahal menjadi tulang punggung kepercayaan pasar […]

  • KKN Orda Mitra Pemda Kuningan Gelar Acara Puncak dan HUT RI ke-80 di Desa Sagaranten

    KKN Orda Mitra Pemda Kuningan Gelar Acara Puncak dan HUT RI ke-80 di Desa Sagaranten

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kuningan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Orda Mitra Pemda Kuningan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung sukses menggelar acara puncak sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (23/8/2025). Acara ini menjadi penutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah berlangsung […]

  • WhatsApp Image 2025-12-18 at 18.44.58

    Aksi Nyata Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur melalui Gerakan Edukasi Remaja Moderat dan Amanah pada Siswa SMPN 19 Surabaya

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Kelompok Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Moderasi Islam dan Nilai Amanah dalam Kehidupan Remaja” di SMPN 19 Surabaya. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa dalam mendukung penguatan karakter keagamaan dan moral peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, […]

  • KUHP Nasional

    Integrasi Core Crimes Dalam KUHP Nasional: Analisis De Minimis Tindak Pidana Khusus dan Implikasinya terhadap Sistem Hukum Pidana Indonesia

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Bintoro Wisnu Prasojo, Hakim PN Serui.
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Sistem hukum pidana Indonesia saat ini merupakan perpaduan antara hukum pidana warisan kolonial dan berbagai undang-undang pidana khusus (lex specialis) yang lahir setelah kemerdekaan. Keberadaan undang-undang pidana khusus ini, meskipun diperlukan untuk mengatasi perkembangan tindak pidana yang semakin kompleks dan spesifik, telah menimbulkan berbagai permasalahan, seperti disharmoni norma, tumpang tindih kewenangan […]

  • Amad Diallo

    Amad Diallo Optimistis Manchester United Hadapi Musim Besar Usai Imbang 1-1 Lawan PSG

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Manchester United harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga friendly match atau pertandingan persahabatan. Seusai pertandingan, winger muda Setan Merah, Amad Diallo, menilai laga tersebut menjadi ujian yang bagus menghadapi lawan berkualitas. Amad Diallo mengakui PSG merupakan tim yang sulit dikalahkan. Meski demikian, pemain internasional Pantai […]

  • WhatsApp Image 2025-12-11 at 20.33.30

    Diduga Kebal Hukum, Reklame SAUDARAKU Tidak Kantongi Izin Reklame Dan tidak Bayar Retribusi

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Malang – Di Kota Malang ada pelaku usaha diduga kebal hukum, kendati demikian pelaku usaha tersebut tidak pernah patuh saat dipanggil oleh OPD terkait, Pelaku usaha tersebut memiliki usaha jasa travel umroh dan haji di Kota Malang. Nama PT/CV milik pelaku usaha tersebut ialah SAUDARAKU Umrah & Haji. Pelaku usaha SAUDARAKU tidak patuh […]

expand_less