Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Soroti Ketimpangan Pusat-Daerah, Wacanakan Federalisme

Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Soroti Ketimpangan Pusat-Daerah, Wacanakan Federalisme

  • account_circle Azkatia
  • calendar_month Ming, 23 Agu 2026

Lens IDN, Yogyakarta — Keresahan terhadap hubungan pemerintah pusat dan daerah yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan keadilan mendorong mahasiswa asal Maluku Utara di Yogyakarta menggelar forum diskusi terbuka. Forum bertajuk “Menuju Negara Federal atau Tetap Dijajah Sentralistik” tersebut berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Forum yang diikuti kalangan intelektual muda Maluku Utara itu menjadi ruang untuk membicarakan berbagai persoalan pembangunan, distribusi sumber daya, hingga posisi daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Mahasiswa menegaskan bahwa gagasan yang dibahas dalam forum bukan merupakan ajakan untuk memisahkan Maluku Utara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebaliknya, wacana tersebut disebut sebagai bentuk kritik dan evaluasi terhadap pola hubungan pusat dan daerah yang selama ini dianggap belum memberikan manfaat pembangunan secara proporsional.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah pengelolaan sumber daya alam Maluku Utara. Daerah tersebut dinilai memiliki kekayaan alam strategis, tetapi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal masih dianggap belum sebanding dengan besarnya eksploitasi sumber daya.

Maluku Utara bahkan digambarkan sebagai daerah yang lebih banyak berperan sebagai pemasok kebutuhan sumber daya nasional dibandingkan sebagai mitra pembangunan yang memiliki posisi tawar setara.

Federalisme Jadi Bahan Diskusi

Koordinator Forum, Abdul Haris Nepe, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan kajian yang membahas persoalan Maluku Utara dari berbagai perspektif.

Kajian tersebut akan mencakup sejarah hubungan pusat dan daerah, kondisi ketimpangan pembangunan saat ini, persoalan lingkungan, hingga proyeksi posisi politik dan ekonomi Maluku Utara pada masa mendatang.

“Hasil kajian ini akan kami rumuskan menjadi naskah konsensus politik anak muda Maluku Utara. Dokumen ini menjadi ikhtiar politik bersama yang akan diperjuangkan lintas generasi tanpa kompromi,” ujar Abdul Haris.

Menurutnya, gagasan federalisme maupun referendum yang muncul dalam forum tidak serta-merta menjadi keputusan politik. Keduanya ditempatkan sebagai bahan diskursus untuk menguji sejauh mana sistem pemerintahan yang berjalan mampu menjawab persoalan ketimpangan daerah.

Kritik Juga Ditujukan kepada Elite Lokal

Mahasiswa juga menyampaikan kritik kepada elite politik di Maluku Utara. Mereka meminta persoalan ketimpangan pembangunan tidak hanya dibicarakan ketika muncul momentum politik.

Abdul Haris mengajak para elite lokal membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil untuk membicarakan arah pembangunan Maluku Utara.

“Kami mendesak elite lokal untuk tidak bersikap setengah hati dalam memperjuangkan hak rakyat, sekaligus mengajak mereka membuka ruang dialog bersama mahasiswa, khususnya yang berada di Yogyakarta untuk bersama-sama merumuskan arah masa depan Maluku Utara,” katanya.

Forum tersebut pada akhirnya diharapkan menjadi ruang intelektual bagi generasi muda Maluku Utara untuk mengkaji kembali hubungan daerah dengan pemerintah pusat sekaligus merumuskan gagasan pembangunan yang lebih berkeadilan.

  • Penulis: Azkatia

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG-20260809-WA0059

    Taufik Muhammad Guntur Ingatkan ASN, Jangan Bawa Birokrasi ke Ranah Politik Praktis

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2026
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Sukabumi – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Taufik Muhammad Guntur, SE., MM, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi agar tetap menjaga profesionalisme, netralitas, dan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi beredarnya rekaman suara yang diduga berasal dari rapat internal Pemerintah Kota Sukabumi dan […]

  • KUHP Nasional

    Integrasi Core Crimes Dalam KUHP Nasional: Analisis De Minimis Tindak Pidana Khusus dan Implikasinya terhadap Sistem Hukum Pidana Indonesia

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Bintoro Wisnu Prasojo, Hakim PN Serui.
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Sistem hukum pidana Indonesia saat ini merupakan perpaduan antara hukum pidana warisan kolonial dan berbagai undang-undang pidana khusus (lex specialis) yang lahir setelah kemerdekaan. Keberadaan undang-undang pidana khusus ini, meskipun diperlukan untuk mengatasi perkembangan tindak pidana yang semakin kompleks dan spesifik, telah menimbulkan berbagai permasalahan, seperti disharmoni norma, tumpang tindih kewenangan […]

  • Yusril Ihza Mahendra Desak Reformasi Politik: DPR Harus Diisi Negarawan, Bukan Oligarki atau Selebriti

    Yusril Ihza Mahendra Desak Reformasi Politik: DPR Harus Diisi Negarawan, Bukan Oligarki atau Selebriti

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyerukan perlunya reformasi politik menyeluruh untuk memperbaiki kualitas parlemen dan memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada 11 September 2025, Yusril menegaskan bahwa sistem pemilu saat ini terlalu transaksional dan membuka ruang dominasi […]

  • IMG-20260331-WA0034

    Vonis untuk Sebuah Kreativitas, Kasus Amsal Sitepu dan Krisis Keadilan Substantif dalam Penegakan Tipikor

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Kolom – Seorang videografer duduk di kursi terdakwa atas selisih harga jasa Rp 5,9 juta per desa. Pejabat yang menyetujui dan mencairkan anggarannya menjadi saksi. Auditor yang menghitung kerugian negara tak pernah hadir di persidangan. Vonis dijadwalkan 1 April 2026 — dan apa pun hasilnya, ia akan menjadi cermin bagi sistem hukum Indonesia. […]

  • Rihanna Super Bowl half time show

    Super Bowl: Ketika Olahraga Jadi Alat Soft Power Amerika Serikat

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Devina
    • 0Komentar

    Lens IDN, Opini – Setiap tahun, ratusan juta pasang mata tertuju pada satu peristiwa yang melampaui sekadar pertandingan olahraga: Super Bowl. Ajang final American football ini bukan hanya pesta olahraga terbesar di Amerika Serikat, tetapi juga telah menjelma menjadi simbol budaya, ekonomi, dan bahkan strategi global negara tersebut. Di balik sorak-sorai penonton dan pertunjukan megah […]

  • IMG-20251109-WA0035

    NasDem Jatim Gelar Fun Walk 2025, Semarak Ulang Tahun ke-14 Partai NasDem

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle Azkatia
    • 0Komentar

    Lens IDN, Surabaya – Suasana Minggu pagi (9/11/2025) di kawasan Ngagel Surabaya tampak berbeda. Ratusan peserta berkaos biru memenuhi halaman Kantor DPW Partai NasDem Jawa Timur. Mereka bersiap mengikuti NasDem Jatim Fun Walk 2025, kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-14 Partai NasDem. Kegiatan ini dilepas langsung oleh Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW Partai NasDem […]

expand_less