Proses Rekrutmen PT Santino Berjalan Cukup Terstruktur
- account_circle Azkatia
- calendar_month 15 jam yang lalu

Andika Kris Satya dkk, bersama dosen pembimbing usai menyelesaikan sidang Tugas Akhir di Universitas Pamulang (UNPAM). (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Tanggerang— Mendapatkan karyawan yang tepat bukan sekadar mengisi posisi yang kosong. Bagi perusahaan, proses rekrutmen menjadi tahap penting untuk menemukan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan sekaligus mampu menjalankan tugas dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Gambaran tersebut terlihat dalam penelitian mengenai proses rekrutmen karyawan pada PT Santino di Kabupaten Tangerang yang dilakukan oleh Andika Kris Satya, mahasiswa Universitas Pamulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen di PT Santino telah berjalan cukup terstruktur, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang dapat diperbaiki.
Penelitian berjudul “Analisis Rekrutmen Kerja Karyawan pada PT Santino di Kabupaten Tangerang” tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas Direktur, Manager HR, Staff HR, dan Staff Rekrutmen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen PT Santino dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja dan posisi yang tersedia. Setelah kebutuhan ditentukan, perusahaan menetapkan kualifikasi yang diperlukan sebelum proses pencarian kandidat dilakukan.
Dalam mencari calon karyawan, PT Santino memanfaatkan berbagai sumber, seperti job portal, media sosial, referensi karyawan, database kandidat, serta kerja sama dengan sekolah atau perguruan tinggi. Pemanfaatan berbagai sumber tersebut membantu perusahaan menjangkau calon karyawan dengan latar belakang yang beragam sesuai dengan kebutuhan posisi.
Setelah lamaran diterima, kandidat terlebih dahulu mengikuti seleksi administrasi untuk memeriksa kesesuaian data dan kualifikasi dengan persyaratan jabatan. Kandidat yang memenuhi persyaratan kemudian dapat melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya, seperti tes dan wawancara.
Proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknis. Pengalaman, kemampuan komunikasi, dan sikap kerja juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam menilai kesesuaian kandidat dengan pekerjaan yang akan dijalankan.
Dalam tahap wawancara, HR dapat melibatkan user atau pihak yang berhubungan langsung dengan posisi yang dibutuhkan. Keterlibatan user membantu perusahaan menilai kesesuaian kemampuan kandidat dengan tugas dan kebutuhan pekerjaan secara lebih spesifik.
Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, kandidat yang dinilai sesuai dapat melanjutkan ke tahap pengambilan keputusan, pemberian offering, hingga onboarding sebagai bagian dari proses awal bergabung dengan perusahaan.
Meski memiliki tahapan yang cukup jelas, proses pemenuhan tenaga kerja di PT Santino masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah menemukan kandidat yang sesuai untuk posisi tertentu. Posisi yang membutuhkan kualifikasi khusus dapat membuat perusahaan perlu melakukan pencarian kandidat secara lebih luas karena tidak semua pelamar memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Ketersediaan kandidat dan kesesuaian kualifikasi juga dapat memengaruhi waktu pemenuhan posisi. Berdasarkan hasil penelitian, pengisian posisi tertentu dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 minggu atau lebih lama.
Koordinasi antara HR dan user menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Koordinasi diperlukan mulai dari menentukan kebutuhan tenaga kerja, menyusun kriteria kandidat, mengatur proses wawancara, hingga menetapkan kandidat yang dinilai sesuai.
Berdasarkan hasil analisis penelitian, salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat pemanfaatan teknologi atau e-recruitment. Teknologi dapat membantu perusahaan dalam menyebarkan informasi lowongan, menerima lamaran, menyaring data kandidat, serta mengelola tahapan seleksi secara lebih teratur.
PT Santino juga dapat mempertimbangkan pengembangan talent pool, yaitu kumpulan data kandidat potensial yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika perusahaan kembali membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu. Langkah tersebut dapat membantu perusahaan memiliki sumber kandidat yang lebih siap ketika kebutuhan tenaga kerja muncul.
Perluasan kerja sama dengan institusi pendidikan dan lembaga pelatihan juga dapat menjadi alternatif untuk menjangkau calon tenaga kerja. Selain itu, pemanfaatan media digital untuk menyampaikan informasi mengenai perusahaan dan peluang kerja dapat membantu memperluas jangkauan informasi lowongan.
Berbagai rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas proses rekrutmen.
Penelitian Andika Kris Satya menunjukkan bahwa proses rekrutmen PT Santino telah memiliki alur yang cukup terarah, mulai dari identifikasi kebutuhan tenaga kerja hingga onboarding. Namun, masih terdapat ruang untuk meningkatkan pencarian kandidat, efisiensi waktu, koordinasi antara HR dan user, serta pemanfaatan teknologi.
Rekrutmen yang efektif pada akhirnya bukan hanya tentang mendapatkan banyak pelamar, tetapi tentang menemukan kandidat yang tepat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Penguatan pada berbagai aspek tersebut diharapkan dapat membantu PT Santino memperoleh tenaga kerja yang sesuai sekaligus mendukung kebutuhan perusahaan di masa mendatang.
- Penulis: Azkatia

