Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mencari Keseimbangan dalam Era Digital

Mencari Keseimbangan dalam Era Digital

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025

Lens IDN, Kolom – Era digital telah mengubah wajah peradaban manusia secara fundamental. Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat membawa dampak transformatif dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara kita bekerja, berkomunikasi, belajar, hingga bersosialisasi. Di Indonesia, penetrasi internet yang mencapai lebih dari 200 juta pengguna menunjukkan betapa teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun, di balik kemudahan dan manfaat yang ditawarkan teknologi digital, muncul berbagai tantangan baru yang memerlukan perhatian serius. Fenomena kecanduan media sosial, penyebaran informasi hoaks, cyberbullying, hingga kesenjangan digital menjadi isu-isu yang mengancam keharmonisan sosial. Oleh karena itu, mencari keseimbangan dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak di era kontemporer ini.

Era digital telah merevolusi cara manusia mengakses informasi dan berkomunikasi. Internet memungkinkan seseorang untuk memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia dalam hitungan detik. Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp telah memfasilitasi komunikasi tanpa batas geografis, memungkinkan individu untuk tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan kolega di mana pun mereka berada.

Dalam konteks pendidikan, teknologi digital telah membuka akses terhadap sumber pembelajaran yang tak terbatas. Platform pembelajaran online seperti Google Classroom, Zoom, dan berbagai aplikasi edukasi memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung secara fleksibel. Pandemi COVID-19 telah membuktikan betapa pentingnya teknologi digital dalam menjaga kontinuitas pendidikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

Era digital telah melahirkan berbagai peluang ekonomi baru. E-commerce, startup teknologi, dan ekonomi kreatif digital telah menjadi sektor yang berkembang pesat di Indonesia. Platform seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Gojek tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memberdayakan UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Konsep pemasaran digital, konten kreator, dan freelance telah membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan karir profesional yang lebih fleksibel dan inovatif. Data menunjukkan bahwa sektor ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai nilai 146 miliar USD pada tahun 2025, menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan.

Pemerintah Indonesia telah memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program digitalisasi seperti e-KTP, aplikasi mobile JKN, sistem OSS (Online Single Submission), dan berbagai layanan pemerintah online telah mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administratif.

Smart city initiatives di berbagai kota besar Indonesia juga menunjukkan komitmen untuk memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban. Sistem transportasi online, aplikasi pelaporan keluhan publik, dan platform partisipasi keterlibatan warga merupakan contoh nyata implementasi teknologi untuk pemerintahan yang baik.

Penggunaan teknologi digital yang berlebihan telah menimbulkan berbagai masalah kesehatan mental. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out), nomophobia (ketakutan berlebihan saat tidak memiliki akses terhadap smartphone), dan kecanduan digital menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan berkorelasi dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Paparan konten negatif, cyberbullying, dan tekanan untuk selalu tampil sempurna di platform digital telah mempengaruhi kesehatan psikologis pengguna.

Era digital telah mempermudah penyebaran informasi, namun sayangnya juga mempercepat distribusi informasi yang tidak akurat atau hoaks. Platform media sosial sering kali menjadi medium penyebaran informasi palsu yang dapat menimbulkan kepanikan publik, polarisasi sosial, dan bahkan konflik horizontal.

Fenomena ruang gema dan filter bubble dalam algoritma media sosial juga berkontribusi terhadap fragmentasi informasi, di mana individu hanya terpapar pada informasi yang selaras dengan pandangan mereka, sehingga mempersempit perspektif dan meningkatkan polarisasi politik dan sosial.

Meskipun penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, masih terdapat kesenjangan digital yang signifikan antara wilayah urban dan rural, serta antara kelompok ekonomi atas dan bawah. Keterbatasan infrastruktur, akses internet yang mahal, dan rendahnya literasi digital menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Kesenjangan ini berpotensi memperlebar celah sosial-ekonomi, karena mereka yang tidak memiliki akses terhadap teknologi digital akan tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga partisipasi politik.

Era digital telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait privasi dan keamanan data yang bersifat pribadi. Berbagai kasus kebocoran data, penyalahgunaan informasi pribadi untuk kepentingan komersial atau politik, dan pengawasan digital telah menimbulkan dilema etis tentang batas-batas privasi dalam dunia yang semakin terhubung.

Regulasi seperti GDPR di Eropa dan UU Perlindungan Data Pribadi di Indonesia merupakan upaya untuk mengatasi masalah ini, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan praktis.

Kunci utama dalam mencari keseimbangan di era digital adalah pengembangan literasi digital yang komprehensif. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat dan aplikasi digital, tetapi juga kemampuan kritis dalam mengevaluasi informasi, memahami implikasi privasi dan keamanan, serta menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Program literasi digital harus diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, program literasi digital untuk masyarakat umum juga perlu dikembangkan melalui berbagai platform, baik online maupun offline.

Konsep digital wellness menekankan pentingnya menggunakan teknologi digital dengan cara yang sehat dan seimbang. Hal ini meliputi pengaturan waktu penggunaan layar, pemilihan konten yang berkualitas, dan menciptakan batasan yang jelas antara kehidupan digital dan offline.

Praktik penggunaan teknologi secara sadar dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti digital detoks secara berkala, menggunakan aplikasi yang membantu mengontrol penggunaan smartphone, dan menciptakan zona bebas teknologi di rumah. Edukasi tentang dampak psikologis penggunaan media sosial juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Pemerintah perlu mengembangkan kerangka regulasi yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi digital. Regulasi ini harus mampu melindungi hak-hak digital rakyat sambil tetap mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital.

Pendekatan multi-stakeholder yang melibatkan pemerintah, industri teknologi, masyarakat sipil, dan akademisi diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan. Regulasi harus difokuskan pada perlindungan data pribadi, pencegahan penyebaran hoaks, dan penegakan standar etika digital.

Untuk mengatasi kesenjangan digital, diperlukan investasi masif dalam pembangunan infrastruktur digital yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Program seperti Palapa Ring dan pengembangan jaringan 4G/5G di daerah terpencil merupakan langkah strategis untuk memastikan akses yang merata terhadap teknologi digital.

Selain infrastruktur fisik, pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi kemampuan untuk berpartisipasi dalam teknologi digital juga penting untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

Mencari keseimbangan dalam era digital memerlukan kolaborasi yang erat antara berbagai sektor. Sektor pendidikan perlu beradaptasi dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Sektor kesehatan perlu mengembangkan layanan kesehatan digital yang mudah diakses dan dapat diandalkan.

Sektor privat, khususnya perusahaan teknologi, memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan produk dan layanan yang mudah digunakan, aman, dan etis. Tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk program literasi digital dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dari kontribusi sektor privat.

 

*) Penulis adalah Fina Zahrotus Syiva, Mahasiswi Fakultas Hukum, Universitas Mularwarman.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kevin Diks

    Efek Kevin Diks: Bek Rp200 Miliar Tergusur, Borussia Monchengladbach Siap Andalkan Sang Pendatang Baru

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Borussia Monchengladbach tampaknya menemukan sosok penting di lini belakang mereka. Baru sebulan resmi bergabung, Kevin Diks langsung menjadi sorotan publik sepak bola Jerman. Bek berusia 27 tahun asal Indonesia tersebut diyakini akan mengambil peran utama di jantung pertahanan Die Fohlen, menggantikan posisi yang ditinggalkan Ko Itakura. Kedatangan Diks ke Borussia Park […]

  • am-sangadji-ok

    Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk A.M. Sangadji Kembali Menguat, Maluku Desak Pemerintah Segera Bertindak

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Harapan masyarakat Maluku agar Abdoel Moethalib Sangadji atau A.M. Sangadji diakui sebagai Pahlawan Nasional kembali mencuat ke permukaan. Selama lebih dari dua dekade, nama tokoh pergerakan nasional itu tertahan di meja administrasi pemerintah tanpa kepastian, meski berkas dan rekomendasi resmi telah lengkap disampaikan. Di seluruh penjuru Maluku, nama A.M. Sangadji tetap […]

  • WhatsApp Image 2025-12-18 at 11.12.36

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar Penyuluhan Moderasi Beragama untuk Karang Taruna “Pemuda Kampung Pojok”

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan penyuluhan moderasi beragama bagi Karang Taruna Gg. Mawar “Pemuda Kampung Pojok” di Kemlaten Baru Barat, Kecamatan Karangpilang, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Pemuda yang Toleran dan Berintegritas”. Penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Umum Agama kelas […]

  • IMG-20251231-WA0009

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi Tekankan Objektivitas Panja Wakaf dan Jaga Manfaat Wakaf untuk Umat

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Sukabumi – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Taufik Muhammad Guntur, menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dalam pembahasan dan rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Wakaf. Ia mengingatkan agar proses pengawasan legislatif tidak bergeser menjadi narasi politis yang berpotensi mengaburkan tujuan utama wakaf sebagai instrumen kemaslahatan umat. Menurut Taufik, kerja Panja Wakaf sebagai bagian dari […]

  • Reevva Lepas Single “I’m OK”: Mengungkap Luka Tersembunyi di Balik Senyum yang Terlihat Baik-Baik Saja

    Reevva Lepas Single “I’m OK”: Mengungkap Luka Tersembunyi di Balik Senyum yang Terlihat Baik-Baik Saja

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Musisi muda berbakat asal Jakarta, Muhammad Reeva Zulfaqar atau yang akrab dikenal dengan nama panggung reevva, siap merilis single terbarunya berjudul “I’m OK” pada 29 Agustus 2025 di seluruh platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube. Single keenam ini menjadi karya paling personal bagi reevva. Melalui lagu berdurasi 5 menit […]

  • 3205276130

    Profil KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU yang Ditempa Tradisi Pesantren

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Nama KH Miftachul Akhyar dikenal luas sebagai salah satu ulama kharismatik Indonesia yang dipercaya mengemban amanah besar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021–2026. Sosoknya merepresentasikan tradisi keilmuan pesantren yang kuat, moderat, serta berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebagai pemimpin tertinggi dalam struktur keagamaan NU, KH […]

expand_less