Bruno Fernandes Soroti Kesalahan Manchester United di Laga Tandang Vs Hull City
- account_circle Azkatia
- calendar_month 15 jam yang lalu

Bruno Fernandes mengungkap masalah Manchester United di laga tandang, mulai dari penguasaan bola lawan dan pressing. (Foto: Dok/Ist).
Lens IDN, Jakarta – Bruno Fernandes mengungkap penyebab Manchester United kembali mengalami masalah di laga tandang. Kapten Setan Merah menyoroti penguasaan bola lawan, intensitas pressing, hingga buruknya pertahanan set-piece.
Manchester United kembali mendapat sorotan setelah gagal meraih hasil maksimal dalam pertandingan tandang. Kapten tim, Bruno Fernandes, secara terbuka mengakui bahwa timnya masih mengulangi kesalahan yang pernah terjadi pada musim sebelumnya.
Menurut Fernandes, salah satu persoalan utama Manchester United adalah terlalu mudah memberikan ruang kepada lawan untuk menguasai permainan, khususnya pada awal pertandingan.
Ia menilai situasi tersebut membuat Manchester United kesulitan mengembangkan permainan dan justru berada dalam tekanan sejak menit-menit awal.
“Kesalahannya sama seperti musim lalu. Di setiap laga tandang, kami membiarkan lawan terlalu banyak menguasai bola,” ujar Fernandes.
Gelandang asal Portugal tersebut bahkan menggambarkan dominasi lawan pada 20 menit pertama sebagai situasi yang tidak ideal. Menurutnya, kiper Manchester United justru menjadi pemain yang paling sering terlibat dalam aliran bola.
Fernandes menilai Manchester United seharusnya tampil lebih agresif dengan meningkatkan intensitas tekanan terhadap pemain lawan.
“Kami seharusnya melakukan tekanan lebih intens dan bermain lebih agresif,” katanya.
Bruno Fernandes Soroti Pertahanan Set-Piece
Selain persoalan pressing, Fernandes juga memberikan perhatian serius terhadap situasi bola mati atau set-piece.
Manchester United dinilai perlu memperbaiki organisasi pertahanan ketika menghadapi tendangan bebas maupun sepak pojok. Situasi tersebut dianggap menjadi salah satu celah yang dapat dimanfaatkan lawan.
Fernandes mengungkapkan bahwa tim sebenarnya telah mengetahui sebelum pertandingan bahwa set-piece akan menjadi bagian penting dari strategi lawan.
“Kami sudah tahu sebelum pertandingan bahwa set-piece akan menjadi bagian penting dari permainan mereka,” ungkapnya.
Menurut Fernandes, perubahan formasi lawan juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Jika sebelumnya mereka lebih sering menggunakan empat pemain bertahan selama pramusim, pada pertandingan menghadapi Manchester United mereka justru menurunkan lima bek.
Perubahan tersebut dinilai berkaitan dengan upaya lawan memaksimalkan keunggulan postur tubuh dalam situasi bola mati.
Manchester United Harus Segera Berbenah
Pernyataan Fernandes menunjukkan bahwa Manchester United masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Kemampuan mengontrol pertandingan tandang, melakukan pressing secara konsisten, serta bertahan dalam situasi set-piece menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian.
Bagi Fernandes, hasil akhir tetap menjadi bagian paling mengecewakan dari pertandingan tersebut. Ia mengakui bahwa seluruh persiapan dan analisis sebelum pertandingan tidak akan berarti apabila Manchester United akhirnya gagal mendapatkan hasil yang diharapkan.
“Hal yang paling membuat frustrasi adalah kenyataan bahwa kami kalah dalam pertandingan ini,” tegas Fernandes.
Komentar tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Manchester United perlu meningkatkan konsistensi apabila ingin bersaing lebih baik sepanjang musim. Masalah yang sama seperti musim lalu tidak boleh terus berulang, terutama ketika menghadapi pertandingan tandang.
- Penulis: Azkatia

