Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dugaan Skandal Kepabeanan, Ratusan Massa Desak KPK Tangkap Kakanwil Bea Cukai Jakarta

Dugaan Skandal Kepabeanan, Ratusan Massa Desak KPK Tangkap Kakanwil Bea Cukai Jakarta

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month 13 jam yang lalu

Lens IDN, Jakarta – Gelombang protes melanda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/2). Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Rakyat (FORMAT) menggelar aksi unjuk rasa menuntut penuntasan dugaan skandal korupsi dan kejahatan kepabeanan yang menyeret nama pejabat tinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Massa menyoroti sosok Hendri Darnadi yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta. FORMAT menduga kuat bahwa Hendri terlibat dalam jaringan kejahatan ekonomi terorganisir. Tuduhan tersebut meliputi keterlibatan dalam impor daging ilegal serta pemberian perlindungan terhadap produksi rokok putih ilegal di wilayah Madura dan Malang.

Sebut Adanya Jaringan Mafia Tekstil dan Kayu

Koordinator Lapangan FORMAT, Rama, mengungkapkan bahwa dugaan praktik lancung ini mencakup fasilitas bagi jaringan kejahatan kepabeanan lintas sektor. Pihaknya mencatat adanya indikasi manipulasi jenis dan jumlah barang (under-invoicing) oleh Jaringan Tekstil Ilegal (JIRO) di wilayah Cikarang.

Selain itu, massa juga membeberkan aktivitas Jaringan Kayu dan Rotan Ilegal (JALECA) di wilayah operasi Kudus. Menurut Rama, praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak ekosistem industri nasional serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

“Kami memandang Hendri Darnadi bukan sekadar pelaku pelanggaran administratif. Ia diduga kuat menjadi bagian dari mafia kepabeanan yang menggerogoti ekonomi negara secara sistematis,” ujar Rama di sela-sela aksi.

Desak KPK Periksa Sejumlah Pejabat Terkait

Dalam orasinya, FORMAT menyesalkan nama Hendri yang kerap muncul dalam berbagai dugaan perkara namun selalu lolos dari jerat hukum. Mereka menduga ada perlindungan dari jaringan kekuasaan tertentu yang melibatkan sejumlah nama pejabat lain di lingkungan Kementerian Keuangan dan Bea Cukai Pusat.

Massa menekankan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, pembiaran terhadap kasus ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat.

Empat Tuntutan Utama FORMAT melalui aksi ini, FORMAT menyampaikan empat poin tuntutan tegas kepada lembaga antirasuah:

  1. Memanggil dan memeriksa Hendri Darnadi terkait seluruh dugaan kejahatan kepabeanan.
  2. Menetapkan Hendri Darnadi sebagai tersangka jika bukti keterlibatan dalam mafia impor dan rokok ilegal terpenuhi.
  3. Melakukan pembersihan total di internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari tingkat pusat hingga daerah.
  4. Membongkar tuntas jaringan JIRO dan JALECA beserta aktor bisnis maupun pejabat yang menjadi pelindungnya.
  • Penulis: Azkatia
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkes

    Kemenkes Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional lewat Pelatihan TCK-EMT Tipe 2 Menuju Sertifikasi WHO

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Bogor – Dalam rangka memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional sekaligus memenuhi standar klasifikasi dan sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Cadangan Kesehatan – Emergency Medical Team (TCK-EMT) Tipe 2 Indonesia”. Pelatihan ini berlangsung pada 4–8 Agustus 2025 di Sentul, […]

  • Wamenkeu Thomas A.M. Djiwandono

    Wamenkeu Thomas A.M. Djiwandono Dorong Generasi Muda Menabung untuk Bangun Negeri

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas A.M. Djiwandono mengajak generasi muda Indonesia untuk membiasakan diri menabung dan mengelola keuangan secara bijak. Pesan ini ia sampaikan dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (14/8/2025). Menurut Thomas, kebiasaan menabung tidak hanya bermanfaat bagi masa depan individu, tetapi juga […]

  • PSSI Resmi Angkat Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik Baru: Siap Angkat Prestasi Sepak Bola Indonesia

    PSSI Resmi Angkat Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik Baru: Siap Angkat Prestasi Sepak Bola Indonesia

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memperkenalkan Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik baru pada Senin, 25 Agustus 2025. Kehadiran pria asal Belanda ini diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam pembinaan sepak bola nasional, khususnya dalam pengembangan talenta muda dan peningkatan kualitas kompetisi. Zwiers, yang lahir pada 15 Juni 1975, dikenal memiliki rekam […]

  • Antoine Semenyo

    Premier League Investigasi Dugaan Rasisme Terhadap Antoine Semenyo, Laga Sempat Dihentikan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Premier League resmi mengonfirmasi akan membuka investigasi mendalam terkait dugaan insiden rasisme yang dialami pemain Bournemouth, Antoine Semenyo, dalam laga pekan terbaru kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-30 ketika wasit Anthony Taylor menghentikan jalannya pertandingan. Mengikuti protokol resmi anti-diskriminasi Premier League, Taylor memanggil kapten serta manajer […]

  • KUHP Nasional

    Integrasi Core Crimes Dalam KUHP Nasional: Analisis De Minimis Tindak Pidana Khusus dan Implikasinya terhadap Sistem Hukum Pidana Indonesia

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Bintoro Wisnu Prasojo, Hakim PN Serui.
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Sistem hukum pidana Indonesia saat ini merupakan perpaduan antara hukum pidana warisan kolonial dan berbagai undang-undang pidana khusus (lex specialis) yang lahir setelah kemerdekaan. Keberadaan undang-undang pidana khusus ini, meskipun diperlukan untuk mengatasi perkembangan tindak pidana yang semakin kompleks dan spesifik, telah menimbulkan berbagai permasalahan, seperti disharmoni norma, tumpang tindih kewenangan […]

  • WhatsApp Image 2026-01-11 at 17.38.31

    Refleksi Kritis Gerakan Eksklusif Atas Nama Madura sebagai Upaya Melawan Stigma dan Penunggangan Modal di Ruang Publik

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Menguatnya peran organisasi masyarakat (ormas) berbasis identitas lokal di ruang publik kembali menjadi sorotan dan perbincangan. Fenomena tersebut tidak hanya memunculkan solidaritas komunal, tetapi juga berpotensi melahirkan konflik horizontal dan stigma sosial ketika identitas digunakan secara eksklusif dan instrumental. Isu itu menjadi pokok bahasan dalam Seminar Nasional bertajuk “Ormas, Identitas Lokal […]

expand_less