Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KP2MI: Pekerja Migran Indonesia Harus Naik Kelas ke Medium High Skill

KP2MI: Pekerja Migran Indonesia Harus Naik Kelas ke Medium High Skill

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026

Lens IDN, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap pekerja migran Indonesia mendapatkan perlindungan maksimal serta penempatan kerja yang berkualitas, seiring perubahan paradigma dari pekerja low skill menuju medium hingga high skill.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus KP2MI Ilham A. Mustafa dalam UICI Webinar Series Volume 12 bertema “Cerdas Digital di Negeri Orang: Literasi Teknologi untuk Pekerja Migran” yang digelar Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) pada Senin (02/02/2026).

Ilham menyampaikan bahwa transformasi KP2MI dari badan menjadi kementerian merupakan pesan tegas dari Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Peralihan ini bukan sebatas perubahan kelembagaan, tetapi juga menegaskan kewenangan penuh kepada KP2MI, sehingga tidak hanya menjadi operator, tetapi juga regulator,” ujarnya.

Menurut Ilham, paradigma baru KP2MI kini berorientasi pada dua hal utama, yakni perlindungan yang maksimal dan penempatan yang berkualitas.

Pemerintah ingin memastikan pekerja migran Indonesia tidak hanya ditempatkan untuk bekerja, tetapi juga dibekali kompetensi agar mampu bersaing dan terlindungi secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham juga menyambut baik gagasan pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan UICI untuk menjangkau pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Pembelajaran jarak jauh yang digagas UICI ini efektif untuk mengakomodasi minat dan kebutuhan pekerja migran,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa UICI telah melakukan audiensi dengan KP2MI, yang mendorong agar kemitraan kedua belah pihak dapat berlanjut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Sementara itu, Dosen Program Studi Informatika UICI Amelia Permata Sari, menyoroti pentingnya literasi digital bagi pekerja migran yang hidup dan bekerja di lingkungan serba digital.

Menurut Amelia, teknologi digital memang membantu pekerja migran dalam berkomunikasi, bekerja, dan mengelola keuangan. Namun, di sisi lain, teknologi juga membawa berbagai risiko.

“Risiko seperti penipuan online, kebocoran data pribadi, hingga hoaks masih sering terjadi. Karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan utama bagi pekerja migran,” jelasnya.

Ia memaparkan sejumlah tantangan digital yang kerap dihadapi pekerja migran Indonesia, mulai dari rendahnya pemahaman keamanan digital, mudah tertipu lowongan kerja palsu, ketergantungan pada media sosial dan aplikasi, hingga kebiasaan membagikan data pribadi tanpa disadari.

Amelia menekankan bahwa kecerdasan digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga kemampuan memahami cara kerja teknologi, memilah informasi yang benar, melindungi data dan akun pribadi, serta bersikap bijak dan bertanggung jawab di ruang digital.

“Cerdas digital berarti tahu risiko dan tahu cara melindungi diri, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, tidak sembarangan mengklik tautan, waspada terhadap phishing, dan mengaktifkan verifikasi dua langkah,” ujarnya.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jay Idzes

    Jay Idzes Resmi Jadi Pemain Asia Tenggara Termahal Sepanjang Sejarah dengan Transfer €8,5 Juta ke Sassuolo

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Bek tengah andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali menorehkan sejarah emas dalam karier sepak bolanya. Pemain berusia 24 tahun tersebut resmi bergabung dengan klub Serie A Italia, Sassuolo, setelah ditebus dengan nilai transfer fantastis sebesar €8 juta plus tambahan bonus €500 ribu dari Venezia. Angka ini menjadikannya sebagai pemain termahal asal Asia […]

  • WhatsApp Image 2025-12-12 at 09.08.32

    Antara Seragam yang Dirindukan dan Realita Kerja Yang Mengagetkan

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Ada satu fase hidup yang sering banget dialami anak muda setelah lulus yaitu timbulnya rasa kangen masa-masa SMA yang tak kunjung hilang. Entah sedang dijalan pulang, lagi ngopi sendirian, atau melihat postingan teman lama, tiba-tiba kenangan masa-masa SMA muncul begitu saja. Seakan-akan jiwa kita masih duduk dibangku kelas, padahal kenyataannya hidup […]

  • Taman Bendera Pusaka

    APKLI Perjuangan Dukung Penuh Pembangunan Taman Bendera Pusaka, Ikon Sejarah dan Ekonomi Baru Jakarta

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Pembangunan Taman Bendera Pusaka Jakarta resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Pramono Anung Wibowo di Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Agustus 2025. Proyek prestisius ini dirancang tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau yang mempercantik kota, tetapi juga menjadi ikon sejarah nasional dan destinasi wisata edukasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan […]

  • Rihanna Super Bowl half time show

    Super Bowl: Ketika Olahraga Jadi Alat Soft Power Amerika Serikat

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Setiap tahun, ratusan juta pasang mata tertuju pada satu peristiwa yang melampaui sekadar pertandingan olahraga: Super Bowl. Ajang final American football ini bukan hanya pesta olahraga terbesar di Amerika Serikat, tetapi juga telah menjelma menjadi simbol budaya, ekonomi, dan bahkan strategi global negara tersebut. Di balik sorak-sorai penonton dan pertunjukan megah […]

  • Transisi Energi Harus Adil: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton

    Transisi Energi Harus Adil: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Transisi energi kerap dibicarakan dalam forum internasional, konferensi iklim, atau seminar akademis. Namun, sering kali pembicaraan itu berhenti pada ruang elite, tanpa menjelaskan bagaimana rakyat akan terlibat secara nyata. Padahal, energi bukan sekadar komoditas bisnis; energi adalah hak dasar warga negara. Akses terhadap energi bersih dan terjangkau adalah bagian dari keadilan […]

  • Purbaya-Yudhi-Sadewa-1

    PMK 81/2025 Terbit, Pemerintah Perketat Tata Kelola Dana Desa untuk Dukung Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi memperketat tata kelola dana desa melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025. Aturan ini menjadi landasan baru dalam pengelolaan dan penyaluran dana desa agar lebih akuntabel, tepat sasaran, serta sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden dan menjadi pedoman pada […]

expand_less